Harga Emas Dunia Terseret Kenaikan Obligasi AS

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 22 Oktober 2021 | 08:52 WIB
Harga Emas Dunia Terseret Kenaikan Obligasi AS
Ilustrasi emas batang dan uang Dolar AS [Shutterstock]

Suara.com - Harga emas dunia bergerak lebih rendah dalam sesi perdagangan yang fluktuatif pada perdagangan Kamis, karena tertekan kenaikan imbal hasil Obligasi AS yang melampaui dukungan dari kekhawatiran kenaikan inflasi dan sektor properti China yang bermasalah.

Mengutip CNBC, Jumat (22/10/2021) harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD1.780,61 per ounce. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Desember ditutup melemah 0,2 persen menjadi USD1.781,9 per ounce.

"The Fed akan melakukan  tapering  dan imbal hasil akan mencapai level tertinggi sepanjang masa sehingga tidak ada alasan bagi orang untuk memarkir uang mereka di aset yang aman yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas," kata Phillip Streible, Chief Market Strategist di Blue Line Futures, Chicago.

Imbal hasil Obligasi AS 10-tahun melesat ke puncak lima bulan karena ekonomi yang pulih dengan cepat memperbarui pertanyaan tentang kapan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga.

Kendati emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah, meningkatkan  opportunity cost  memegang logam kuning yang tidak memberikan bunga.

Streible mengatakan saham Evergrande yang anjlok 12,5 persen adalah sentimen positif bagi emas.

Ekuitas di seluruh Asia dan Eropa jatuh setelah Evergrande, Rabu malam, mengatakan telah membatalkan kesepakatan untuk menjual 50,1 persen saham di lengan jasa propertinya, dan kekhawatiran inflasi juga berdampak pada pasar.

Analis UBS mengatakan ekspektasi inflasi yang meningkat dan prospek pertumbuhan yang melemah dapat mendukung harga emas dalam satu atau dua bulan ke depan.

Dua pejabat The Fed, Rabu, mengatakan meski bank sentral harus mulai mengurangi langkah-langkah stimulusnya, namun terlalu dini untuk menaikkan suku bunga.

baca juga

Di antara logam mulia lainnya, perak turun 0,8 persen menjadi USD24,08 per ounce. Platinum tergelincir 0,5 persen menjadi USD1.044,83 per ounce. Paladium anjlok 2,6 persen menjadi USD2.018,45 per ounce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekhawatiran Kenaikan Inflasi Picu Naiknya Harga Emas Dunia

Kekhawatiran Kenaikan Inflasi Picu Naiknya Harga Emas Dunia

Bisnis | Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:31 WIB

Beli Gelang Emas Tahun 1980 Dijual 2021, Peningkatan Harganya Bikin Melongo

Beli Gelang Emas Tahun 1980 Dijual 2021, Peningkatan Harganya Bikin Melongo

News | Rabu, 20 Oktober 2021 | 14:26 WIB

Dolar AS Melemah, Harga Emas di Asia Menguat Doktrin Nilai Lindung

Dolar AS Melemah, Harga Emas di Asia Menguat Doktrin Nilai Lindung

Bisnis | Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:53 WIB

Terkini

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:45 WIB

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:15 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:05 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

×