alexametrics

Transaksi Ekonomi Digital RI Nomor Wahid di ASEAN, Menko Airlangga Berharap Ini

Reza Gunadha | Mohammad Fadil Djailani
Transaksi Ekonomi Digital RI Nomor Wahid di ASEAN, Menko Airlangga Berharap Ini
ILUSTRASI - Warga berbelanja secara daring melalui salah satu situs perusahaan e-commerce di Jakarta, Rabu (28/7/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Ke depannya kata dia, transaksi e-commerce, perbankan digital, dan uang elektronik akan terus meningkat kedepannya.

Suara.com - Transaksi ekonomi digital Indonesia digadang-gadang akan makin pesat kedepannya, saat ini saja transaksi ekonomi digital Indonesia menyumbang sekitar 41,9 persen dari total transaksi di kawasan ASEAN.

Meski memiliki potensi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto agar industri keuangan Tanah Air juga ikut melakukan transformasi digital demi mengambil keuntungan dari potensi yang besar tersebut.

"Ekonomi digital di Indonesia terus mengalami peningkatan, bahkan 41,9 persen transaksi ekonomi digital ASEAN berasal dari Indonesia dan transaksi di Indonesia per hari ini mencapai USD44 miliar," kata Airlangga dalam acara OJK Virtual Innovation Day 2021, Senin (11/10/2021).

Adapun, kata Menko Airlangga, nilai transaksi digital di Indonesia telah menembus USD44 miliar per hari  tersebut disumbangkan oleh sektor e-commerce, seperti Edu-Tech dan Health-Tech.

Baca Juga: Jadi Kunci Kemajuan Ekonomi, Menko Airlangga Ingin SDM RI Berkualitas

Ke depannya kata dia, transaksi e-commerce, perbankan digital, dan uang elektronik akan terus meningkat kedepannya.

"Fintech lending turut mengalami perkembangan pesat di mana outstanding pinjaman di tahun 2021 Agustus meningkat jadi Rp 26,09 triliun dan pinjaman baru Rp 101,47 triliun," katanya.

Asal tahu saja, selama pandemi covid 19 perkembangan ekonomi digital sangat pesat dan potensial sehingga ikut berperan penting untuk memulihkan perekonomian pascapandemi.

Komentar