alexametrics

Imbal Hasil Obligasi AS Naik Lagi, Harga Emas Dunia Kembali Turun

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Imbal Hasil Obligasi AS Naik Lagi, Harga Emas Dunia Kembali Turun
Ilustrasi emas batang. [shutterstock]

Harga emas dunia merosot 1 persen tertekan kenaikan imbal hasil US Treasury dan selera untuk aset berisiko.

Suara.com - Harga emas dunia merosot 1 persen tertekan kenaikan imbal hasil US Treasury dan selera untuk aset berisiko, karena investor terus memposisikan diri untuk kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat dari perkiraan.

Mengutip CNBC, Jumat (24/9/2021) harga emas di pasar spot turun 0,9% menjadi USD1.751,56 per ounce dan emas berjangka Amerika Serikat ditutup anjlok 1,6% menjadi USD1.749,80 per ounce.

"Kita melihat imbal hasil naik, terutama suku bunga riil, dan itu menyeret emas lebih rendah," kata analis TD Securities, Daniel Ghali.

Rabu, Federal Reserve mengatakan kemungkinan akan mulai mengurangi pembelian obligasi secepatnya setelah November, dan mengisyaratkan kenaikan suku bunga akan mengikuti lebih cepat dari ekspektasi.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 924.000 per Gram

Kenaikan suku bunga The Fed akan meningkatkan opportunity cost memegang emas, yang tidak memberikan bunga.

Komentar The Fed melebihi kemungkinan dukungan dari kenaikan tak terduga dalam klaim pengangguran mingguan Amerika, dan kini, jalur resistance bagi emas adalah turun, kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.

Juga menekan aset safe-haven tersebut, ekuitas global menguat, dibantu oleh memudarnya kekhawatiran atas potensi default raksasa pengembang properti China, Evergrande.

Emas mendapat sedikit dukungan dari penurunan dolar, yang biasanya mendorong permintaan bullion karena membuat logam kuning itu lebih murah bagi mereka yang memegang mata uang lain, dan bersaing dengan logam mulia itu sebagai aset safe-haven.

Logam mulia lainnya platinum bergerak 0,1% lebih rendah menjadi USD996,30 per ounce, sementara paladium merosot 1,5% menjadi USD1.992,98 per ounce, setelah mencatat kenaikan selama dua sesi. Perak turun 0,2% menjadi USD22,62 per ounce.

Baca Juga: The Fed Beri Sinyal Tapering Lebih Cepat, Harga Emas Dunia Tertekan

Komentar