Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Pemerintah Perlu Efisiensi Biaya Logistik Supaya Ekonomi Cepat Pulih

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 01 Oktober 2021 | 17:02 WIB
Pemerintah Perlu Efisiensi Biaya Logistik Supaya Ekonomi Cepat Pulih
Ilustrasi jasa logistik. (Shutterstock)

Suara.com - Sektor logistik dinilai akan menjadi salah satu kunci bagi percepatan pemulihan ekonomi Indonesia akibat pendemi Covid-19. Masih tingginya biaya logistik yang tidak diikuti dengan kepastian dan ketepatan pengiriman barang menjadikan biaya ekonomi menjadi sangat tinggi.

Dampaknya barang-barang di berbagai wilayah Indonesia mengalami disparitas harga yang cukup tinggi.

"Logistik adalah bagian penting percepatan pemulihan ekonomi disaat penyebaran virus Covid-19 mulai menurun. Pemerintah dan pelaku usaha harus bekerja keras untuk memastikan logistik kita makin efisien dan memberikan kepastian," jelas Direktur Namarin Institute Siswanto Rusdi dalam sebuah webinar, Jumat (1/10/2021).

Siswanto menuturkan, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan tren positif, aktivitas pengiriman barang-barang produksi ke berbagai daerah juga terus meningkat.

Hal tersebut terlihat dari kenaikan volume pengiriman barang di berbagai pelabuhan domestik yang dikelola oleh PT Pelindo Grup.

"Dari Belawan, Jakarta, Surabaya dan Makassar, volume pengiriman peti kemas di Pelabuhan milik Pelindo Grup untuk jalur domestik menunjukkan pertumbuhan yang luarbiasa dibandingkan tahun 2020. Kondisi ini harusnya juga didukung dengan ketersediaan layanan pelayaran dan logistik yang lebih baik, sehingga bisnis makin efisien," jelas dia.

Pada semester I 2021, Pelindo I dan III mencatat arus peti kemas domestik mencapai sebanyak 1,97 juta Teus, meningkat double digit dibanding tahun 2020.

Lebih jauh Siswanto mengungkapkan, sektor industri yang tumbuh secara positif juga mendorong bisnis pengiriman barang melalui pelabuhan terus meningkat. Kenaikan harga sejumlah komoditas turut berperan dalam membangkitkan perekonomian di berbagai wilayah di luar Jawa.

Sebelumnya kementerian Perindustrian melaporkan bahwa pada sektor industri manufaktur tumbuh 1,35% di semester I tahun ini. Dari pertumbuhan tersebut, industri alat angkutan tumbuh sebesar 45,7%; industri logam dasar 18,03% serta industri mesin dan perlengkapan 16,35%.

"Pertumbuhan sektor industri ini sangat positif bagi perekonomian, karena bisa mendukung perluasan usaha dan ketersediaan lapangan kerja. Ini adalah momentum penting bagi sektor pelayaran untuk membuat terobosan agar lalu lintas barang yang tinggi ini menjadi semakin efisien dan tepat waktu hingga ke tujuan," ungkap Siswanto.

Untuk mendukung pemulihan ekonomi, khususnya di sektor logistik sejumlah perusahaan pelayaran juga terus berinovasi. Contohnya PT PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) yang berinisiatif untuk merilis layanan baru yaitu SPIL PRIME.

Konsumen yang menggunakan layanan ini, akan mendapatkan banyak keuntungan. Seperti kepastian mendapat space kapal, kedatangan truk tepat waktu, jaminan kontainer siap pakai serta mendapatkan prioritas layanan di depo.

"Kompetisi yang makin ketat di industri pelayaran menuntut inovasi dan keberanian untuk menawarkan layanan pengiriman barang yang menberikan solusi bagi pebisnis. Perusahaan pelayaran juga harus mengoptimalkan teknologi agar efisiensi semakin besar," pungkas Siswanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri BUMN Dorong Merger Pelindo Agar Biaya Logistik Indonesia Lebih Murah

Menteri BUMN Dorong Merger Pelindo Agar Biaya Logistik Indonesia Lebih Murah

Bisnis | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 10:39 WIB

Banggar DPR Apresiasi Kinerja Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Banggar DPR Apresiasi Kinerja Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

DPR | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 08:28 WIB

APBN 2022 Tetap Jadi Garda Terdepan Pemulihan Ekonomi

APBN 2022 Tetap Jadi Garda Terdepan Pemulihan Ekonomi

Bisnis | Kamis, 30 September 2021 | 18:09 WIB

Terkini

Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026

Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 22:11 WIB

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 20:05 WIB

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:52 WIB

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:47 WIB

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:44 WIB

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:37 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:36 WIB

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:30 WIB

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:00 WIB

DJP Tunggu Restu Purbaya soal Kebijakan Pajak E-commerce

DJP Tunggu Restu Purbaya soal Kebijakan Pajak E-commerce

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 18:58 WIB