Kazakhstan Diperkirakan Punya US$5 miliar Dari Penambangan Kripto Selama 5 Tahun

M Nurhadi

Senin, 01 November 2021 | 10:35 WIB
Kazakhstan Diperkirakan Punya US$5 miliar Dari Penambangan Kripto Selama 5 Tahun
Astana, Ibu Kota Kazakhstan. (Shutterstock)

Suara.com - Rilis laporan dari  Data Center Industry & Blockchain Association of Kazakhstan, atau NABDC, memperkirakan, tambang kripto dari negara itu akan mencapai 1,5 miliar dolar AS dalam lima tahun.

Hal ini cukup beralasan, pasalnya aktivitas penambangan mata uang digital di negara itu mencapai 98 miliar tenge (230 juta dolar) per tahun.

Disampaikan oleh presiden NABDC, Alan Dordzhiev, pendapatan ini sebagai salah satu pendapatan diluar tujuan dari perusahaan. 

“Angka 98 miliar tenge hanyalah efek ekonomi dari perusahaan yang resmi bergerak di bidang pertambangan. Jika kita memperhitungkan penambang ‘abu-abu’, maka angka ini dapat dikalikan dengan aman dengan 2,” kata dia.

Penambang abu-abu yang ia maksud diduga mengacu pada individu yang melakukan operasi penambangan kripto yang dilakukan secara individu tanpa terikat dengan pihak manapun.

Seringkali dengan status hukum yang disengketakan. Asosiasi menyerukan peraturan yang lebih besar untuk memerangi penambangan ilegal untuk mencegah kemungkinan kekurangan listrik.

Para penambang kripto ini memakan sekitar 500 MW listrik di negara itu, seperti yang diperkirakan oleh Dordzhiev. 

Awal bulan ini, Departemen Energi Kazakhstan mengusulkan rancangan aturan untuk memberlakukan batasan jumlah listrik yang dikonsumsi oleh industri pertambangan kripto.

Menurut data dari The University of Cambridge, Kazakhstan berkontribusi pada 18,10% dari tingkat hash penambangan Bitcoin (BTC) dunia, terbesar kedua di dunia, setelah China mulai menindak aktivitas penambangan.

baca juga

Data ini menempatkannya tepat di belakang pangsa tingkat hash 35,40% untuk AS dan di atas 11,23% Rusia.

Berdasarkan angka dari GlobalPetrolPrices, biaya rata-rata penggunaan listrik komersial di Kazakhstan adalah 0,054 dolar per kWh, jauh di bawah rata-rata global 0,124 dolar per kWh, karena cadangan bahan bakar fosil negara yang sangat besar.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cupi Cupita Diberi Mahar Uang Kripto, Ini Alasannya

Cupi Cupita Diberi Mahar Uang Kripto, Ini Alasannya

Lampung | Minggu, 31 Oktober 2021 | 14:29 WIB

Eshark, Token Kripto Games Pertama Asal Indonesia Bakal Listing di Bursa Eropa

Eshark, Token Kripto Games Pertama Asal Indonesia Bakal Listing di Bursa Eropa

Bisnis | Minggu, 31 Oktober 2021 | 12:52 WIB

Aset Kripto Senilai Rp1,8 Triliun Dicuri Hacker, Pelaku Pakai Flash Loan Attack

Aset Kripto Senilai Rp1,8 Triliun Dicuri Hacker, Pelaku Pakai Flash Loan Attack

Bisnis | Jum'at, 29 Oktober 2021 | 17:48 WIB

6 Faktor Sebab Harga Kripto Shiba Inu (SHIB) Naik, Jumlah Holder Capai 800 Ribu

6 Faktor Sebab Harga Kripto Shiba Inu (SHIB) Naik, Jumlah Holder Capai 800 Ribu

Bisnis | Jum'at, 29 Oktober 2021 | 13:32 WIB

Tidak Hanya Investasi, Banyak Orang Jadikan Trading Kripto Sebagai Pekerjaan

Tidak Hanya Investasi, Banyak Orang Jadikan Trading Kripto Sebagai Pekerjaan

Bisnis | Jum'at, 29 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Ini Alasan NU Jawa Timur Haramkan Uang Kripto

Ini Alasan NU Jawa Timur Haramkan Uang Kripto

Sumsel | Kamis, 28 Oktober 2021 | 21:20 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×