facebook

Minta Aset Negara Harus Diadministrasikan, Sri Mulyani: Biar Nggak Diserobot

Chandra Iswinarno
Minta Aset Negara Harus Diadministrasikan, Sri Mulyani: Biar Nggak Diserobot
Menkeu Sri Mulyani dalam konfrensi pers APBN Kita pada Kamis (23/9/2021). [Tangkapan layar]

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta barang milik negara (BMN) atau aset negara harus segara diadministrasikan atau dilegalkan.

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta barang milik negara (BMN) atau aset negara harus segara diadministrasikan atau dilegalkan. 

Hal ini dilakukan agar tidak tindak penyerobotan aset oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Menurut Sri Mulyani, saat ini banyak mafia-mafia aset yang siap menyerobot aset negara setiap waktu. 

"Terus terang kalau aset negara tidak diadministrasikan, tidak memiliki status legal yang kuat, mudah sekali dilakukan penyerobotan. penyerobotan baik oleh oknum bekerja sama dengan mafia aset atau mafia tanah," ujar Sri Mulyani dalam Apresiasi Kekayaan Negara tahun 2021 virtual, Senin (15/11/2021).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan, dengan adanya diadministrasinya aset negara ini juga memberikan kepastian hukum secara legal. 

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani: Aset yang Nganggur Kini Jadi Musuh Besar

Apalagi, saat ini pemerintah tengah mengejar aset-aset negara yang dulu mendapatkan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BI) yang hingga kini tidak melunasi fasilitas tersebut.

"Ini hal yang saya minta diperangi oleh DJKN. apalagi saat ini sedang juga melakukan kegiatan penting untuk mengembalikan hak negara melalui Satgas BLBI," ucap dia. 

Sri Mulyani juga meminta kepada jajaran untuk melindungi aset negara dari berbagai musibah mulai dari bencana alam hingga kebakaran. 

Maka dari itu, tambah Sri Mulyani, Kementerian Keuangan mulai mengasuransikan aset-aset milik negara sebagai jaminan akan terjadinya bencana alam.

"kita sekarang melakukan berbagai upaya asuransikan BMN-BMN. Tadi saya melihat datanya meningkat. Karena negara yang masih punya potensi kedaruratan bencana alam, maka kita juga harus memikirkan aset negara yang kita bangun harus bisa bertahan dan selamat dari kemungkinan bencana alam," katanya.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Aset Negara Kalah Populer Dibanding Hutang dan Pajak

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar