facebook

Menkeu Sri Mulyani: Aset yang Nganggur Kini Jadi Musuh Besar

Reza Gunadha | Achmad Fauzi
Menkeu Sri Mulyani: Aset yang Nganggur Kini Jadi Musuh Besar
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. [Tangkapan layar]

Pasalnya, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menilai, musuh besar Kementerian/lembaga saat ini yaitu aset-aset yang tidak berguna.

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta jajarannya untuk memaksimalkan aset-aset negara. Jangan sampai, aset-aset negara justru tidak berguna bagi masyarakat luas. 

Pasalnya, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menilai, musuh besar Kementerian/lembaga saat ini yaitu aset-aset yang tidak berguna. 

"DJKN sebagai punggawa penjaga aset negara juga miliki musuh besar yang nyata, terjadinya aset-aset yang iddle atau tidak berguna. Itu berarti mengkhianati keuangan negara dan keuangan rakyat," ujar Sri Mulyani dalam Apresiasi Kekayaan Negara tahun 2021 virtual, Senin (15/11/2021).

Wanita yang kerap disapa Ani ini juga meminta, Kementerian/Lembaga jangan hanya sekadar mengajukan anggaran untuk membangun aset negara. 

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Aset Negara Kalah Populer Dibanding Hutang dan Pajak

Akan tetapi, juga harus dipikirkan memikirkan secara maksimal pemanfaatan aset yang dibangun atau direvitalisasi.

"Kebutuhan aset melalui pengunaan skema penggunaan negara, baik dibeli/dibangun harus sejak perencanannya sudah dipikirkan aset ini akan digunakan seperti apa, berapa nilainya, nilai ekonominya dan efisiensinya. Nah di Kementerian/Lembaga termasuk di Kepolisian dan Kemenhan, Aset-aset yang dibeli untuk alutista itu keuangan negara," ucap dia.

Sri Mulyani menambahkan, pemenuhan kebutuhan Kementerian/lembaga juga tidak harus melakukan pengadaan dan pembangunan baru.

Ia menyebut, Kementerian/Lembaga bisa memanfaatkan aset negara yang tidak berguna untuk memenuhi kebutuhan. 

"Kementerian/Lembaga memanfaatkan aset-aset negara, pengelolaan aset itu bukan hanya pemanfaatan ekonomomi dan keuangan, namun saat menciptakan cost saving atau biaya yang lebih turun dari kementerian/lembaga. Ini wujud untuk melakukan belanja negara secara pruden, hati-hati dan prinsip-prinsip efisiensi dan efektivitas," pungkas dia.

Baca Juga: Rencana Sri Mulyani Naikkan Cukai Rokok Dinilai Bisa Picu Pengangguran Massal

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar