Dolar AS Menguat, Emas Dunia Anjlok 3 Persen dan Perak 5 Persen

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 17 September 2021 | 08:25 WIB
Dolar AS Menguat, Emas Dunia Anjlok 3 Persen dan Perak 5 Persen
Dolar AS [shutterstock]

Suara.com - Harga emas dunia anjlok 3 persen pada perdagangan Kamis, merosornya logam kuning ini disebabkan mata uang dolar AS yang menguat signifikan usai laporan data penjualan ritel Amerika Serikat (AS).

Mengutip CNBC, Jumat (17/9/2021) harga emas di pasar spot anjlok 2,1 persen menjadi 1.755,75 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level terendah lebih dari satu bulan di 1.744,30 dolar AS per ounce.

Sementara harga emas berjangka Amerika Serikat ditutup melorot 2,1 persen menjadi 1.756,70 dolar AS per ounce.

Sementara itu harga perak merosot lebih dari 5 persen karena hal yang sama, kedua logam tersebut terperangkap dalam slipstream emas, perak terakhir jatuh 4,3 persen menjadi 22,79 dolar AS per ounce.

Memukul daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya, dolar melonjak setelah data menunjukkan peningkatan tak terduga dalam penjualan ritel Amerika pada Agustus.

"Emas mendapat pukulan cukup besar," dengan kenaikan dolar dan imbal hasil Treasury, serta data yang lebih kuat," kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.

Kecuali ada beberapa peristiwa geopolitik atau kejutan The Fed, lintasan emas tidak mungkin berubah menjelang pertemuan FOMC , papar Haberkorn menambahkan.

Emas juga menemukan sedikit jeda dari kelesuan pasar tenaga kerja, dengan klaim awal pengangguran tercatat sedikit lebih tinggi dari ekspektasi, minggu lalu.

"Angka penjualan ritel yang kuat menunjukkan sentimen konsumen mulai kembali, indikator yang baik bagi The Fed untuk membawa ekspektasi pada kenaikan suku bunga berikutnya," kata Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures, Chicago.

baca juga

Fokus sekarang beralih ke pertemuan The Fed pada 21-22 September.

"Ada banyak anggota di FOMC yang mendukung dimulainya tapering tahun ini, dan oleh karena itu prospek emas tidak positif," kata analis Quantitative Commodity Research, Peter Fertig.

Penghentian langkah-langkah dukungan ekonomi tidak hanya meredupkan status emas sebagai safe-haven yang dipicu oleh pandemi tetapi kenaikan suku bunga berikutnya berarti peningkatan opportunity cost untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti logam kuning.

Platinum menyusut 1,7 persen menjadi 930,52 dolar AS per ounce, sementara paladium adalah satu-satunya pemenang, melambung 1,5 persen menjadi 2.032,50 dolar AS per ounce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Negara di Dunia Mulai Legalkan Kripto Jadi Mata Uang, Ternyata Efeknya Luar Biasa

Negara di Dunia Mulai Legalkan Kripto Jadi Mata Uang, Ternyata Efeknya Luar Biasa

Bisnis | Kamis, 16 September 2021 | 16:22 WIB

Harga Emas Dunia Turun dari Level 1.800 Dolar AS per Ounce

Harga Emas Dunia Turun dari Level 1.800 Dolar AS per Ounce

Bisnis | Kamis, 16 September 2021 | 08:52 WIB

Inflasi AS Melambat, Harga Emas Dunia Bersinar

Inflasi AS Melambat, Harga Emas Dunia Bersinar

Bisnis | Rabu, 15 September 2021 | 08:21 WIB

Terkini

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

Sumsel | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:05 WIB

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:04 WIB

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 21:02 WIB

×