alexametrics

AirNav Indonesia Didorong Jadi Penyedia Layanan Navigasi Level Internasional

M Nurhadi
AirNav Indonesia Didorong Jadi Penyedia Layanan Navigasi Level Internasional
Ilustrasi pesawat mendarat (Pixabay/dirkvermeylen)

AirNav Indonesia yang a memiliki 292 cabang atau unit yang tersebar di Bandara tanah air jadi ujung tombak penyelenggara navigasi penerbangan di Indonesia.

Suara.com - AirNav Indonesia atau Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) kini terus mengusahakan layanan navigasi penerbangan bertaraf internasional bersamaan dengan program transformasi Kementerian BUMN selaku pemegang saham. 

Disampaikan oleh Junior Manager Humas AirNav Indonesia, Syafiandry, meski pandemi COVID-19 masih membayangi, namun hal itu bukan jadi penghalang bagi pihaknya untuk mengambil langkah strategis pelayanan navigasi terbaik. 

"Sebagai entitas dengan fungsi penting dalam menyediakan layanan navigasi udara, AirNav menangani Covid-19 dengan pendekatan yang bijaksana dan terstruktur, kami melakukan yang terbaik untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan karyawan kami dan keluarganya,” ujar Syafiandry, Minggu (14/11/2021).

AirNav Indonesia yang a memiliki 292 cabang atau unit yang tersebar di Bandara tanah air jadi ujung tombak penyelenggara navigasi penerbangan di Indonesia.

Baca Juga: Garuda Indonesia Hampir Pailit, Kementerian BUMN Siapkan PT Pelita Air Service

Syafiandry menyebut, pembentukan Perum LPPNPI merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2012 Tentang Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia. Usai beleid tersebut diterbitkan, pelayanan navigasi yang sebelumnya dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) serta UPT diserahkan kepada AirNav Indonesia.

Dengan demikian, semua navigasi yang ada di 26 bandara dibawah Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II resmi dialihkan ke AirNav Indonesia, bersamaan dengan sumber daya manusia dan peralatannya.

Modal AirNav sepenuhnya dimiliki oleh negara melalui Kementerian BUMN, sementara Kementerian Perhubungan jadi regulator perusahaan.

Perusahaan juga menguatkan bisnis mereka dengan mengelola layanan navigasi di Bandara Toraja, Sulawesi Selatan, usai peresmian yang dilakukan Presiden Joko Widodo pada Maret 2021 lalu. 

Aeronautical Communication Officer, Airnav Indonesia Unit Toraja, Abbas mencatat, pelayanan perusahaan di kawasan itu berupa Aerodrome Flight Information Service (AFIS), yakni tim teknis bertugas memberikan informasi selama penerbangan. 

Baca Juga: Syarat Keluar Masuk Bali Terbaru, Antigen Tak Lagi Diizinkan Berlaku Mulai 24 Oktober 2021

Maskapai yang beroperasi di bandara Toraja diantaranya Citilink, Wings Air, dan Susi Air Perintis dengan rute penerbangan Makassar-Toraja. 

Komentar