Kurang Dari 10 Tahun, Waktu Tempuh Bodetabek ke Jakarta Bisa Lebih Dari 5 Jam

M Nurhadi Suara.Com
Senin, 18 Oktober 2021 | 07:35 WIB
Kurang Dari 10 Tahun, Waktu Tempuh Bodetabek ke Jakarta Bisa Lebih Dari 5 Jam
Kendaraan terjebak kemacetan lalu lintas di Tol Dalam Kota dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (19/5). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Riset yang dilakukan Perum Perumnas baru-baru ini memperlihatkan jika terus dibiarkan, jarak tempuh ke pusat kota Jakarta bila menggunakan kendaraan pribadi yang dimulai dari kawasan-kawasan di sekitar Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi bisa mencapai 5 jam.

“Hasil riset kami untuk rata-rata waktu tempuh ke pusat kota Jakarta terus mengalami perubahan dari tahun ke tahun,” ujar Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Komunikasi Digital Perum Perumnas, Ari Kartika.

Riset itu merupakan hasil penelitian visualisasi citra satelit dengan mempertimbangkan indikator tempuh ke pusat kota berdasarkan warna ungu, biru tua, biru, dan biru muda menunjukan waktu tempuh 0-90 menit yang sebagian besar terpusat di Jakarta.

Dalam hal ini, kawasan pinggiran pusat kota Jakarta yang berbatasan langsung seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang memiliki yang memiliki indikator mulai warna hijau, hijau tua, dan kuning menunjukan waktu tempuh dari 90 menit sampai 180 menit.

Sementara pada kawasan Bogor, termasuk ujung kawasan Bekasi, Depok, dan Tengerang memiliki indikator warna merah dan merah tua yang menunjukan waktu tempuh 180 menit sampai 300 menit.

“Hasilnya pada 2019 waktu tempuh ke pusat kota Jakarta mencapai 150-180 menit. Tahun 2024 waktu tempuh mencapai 180-240 menit. Tahun 2029 waktu tempuh bisa mencapai 240-300 menit,” sambung dia, dikutip dari Warta Ekonomi.

Hal ini jadi bukti bahwa tingginya jumlah kendaraan pribadi jadi faktor yang sangat mempengaruhi kemacetan. Selain itu, keengganan untuk menggunakan moda transportasi umum juga turut jadi sebab.

Selain itu, kata Kartika, generasi milenial perlu memiliki rumah hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi masal atau yang disebut dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).

“Itulah yang sebenarnya direncanakan dan diinginkan pemerintah pusat bahwa menuju kota pusat tidak diharapkan menggunakan transportasi pribadi tapi menggunakan transportasi masal,” jelasnya.

Baca Juga: Truk Kontainer Terguling, Tol Cipularang Arah Jakarta Macet Total

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI