Universal Robots Pertemukan Para Pemimpin Otomasi di Cobot Expo APAC Terbesar

Iwan Supriyatna

Selasa, 09 November 2021 | 15:36 WIB
Universal Robots Pertemukan Para Pemimpin Otomasi di Cobot Expo APAC Terbesar
Robot kolaboratif (cobot).

Suara.com - Universal Robots, pemimpin global dalam robot kolaboratif (cobot), hari ini memulai acara “Collaborative APAC – Cobot Expo 2021”, sebuah acara online di mana para tokoh otomasi di Asia Pasifik berkumpul untuk menjawab tantangan bisnis mengenai masalah tenaga kerja yang mulai menua, kekurangan tenaga kerja, cara mengubah aspirasi karir dengan otomatisasi kolaboratif.

Tidak seperti robot industri tradisional, cobot bersifat kolaboratif dan dirancang untuk bekerja bersama para karyawan, memberikan bisnis manfaat gabungan antara manusia dan robot. Acara online akan menampilkan konsep dan pendekatan baru untuk otomatisasi yang melibatkan kolaborasi manusia-robot yang sempurna.

Tokoh cobot terkemuka, Kim Povlsen, Presiden Universal Robots dan James McKew, Direktur Regional Asia Pasifik turut hadir menyampaikan kata sambutan di acara diskusi panel yang berlangsung 9 November dari pukul pukul 13.00 hingga 13.30 WIB tersebut.

Dalam keynote pertamanya di Asia Pasifik sejak diangkat sebagai Presiden Universal Robots di tahun ini, Povlsen memberikan pemahaman yang mendalam mengenai “Refining Automation” dan memberdayakan tenaga kerja digital di masa depan.

“Ketika perusahaan bergerak menuju masa new normal, kami menyaksikan tantangan rantai pasokan dan kekurangan tenaga kerja yang disebabkan oleh angkatan kerja yang menua dan pilihan karir yang berbeda. Orang-orang mulai mempertanyakan jenis pekerjaan apa yang harus dilakukan oleh manusia. Banyak pekerjaan di bidang manufaktur, perakitan, dan pemrosesan melibatkan pekerjaan yang membosankan, kotor, dan berbahaya. Otomatisasi kolaboratif membuat tren bagi orang untuk naik ke pekerjaan yang lebih menarik. Dengan implementasi robot kolaboratif, seseorang kini dapat menjadi operator cobot yang ahli," kata Kim Povlsen, Presiden, Universal Robots ditulis Selasa (9/11/2021).

"Seorang pekerja kini dapat menugaskan 'rekan kerja' mereka dengan tugas yang berulang, sementara pekerja itu sendiri dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengembangkan strategi inovatif dan menemukan solusi untuk tantangan bisnis dengan kreativitas dan keterampilan pemecahan masalah mereka. Perubahan ini mengarah pada kepuasan kerja yang lebih besar dan kemajuan karir. Di Universal Robots, kami berharap seseorang dapat bekerja dengan robot daripada diperlakukan seperti robot,” Kim menambahkan.

Sedangkan James McKew, Direktur Regional Asia Pasifik, Universal Robots, dalam pidato pembukaannya di diskusi panel tersebut, berbagi kisah mengenai implementasi otomasi kolaboratif yang sukses di Asia Pasifik dan wawasannya tentang prospek regional.

“Berbicara dari perspektif kawasan Asia Pasifik, mengoperasikan sebuah pabrik telah menjadi suatu tantangan karena tenaga kerja yang menua, seperti apa yang telah disebutkan oleh Kim sebelumnya. Gangguan pada rantai pasokan dan kekurangan bahan yang tiba-tiba yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, membuat produsen harus menghadapi transisi. Dengan semua manfaat yang dapat ditawarkan cobot seperti fleksibilitas dan tapaknya yang kecil, pemilik bisnis dan produsen menyadari bahwa mereka dapat tetap menjadi kompetitif di pasar. Ini memungkinkan lebih banyak aktivitas dalam otomatisasi kolaboratif dan bahkan membawa kembali bisnis yang sebelumnya berada di luar negeri,” kata McKew.

Otomasi lebih dari sekadar memiliki robot di seluruh industri untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Saat ini, otomatisasi kolaboratif menawarkan peluang besar bagi bisnis yang siap untuk menerima tren yang berubah dan gelombang otomatisasi. Mulai dari keuntungan finansial hingga penciptaan lapangan kerja baru, cobot akan mendapatkan tempat dalam industri robotika.

baca juga

“Sebagai pelopor di pasar robot kolaboratif dengan lebih dari 50.000 kobot terjual, kami percaya bahwa kobot telah menjadi pendamping yang sempurna bagi operator manusia. Dengan lebih dari 10 juta tugas yang saat ini dilakukan oleh manusia, kami memperkirakan pertumbuhan cobot akan meningkat secara eksponensial. Ada peluang besar untuk membantu bisnis menciptakan pekerjaan yang lebih berarti dan lebih mempercepat gelombang otomatisasi,” jelas Povlsen.

“Sungguh menggembirakan menyaksikan bagaimana negara-negara mencari solusi untuk melindungi karyawan mereka sambil mempertahankan kelangsungan bisnis. Mengambil Singapura sebagai contoh, kini negara tersebut telah menyerukan untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja asing sehubungan dengan pandemi. Karena wabah telah menyebabkan guncangan besar di seluruh perekonomian, Singapura memahami perlunya beradaptasi dengan new normal ini. Hal Ini menciptakan peluang untuk integrasi robot kolaboratif. Ke depan, cobot akan menjadi alat yang gesit untuk aktivitas reshoring, yang selanjutnya mendorong aplikasi kolaboratif di pasar ASEAN,” tutup McKew.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Model Ini Mengeluh Terlalu Cantik, Sering Disangka Robot hingga Penipu

Model Ini Mengeluh Terlalu Cantik, Sering Disangka Robot hingga Penipu

Lifestyle | Minggu, 07 November 2021 | 14:35 WIB

Suguhkan Pengalaman Baru saat Ngopi, Robot Barista OttenMatic Curi Perhatian

Suguhkan Pengalaman Baru saat Ngopi, Robot Barista OttenMatic Curi Perhatian

Lifestyle | Kamis, 04 November 2021 | 15:51 WIB

116 Pinjol Ilegal Ditutup, Satgas Juga Peringatkan Bahaya Robot Trading

116 Pinjol Ilegal Ditutup, Satgas Juga Peringatkan Bahaya Robot Trading

Bisnis | Kamis, 04 November 2021 | 08:25 WIB

Terkini

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:33 WIB

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:26 WIB

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:05 WIB

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:49 WIB

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×