alexametrics

Produk UMKM RI Diharapkan Berlabel SNI Supaya Berdaya Saing

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Produk UMKM RI Diharapkan Berlabel SNI Supaya Berdaya Saing
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan pada acara The 4th Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD).

Luhut Binsar Pandjaitan menginginkan prodok-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memenuhi standar nasional Indonesia (SNI).

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menginginkan prodok-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memenuhi standar nasional Indonesia (SNI).

Menurut dia, hal ini penting agar produk-produk UMKM bisa bersaing dan bisa tembus pasar ekspor.

"Jadi krusial, sebab setelah ditetapkannya standar jadi acuan para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kreativitas dan kualitasnya dan SNI ini sekaligus melindungi kita untuk kita bisa bersaing dengan produk luar," ujar Luhut dalam sebuah webinar, Selasa (30/11/2021).

Wakil Ketua KPCPEN ini menyebut banyak produk-produk UMKM yang potensial tembus pasar ekspor. Maka dari Itu, bilang Luhut, perlu ada keselerasan produk dari segmentasi pasarnya lewat SNI itu sendiri.

Baca Juga: Belum Telat! Cara Daftar UMKM Lewat Sistem Online Single Submission atau OSS

"Oleh karena itu, penerapan SNI menjadi solusi yang dapat menjawab tantangan umkm yaitu legitimasi atas produk UMKM," ucap dia.

Luhut menambahkan, poin penting lainnya dalam penguatan UMKM yaitu kesediaan sarana dan prasarana.

Ia menjelaskan, semakin gencar mempromosikan UMKM, maka semakin besar peluang produk UMKM dikenal lebih luas.

"Saya yakin program pembinaan dan sertifikasi dari BSSN akan mampu membantu akselerasi pengembangan UMKM, secara signifikan, utamanya membantu daya saing produk nasional untuk menembus pasar global," tuturnya.

Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengungkapkan daya saing masih jadi tantangan terbesar para usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal ini yang membuat produk UMKM sulit untuk menuju pasar global.

Baca Juga: 5 BLT yang Cair Desember 2021: Diskon Listrik PLN hingga Kartu Sembako

Hal ini diketahui dengan adanya kajian dari The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Bahkan, kata Teten, produk dalam negeri masih kalah di bandingkan negara tetanga, seperti Thailand, Singapura, dan Thailand.

"Di ASEAN, Indonesia berada di peringkat 4, setelah Singapura, Malaysia, dan Thailand," ujar Teten.

Menurut Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini, salah satu yang bisa meningkat daya saing yaitu dengan melakukan standar nasional indonesia (SNI) pada produk UMKM.

Dengan SNI, tutur Teten, produk UMKM bisa dikenal luas dan bisa masuk pasar global.

"Jadi SNI bisa jadi solusi agar produk Indonesia bisa pengembangan usaha sesuai standardisasi dan sertifikasi, sehingga produknya punya nilai jual tinggi. Di sini lah peran SNI yang bisa tingkatkan daya saing UMKM," ucap Teten.

Komentar