Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

IMF Meminta Negara-negara di Dunia Lebih Cermat Hadapi Potensi Inflasi Besar

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 15 Oktober 2021 | 10:53 WIB
IMF Meminta Negara-negara di Dunia Lebih Cermat Hadapi Potensi Inflasi Besar
Ilustrasi (www.bbj.hu)

Suara.com - Komite pengarah Dana Moneter Internasional (IMF) mendesak para pembuat kebijakan negara di dunia untuk lebih cermat dalam menghadapi tekanan inflasi selama pemulihan ekonomi pasca wabah virus corona.

Komite Moneter dan Keuangan Internasional (IMFC), yang terdiri dari 24 menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara-negara anggota IMF menyampaikan, negara-negara di dunia harus  hati-hati dalam mengeluarkan kebijakan domestik guna menghadapi wabah COVID-19.

“Kami akan terus memprioritaskan pengeluaran kesehatan dan melindungi yang paling rentan, sambil mengalihkan fokus yang sesuai, dari respons krisis ke peningkatan pertumbuhan dan menjaga kesinambungan fiskal jangka panjang,” kata mereka.

Kekhawatiran inflasi disebabkan kemacetan rantai pasokan, harga-harga energi dan komoditas yang lebih tinggi, serta peristiwa cuaca telah menjadi topik perdebatan hangat di pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia.

“Bank-bank sentral memantau dinamika harga dengan cermat dan dapat melihat melalui tekanan inflasi yang bersifat sementara. Mereka akan bertindak tepat jika risiko ekspektasi inflasi de-anchoring (guncangan harga jangka pendek dapat mengubah ekspektasi jangka panjang) menjadi konkret,” kata IMFC, merujuk pada bank yang menggunakan alat kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi.

Meski demikian, permintaan ini bisa dianggap cukup melunak karena sebelumnya IMF meminta tindakan yang lebih konkret.

Pembuat kebijakan bergulat dengan pertanyaan inflasi ketika negara-negara kaya bergerak melewati pandemi menuju pemulihan, sementara negara-negara berkembang berjuang dengan varian COVID-19, akses vaksin yang rendah, dan kurangnya sumber daya.

Pengetatan kebijakan moneter yang tiba-tiba di Amerika Serikat atau Eropa dapat mendorong arus keluar dana yang menghancurkan dari negara-negara berkembang, IMF telah memperingatkan.

“Pertanyaan kuncinya adalah mengetahui apakah ini inflasi sementara atau bukan. Tidak ada yang memiliki tanggapan atas pertanyaan kunci itu," Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan kepada wartawan pada Kamis (14/10/2021).

Ia menambahkan bahwa dirinya telah mendiskusikannya minggu ini dengan Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell, Menteri Keuangan AS Janet Yellen dan Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde.

Magdalena Andersson, menteri keuangan Swedia yang mengetuai panel IMFC, mengatakan pada konferensi pers bahwa lebih banyak inisiatif diperlukan untuk mengurangi kekurangan barang-barang utama secara global, menambahkan: “Penting bagi kita untuk membuat rantai nilai global bekerja lebih baik daripada saat ini.”

IMFC juga menyerukan komunikasi yang jelas oleh para pembuat kebijakan untuk membatasi dampak negatif lintas negara dan menggunakan alat makroprudensial untuk membatasi kerentanan keuangan.

Pernyataan itu mencatat perbedaan yang tumbuh antara negara-negara kaya dan miskin dalam pemulihan ekonomi dan akses ke vaksin, mencatat bahwa risiko pemulihan cenderung menurun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sumut Tertinggi Angka Kesembuhan Harian Covid-19

Sumut Tertinggi Angka Kesembuhan Harian Covid-19

Sumut | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 10:29 WIB

Aktivitas Warga Mulai Pulih Pasca Penurunan PPKM, Perdagangan dan Rekreasi Paling Ramai

Aktivitas Warga Mulai Pulih Pasca Penurunan PPKM, Perdagangan dan Rekreasi Paling Ramai

Bisnis | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 10:28 WIB

EdHeroes Asia Indonesia Chapter Hadir untuk Jawab Tantangan Dunia Pendidikan

EdHeroes Asia Indonesia Chapter Hadir untuk Jawab Tantangan Dunia Pendidikan

Press Release | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 10:19 WIB

Turis Asing Masuk Lagi, Satgas Covid-19 Serahkan Tanggung Jawab ke Pemda Bali dan Kepri

Turis Asing Masuk Lagi, Satgas Covid-19 Serahkan Tanggung Jawab ke Pemda Bali dan Kepri

News | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 09:41 WIB

Pelajaran Ekonomi: Jenis-Jenis Inflasi yang Perlu Diketahui

Pelajaran Ekonomi: Jenis-Jenis Inflasi yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 09:28 WIB

Sambut Rencana Kedatangan Wisman, 16 Konter Imigrasi Disiapkan di Bandara Ngurah Rai Bali

Sambut Rencana Kedatangan Wisman, 16 Konter Imigrasi Disiapkan di Bandara Ngurah Rai Bali

Bali | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 09:16 WIB

Terkini

Lonjakan Harga Pangan Hari Ini: Bawang Merah, Cabai, hingga Telur

Lonjakan Harga Pangan Hari Ini: Bawang Merah, Cabai, hingga Telur

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:54 WIB

Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk

Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:15 WIB

UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?

UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:10 WIB

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:04 WIB

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:58 WIB

Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026

Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:52 WIB

Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...

Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:46 WIB

Haga Emas Antam Terus Turun, Hari Ini Dibanderol Rp 2.769.000/Gram

Haga Emas Antam Terus Turun, Hari Ini Dibanderol Rp 2.769.000/Gram

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:25 WIB

Tak Sekadar Bisnis, Emiten TAPG Mulai Jalankan Program Hunian Layak

Tak Sekadar Bisnis, Emiten TAPG Mulai Jalankan Program Hunian Layak

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:20 WIB

IHSG Berbalik Arah, Dibuka Menguat Namun Langsung Merosot

IHSG Berbalik Arah, Dibuka Menguat Namun Langsung Merosot

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:15 WIB