Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 5.746,648
LQ45 569,322
Srikehati 278,381
JII 347,610
USD/IDR 18.136

Harga Emas Dunia Terseret Kenaikan Obligasi AS

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 22 Oktober 2021 | 08:52 WIB
Harga Emas Dunia Terseret Kenaikan Obligasi AS
Ilustrasi emas batang dan uang Dolar AS [Shutterstock]

Suara.com - Harga emas dunia bergerak lebih rendah dalam sesi perdagangan yang fluktuatif pada perdagangan Kamis, karena tertekan kenaikan imbal hasil Obligasi AS yang melampaui dukungan dari kekhawatiran kenaikan inflasi dan sektor properti China yang bermasalah.

Mengutip CNBC, Jumat (22/10/2021) harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD1.780,61 per ounce. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Desember ditutup melemah 0,2 persen menjadi USD1.781,9 per ounce.

"The Fed akan melakukan  tapering  dan imbal hasil akan mencapai level tertinggi sepanjang masa sehingga tidak ada alasan bagi orang untuk memarkir uang mereka di aset yang aman yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas," kata Phillip Streible, Chief Market Strategist di Blue Line Futures, Chicago.

Imbal hasil Obligasi AS 10-tahun melesat ke puncak lima bulan karena ekonomi yang pulih dengan cepat memperbarui pertanyaan tentang kapan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga.

Kendati emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah, meningkatkan  opportunity cost  memegang logam kuning yang tidak memberikan bunga.

Streible mengatakan saham Evergrande yang anjlok 12,5 persen adalah sentimen positif bagi emas.

Ekuitas di seluruh Asia dan Eropa jatuh setelah Evergrande, Rabu malam, mengatakan telah membatalkan kesepakatan untuk menjual 50,1 persen saham di lengan jasa propertinya, dan kekhawatiran inflasi juga berdampak pada pasar.

Analis UBS mengatakan ekspektasi inflasi yang meningkat dan prospek pertumbuhan yang melemah dapat mendukung harga emas dalam satu atau dua bulan ke depan.

Dua pejabat The Fed, Rabu, mengatakan meski bank sentral harus mulai mengurangi langkah-langkah stimulusnya, namun terlalu dini untuk menaikkan suku bunga.

Di antara logam mulia lainnya, perak turun 0,8 persen menjadi USD24,08 per ounce. Platinum tergelincir 0,5 persen menjadi USD1.044,83 per ounce. Paladium anjlok 2,6 persen menjadi USD2.018,45 per ounce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekhawatiran Kenaikan Inflasi Picu Naiknya Harga Emas Dunia

Kekhawatiran Kenaikan Inflasi Picu Naiknya Harga Emas Dunia

Bisnis | Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:31 WIB

Beli Gelang Emas Tahun 1980 Dijual 2021, Peningkatan Harganya Bikin Melongo

Beli Gelang Emas Tahun 1980 Dijual 2021, Peningkatan Harganya Bikin Melongo

News | Rabu, 20 Oktober 2021 | 14:26 WIB

Dolar AS Melemah, Harga Emas di Asia Menguat Doktrin Nilai Lindung

Dolar AS Melemah, Harga Emas di Asia Menguat Doktrin Nilai Lindung

Bisnis | Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:53 WIB

Terkini

Stok BBM di SPBU BP, Vivo dan Shell Langka setelah Pertamina Naikkan Harga

Stok BBM di SPBU BP, Vivo dan Shell Langka setelah Pertamina Naikkan Harga

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:58 WIB

Indonesia Dua Tahun Bebas dari Daftar Kasus ILC, Menaker Soroti Kuatnya Dialog Sosial

Indonesia Dua Tahun Bebas dari Daftar Kasus ILC, Menaker Soroti Kuatnya Dialog Sosial

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:52 WIB

BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun Per Bulan, Terancam Gagal Bayar

BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun Per Bulan, Terancam Gagal Bayar

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:45 WIB

Indonesia-Singapura Umumkan Kerja sama Ekonomi, Dari Investasi hingga Rute Pesawat

Indonesia-Singapura Umumkan Kerja sama Ekonomi, Dari Investasi hingga Rute Pesawat

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:06 WIB

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Grup Salim (SIMP), Kejaksaan Agung Periksa Maybank

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Grup Salim (SIMP), Kejaksaan Agung Periksa Maybank

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:58 WIB

Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun

Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:56 WIB

BBM Naik-Rupiah Jebol, Budget Hiburan Kelas Menengah Hilang

BBM Naik-Rupiah Jebol, Budget Hiburan Kelas Menengah Hilang

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:05 WIB

Luhut-Chatib Basri soal MBG: Jangan Bertengkar-Ini Masalah Kepercayaan!

Luhut-Chatib Basri soal MBG: Jangan Bertengkar-Ini Masalah Kepercayaan!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:55 WIB

Rhenald Khasali Duga Ada Pihak Luar Recoki Pemilihan Ketua Umum Hipmi

Rhenald Khasali Duga Ada Pihak Luar Recoki Pemilihan Ketua Umum Hipmi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:47 WIB

Tak Cukup Melek Digital, Gen Z Harus Kuasai AI untuk Investasi Saham

Tak Cukup Melek Digital, Gen Z Harus Kuasai AI untuk Investasi Saham

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:43 WIB