Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Harga Minyak Dunia Turun Imbas Kekhawatiran Musim Dingin

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 22 Oktober 2021 | 08:50 WIB
Harga Minyak Dunia Turun Imbas Kekhawatiran Musim Dingin
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia turun karena perkiraan untuk musim dingin Amerika yang hangat mengerem reli yang sempat mendorong harga ke level tertinggi tiga tahun di atas USD86 per barel pada awal sesi, dipicu pasokan yang ketat dan krisis energi global.

Mengutip CNBC, Jumat (22/10/2021) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup anjlok USD1,21 menjadi USD84,61 per barel, setelah menyentuh USD86,10 pada sesi itu, level tertinggi sejak Oktober 2018.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, menyusut 92 sen menjadi USD82,50 per barel.

Harga reli pada sesi Rabu ketika Badan Informasi Energi AS melaporkan persediaan minyak mentah dan bahan bakar yang lebih ketat, dengan stok minyak mentah di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, jatuh ke level terendah tiga tahun.

Cuaca musim dingin di sebagian besar Amerika Serikat diperkirakan lebih hangat dari rata-rata, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration, yang dirilis Kamis pagi.

"Laporan itu, menunjukkan kondisi yang lebih kering dan lebih hangat di seluruh Amerika bagian selatan dan timur, memberikan tekanan pada kompleks energi tersebut," kata Bob Yawger, Direktur Mizuho.

"Pedagang yang telah menetapkan USD86 sebagai ambang penjualan mereka mengambil kesempatan untuk mengantongi beberapa keuntungan," kata Louise Dickson, analis Rystad Energy.

Harga Brent melambung lebih dari 60 persen tahun ini, didukung peningkatan pasokan yang lambat oleh Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya yang dikenal secara kolektif sebagai OPEC Plus, serta krisis batu bara dan gas global yang mendorong pembangkit listrik untuk beralih ke minyak mentah.

Minyak juga mendapat tekanan dari penurunan harga batu bara dan gas alam. Di China, batu bara anjlok 11 persen memperpanjang kerugian pekan ini sejak Beijing mengisyaratkan akan melakukan intervensi untuk mendinginkan pasar.

baca juga

Namun, beberapa analis memperkirakan minyak akan reli lebih lanjut karena OPEC Plus kemungkinan tetap pada rencananya untuk meningkatkan produksi secara bertahap, kendati permintaan diprediksi mencapai tingkat pra-pandemi.

Rystad mengatakan prospeknya tetap  bullish  untuk sisa tahun ini dan Giovanni Staunovo, analis UBS, memperkirakan Brent akan diperdagangkan di USD90 pada Desember dan Maret.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Persediaan Migas AS Makin Tipis, Harga Minyak Naik Drastis

Persediaan Migas AS Makin Tipis, Harga Minyak Naik Drastis

Bisnis | Kamis, 21 Oktober 2021 | 08:48 WIB

Stok Bahan Bakar Nasional Turun, Harga Minyak Dunia Langsung Naik

Stok Bahan Bakar Nasional Turun, Harga Minyak Dunia Langsung Naik

Bisnis | Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:28 WIB

Harga Minyak Dunia Melorot Usai Catatkan Rekor Tertingginya Karena Hal Ini

Harga Minyak Dunia Melorot Usai Catatkan Rekor Tertingginya Karena Hal Ini

Bisnis | Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:34 WIB

Terkini

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:47 WIB

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong  Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29 WIB

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:11 WIB

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:58 WIB

Pengusaha Jasa Kurir Janji Ikut Tekan Biaya Logistik Nasional yang Masih Tinggi

Pengusaha Jasa Kurir Janji Ikut Tekan Biaya Logistik Nasional yang Masih Tinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:55 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Stabil

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Stabil

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:44 WIB

BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?

BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:08 WIB

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:01 WIB

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:54 WIB