Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Mendag: Perkuat Kerja Sama Ekonomi Kawasan Bangkitkan Perdagangan Global

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Senin, 25 Oktober 2021 | 12:02 WIB
Mendag: Perkuat Kerja Sama Ekonomi Kawasan Bangkitkan Perdagangan Global
Trade, Tourism, and Investment Forum Reviving Global Trade through Strengthening Regional Economic Partnership, Kamis (21/10/2021). (Dok: Kemendag)

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi menyampaikan, Indonesia akan melanjutkan reformasi perdagangan agar lebih terintegrasi ke dalam ekonomi dunia. Karenanya, Indonesia mendukung ekonomi yang lebih terbuka, melakukan perdagangan secara adil, serta saling menguntungkan untuk mendapatkan pasar yang lebih baik.

Hal ini disampaikan Mendag Lutfi dalam acara “Trade, Tourism, and Investment Forum Reviving Global Trade through Strengthening Regional Economic Partnership”, yang digelar secara virtual, Kamis (21/10/2021).

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 Digital Edition yang mengusung tema “Reviving Global Trade”, yang dibuka pada hari yang sama.

Hadir sebagai pembicara Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong, Sekretaris Departemen Perdagangan dan Industri Filipina, Ramon M Lopez, Direktur Pelaksana Kebijakan Pengembangan dan Kemitraan Bank Dunia, Mari Elka Pangestu, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi, dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional, Shinta W Kamdani.

“Forum ini diharapkan dapat menghasilkan diskusi tentang tantangan, peluang, dan ide di sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi global. Diharapkan juga, forum ini dapat memberikan perkembangan kebijakan, informasi, dan strategi terkini ketiga sektor tersebut,” kata Mendag Lutfi.

Menurut Mendag, koherensi kebijakan antara perdagangan, investasi, dan kawasan industri akan secara signifikan menguntungkan global, khususnya pemulihan dan pembangunan ekonomi.

“Perdagangan dan investasi yang tertanam dalam rantai nilai global dan regional adalah alat yang ampuh untuk meningkatkan industrialisasi, pertumbuhan, dan menciptakan kondisi yang berkelanjutan, terutama pascapandemi Covid-19,” ucapnya.

Indonesia, lanjut Mendag, memastikan bahwa perdagangan dan investasi internasional dapat berkontribusi efektif terhadap pemulihan ekonomi global. Hari ini adalah momentum untuk menunjukkan kemampuan dalam bekerja sama meningkatkan perdagangan.

“Indonesia akan terus merundingkan perjanjian perdagangan dengan pemikiran yang sama, baik negara besar dan kecil, sebagai upaya untuk posisi yang lebih baik dalam rantai nilai global. Saat ini, Kemendag dalam proses negosiasi 23 kesepakatan perdagangan bilateral dan regional,” terang Mendag.

Nenurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi yang paling besar dalam pertumbuhan ekonomi yaitu konsumsi dan investasi. Kalau dilihat dari perkembangan hasil survei, konsumsi sudah stagnan sehingga tinggal investasi yang akan didorong.

Untuk itu, lanjutnya, dibutuhkan kolaborasi antarinstansi dalam mengakselerasi. Terdapat tiga strategi untuk mendorong investasi, yaitu hilirisasi, insentif dan penyediaan alternatif kawasan industri, serta pemberian hak istimewa dalam bentuk insentif bagi investor yang berinvestasi di luar Jawa.

“Untuk hilirisasi, seperti nikel dan merambah komoditas lain, tetap menjadikan industri yang minimal 70 persen nilai tambahnya sudah harus masuk Indonesia. Sementara untuk insentif kawasan Industri, seperti di Batam, tanahnya pasti lebih murah dan izin akan diurus pemerintah,” terang Menteri Bahlil.

Sementara Menteri Sandi memaparkan, pandemi Covid-19 memukul sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dunia. Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia turun 80 persen dan ekonomi kreatif Indonesia pun tumbuh minus. Pandemi juga mengubah gaya bepergian, yaitu secara personal, dapat menyesuaikan, secara lokal, dan dalam jumlah yang lebih kecil.

Karakteristiknya berdasarkan higienis, mobilitas rendah, sedikit kerumunan, dan minim sentuhan.

“Untuk itu, Kemenparekraf menerapkan strategi fundamental meliputi inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Tidak hanya untuk bertahan, tapi juga untuk menggenjot pemulihan membangun ulang Indonesia dengan lebih baik,” ujar Sandi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendag Muhammad Lutfi Beri Primaniyarta Award ke Sampoerna Kayoe

Mendag Muhammad Lutfi Beri Primaniyarta Award ke Sampoerna Kayoe

Bisnis | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 14:13 WIB

Mendag Muhammad Lutfi Beri Penghargaan Primaniyarta 2021 ke Pupuk Kaltim

Mendag Muhammad Lutfi Beri Penghargaan Primaniyarta 2021 ke Pupuk Kaltim

Bisnis | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 10:52 WIB

Mendag Tetap Waspada Meski Neraca Dagang Terus Surplus

Mendag Tetap Waspada Meski Neraca Dagang Terus Surplus

Bisnis | Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:47 WIB

Neraca Dagang September Surplus 4,37 Miliar Dolar AS, Mendag Buka Suara

Neraca Dagang September Surplus 4,37 Miliar Dolar AS, Mendag Buka Suara

Bisnis | Rabu, 20 Oktober 2021 | 11:02 WIB

Turut Hadir dalam Expo 2020 Dubai, Astra Mendukung Paviliun Indonesia

Turut Hadir dalam Expo 2020 Dubai, Astra Mendukung Paviliun Indonesia

Otomotif | Rabu, 13 Oktober 2021 | 16:22 WIB

Mendag Muhammad Lutfi Sebut Ekonomi Digital Bisa Tumbuh 8 Kali Lipat

Mendag Muhammad Lutfi Sebut Ekonomi Digital Bisa Tumbuh 8 Kali Lipat

Bisnis | Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:22 WIB

Terkini

Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026

Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 23:04 WIB

Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026

Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 22:11 WIB

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 20:05 WIB

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:52 WIB

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:47 WIB

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:44 WIB

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:37 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:36 WIB

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:30 WIB

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:00 WIB