alexametrics

Panggil Penikmat Dana BLBI, Sri Mulyani: Ada Yang Ngaku Tak Punya Utang

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Panggil Penikmat Dana BLBI, Sri Mulyani: Ada Yang Ngaku Tak Punya Utang
Menkeu Sri Mulyani dalam konfrensi pers virtualnya, Jumat (6/8/2021). [Tangkapan layar]

Satgas BLBI mengaku sudah memanggil setidaknya sebanyak 24 orang yang diduga terkait ikut menikmati dana talangan pemerintah tersebut pada tahun 1998.

Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) mengaku sudah memanggil setidaknya sebanyak 24 orang yang diduga terkait ikut menikmati dana talangan pemerintah tersebut pada tahun 1998.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dari 24 orang tersebut mengaku tidak ada sangkut pautnya dengan penggunaan dana BLBI.

"Ini kita tegaskan, sebab banyak yang sampaikan saya tidak merupakan obligor saya tidak ada sangkut paut dengan BLBI," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtualnya, Selasa (21/9/2021).

Hal itu diketahui setelah Satgas BLBI melakukan pengelompokan terhadap sejumlah obligor dan debitur BLBI, karena setiap obligor dan debitur kata Sri Mulyani memiliki cara penyelesaian yang berbeda-beda.

Baca Juga: Sri Mulyani Resmi Terima DIM RUU HKPD Dari DPR dan DPD

"Jadi ada penanganan, penyelesaian dan pemulihan dan mereka membagi berdasarkan beberapa kelompok obligor dan debitur," katanya.

Kelompok pertama ialah para mereka oblihor atau debitur yang hadir dan mengaku bahwa mereka memiliki utang terhadap negara. Mereka menyusun rencana menyelesaikan utangnya.

Kelompok kedua, hadir atau diwakili. Namun, rencana penyelesaian utang tersebut tidak realistis sehingga ditolak tim.

Kelompok ketiga adalah yang hadir namun mereka menyatakan tidak memiliki utang kepada negara. Kelompok keempat, tidak hadir namun mereka menyampaikan surat janji untuk penyelesaian dan kelompok kelima adalah kelompok yang tidak hadir.

"Dan kami ingin sampaikan sudah ada 24 pemanggilan kepada obligor dan debitur , dari 24 ini ada yang hadir dan kemudian mengakui bahwa mereka memiliki utang dalam hal itu kewajiban kepada negara, dan kemudian menyusun rencana penyelesaian utangnya," kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Kritik Pengusutan Kasus BLBI, Pengamat: Penanganan Terlalu Berisik, Tidak Profesional

Komentar