Dolar AS Melemah, Harga Emas di Asia Menguat Doktrin Nilai Lindung

M Nurhadi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:53 WIB
Dolar AS Melemah, Harga Emas di Asia Menguat Doktrin Nilai Lindung
Ilustrasi Emas Batangan. (pixabay.com)

Suara.com - Harga emas terpantau naik pada perdagangan sesi Asia pada Senin pagi, bangkit dari penurunan semalam karena penurunan dolar dan imbal hasil obligasi AS memberikan beberapa dukungan terhadap logam mulia.

Pada pasar spot emas naik 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 1.767,91 dolar AS per ounce pada pukul 01.26 GMT. Emas berjangka AS juga menguat 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 1.769,60 dolar AS per ounce.

Mendukung emas dengan membuatnya lebih murah untuk pembeli dalam mata uang lain, dolar turun 0,1 persen dan mendekam di dekat posisi terendah kisaran baru-baru ini.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan juga melemah, mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Pada Jumat (15/10/2021) lalu, data menunjukkan produksi pabrik AS turun terbesar dalam tujuh bulan pada September, karena kekurangan semikonduktor global yang berkelanjutan menekan produksi kendaraan bermotor, bukti lebih lanjut bahwa kendala pasokan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Bank sentral Australia mengatakan merebaknya varian Delta COVID-19 telah mengganggu pemulihan ekonomi negara itu.

Sementara survei reguler bank sentral Kanada (BoC) terhadap perusahaan-perusahaan pada Senin (18/10) mengantisipasi permintaan yang lebih kuat karena COVID-19 memudar, mereka juga mengatakan kendala pasokan saat ini dapat membatasi penjualan dan memberi tekanan pada biaya.

Emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, meskipun pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Bertahan Rp 915.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Bertahan Rp 915.000 per Gram

Bisnis | Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:48 WIB

Obligasi AS Menguat, Kilau Emas Dunia Memudar

Obligasi AS Menguat, Kilau Emas Dunia Memudar

Bisnis | Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:43 WIB

Investasi Emas Dengan Karakter Superheroes, Minat?

Investasi Emas Dengan Karakter Superheroes, Minat?

News | Senin, 18 Oktober 2021 | 18:52 WIB

Nenek Dusun Kenthu Dicekik di Rumahnya, Emas 100 Gram Dibawa Lari

Nenek Dusun Kenthu Dicekik di Rumahnya, Emas 100 Gram Dibawa Lari

Jawa Tengah | Senin, 18 Oktober 2021 | 13:28 WIB

Sempat Ditolak, Warga El Savador Kini Rebutan Tukar Dolar AS Dengan Bitcoin

Sempat Ditolak, Warga El Savador Kini Rebutan Tukar Dolar AS Dengan Bitcoin

Bisnis | Senin, 18 Oktober 2021 | 13:12 WIB

Harga Emas Antam Awal Pekan Naik Jadi Rp 915.000 per Gram

Harga Emas Antam Awal Pekan Naik Jadi Rp 915.000 per Gram

Bisnis | Senin, 18 Oktober 2021 | 11:06 WIB

Terkini

Saham AS Dibawa ke Blockchain, FLOQ dan Ondo Finance Jajaki Akses di Indonesia

Saham AS Dibawa ke Blockchain, FLOQ dan Ondo Finance Jajaki Akses di Indonesia

Tekno | Jum'at, 11 September 2026 | 09:44 WIB

25 Tahun Serangan 9/11, Terjebak di Restoran Lantai Teratas World Trade Center Tanpa Jalan Keluar

25 Tahun Serangan 9/11, Terjebak di Restoran Lantai Teratas World Trade Center Tanpa Jalan Keluar

News | Jum'at, 11 September 2026 | 09:43 WIB

Industri Tambang Butuh Hunian Cepat, Solusi Modular Mulai Dilirik

Industri Tambang Butuh Hunian Cepat, Solusi Modular Mulai Dilirik

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 09:38 WIB

DPRD Bentuk Gugus Tugas Selesaikan Sengketa Lahan Kwini dan Kodam Jaya

DPRD Bentuk Gugus Tugas Selesaikan Sengketa Lahan Kwini dan Kodam Jaya

News | Jum'at, 11 September 2026 | 09:36 WIB

Warga Bangkok Protes WN Israel Diduga Caplok Lahan di Thailand

Warga Bangkok Protes WN Israel Diduga Caplok Lahan di Thailand

News | Jum'at, 11 September 2026 | 09:31 WIB

Ulasan Kkondae Intern: Melihat Sisi Lain Budaya Senioritas di Dunia Kerja

Ulasan Kkondae Intern: Melihat Sisi Lain Budaya Senioritas di Dunia Kerja

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 09:30 WIB

DPR Soroti Ketimpangan Ekonomi dan Kedekatan Pengusaha dengan Kekuasaan

DPR Soroti Ketimpangan Ekonomi dan Kedekatan Pengusaha dengan Kekuasaan

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 09:30 WIB

5 Zodiak yang Gak Mau Dibodohi Dua Kali, Sekali Dikhianati Langsung Menjauh

5 Zodiak yang Gak Mau Dibodohi Dua Kali, Sekali Dikhianati Langsung Menjauh

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 09:26 WIB

Tak Sekadar Energi Bersih, Panas Bumi Punya Peluang Bisnis

Tak Sekadar Energi Bersih, Panas Bumi Punya Peluang Bisnis

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 09:24 WIB

Puntung Rokok Picu Kebakaran di Pulau Tidung

Puntung Rokok Picu Kebakaran di Pulau Tidung

News | Jum'at, 11 September 2026 | 09:22 WIB

×