Rupiah Semakin Lemah Karena Kinerja Pemerintah Belum Puaskan Investor

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Kamis, 30 April 2026 | 16:36 WIB
Rupiah Semakin Lemah Karena Kinerja Pemerintah Belum Puaskan Investor
Pelemahan nilai tukar rupiah dipicu oleh krisis energi global akibat konflik Timur Tengah serta rendahnya kepuasan investor terhadap pemerintah. [Antara]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah hingga Rp17.345 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis, 30 April 2026.
  • Pelemahan dipicu oleh krisis energi global akibat konflik Timur Tengah serta rendahnya kepuasan investor terhadap pemerintah.
  • Kondisi ini menempatkan rupiah di titik terendah sejarah dan diperkirakan akan terus berlanjut dalam jangka waktu menengah.

Suara.com - Nilai tukar rupiah semakin melemah pada penutupan perdagangan Kamis (30/4/2026) dan kembali berada di titik paling rendah dalam sejarah mata uang Indonesia. Kondisi ini terjadi karena faktor krisis energi dan rendahnya kepuasan pada kinerja perekonomian pemerintah.

Seperti dilansir dari Bloomberg, nilai tukar rupiah pada Kamis sore menyentuh Rp17.345 per dolar AS, turun sekitar 0,11 persen dibandingkan dengan pada penutupan perdagangan Rabu kemarin.

Sementara di awal perdagangan Kamis pagi, rupiah dibuka di kisaran Rp17.349 dolar AS - nilai paling lemah dalam sejarah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan pada mata uang Garuda belum akan berakhir, demikian disampaikan Analis Doo Financial Futures Lukman Leong. Ia mengatakan selain krisis energi akibat konflik di Timur Tengah, rupiah terus melemah karena rendahnya kepuasan investor pada kinerja pemerintah.

"Sentimen risk off domestik dan juga harga minyak dunia yang terus meningkat akan semakin melebarkan defisit anggaran," katanya saat dihubungi Suara.com.

Kata dia, sentimen domestik masih sangat lemah, investor masih tidak puas akan pemerintah yang tidak melakukan perbaikan drastis untuk menurangi defisit, serta BI yang hanya mengandalkan intervensi.

"Perlemahan ini diperkirakan masih akan berkelanjutan untuk jangka pendek hingga menengah," tandasnya.

Sementara itu sebagian kecil mata uang di Asia juga menunjukkan tren pelemahan, meski tidak seburuh rupiah. Ringgit Malaysia yang melemah 0,42 persen, dolar Taiwan yang melemah 0,31 persen, rupe India yang melemah 0,29 persen.

Sedangkan mayoritas mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS sore ini. Won Korea menguat 0,60 persen, baht Thailand menguat 0,42 persen yen Jepang menguat 0,24 persen dan dolar Singapura menguat 0,18 persen.

baca juga

Bahkan peso Filipina juga menguat 0,18 persen. Sementara yuan China menguat 0,07 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,04 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk

Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:15 WIB

BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'

BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 16:16 WIB

Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS

Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:51 WIB

Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS

Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:30 WIB

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:22 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×