alexametrics

Tetapkan Harga Rp 160, Widodo Makmur Perkasa Bakal Raup Dana IPO Rp 707 Miliar

Agung Sandy Lesmana | Mohammad Fadil Djailani
Tetapkan Harga Rp 160, Widodo Makmur Perkasa Bakal Raup Dana IPO Rp 707 Miliar
Ilustrasi saham [Shutterstock]

Dengan demikian, perseroan akan mengantongi Rp707,04 miliar dalam aksi IPO ini.

Suara.com - Jika tidak ada aral melintang, PT Widodo Makmur Perkasa (WMPP) bakal mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan skema Initial Public Offering (IPO) pada 6 Desember 2021.

Perusahaan yang bergerak di bidang Consumer Goods dan Komoditas Agrikultur ini menetapkan harga nominal saham Rp20 dan harga penawaran saham sebesar Rp160 perlembar dengan melepas sebanyak 4,41 miliar saham ke publik, porsi tersebut mewakili 15,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.

Dengan demikian, perseroan akan mengantongi Rp707,04 miliar dalam aksi IPO ini.

CEO & Founder Widodo Makmur Perkasa Tumiyana mengatakan langkah IPO ini akan menjadi katalis bagi perseroan dalam bergerak maju dan merealisasikan rencana pertumbuhan jangka panjang Perusahaan yang telah dirancang.

Baca Juga: IHSG Selasa Sore Ditutup Anjlok 1,13 Persen ke Posisi 6.533

"Yang menjadi menarik di WMPP ini kami memiliki 5 lini bisnis yang saling terintegrasi serta menerapkan model bisnis hijau yang berkelanjutan, yang akan memberikan nilai tambah bagi para Pemegang Saham," kata Tumiyana dalam keterangan persnya.

Sehingga menurut dia, saham WMPP patut dipertimbangkan oleh para calon investor untuk dikoleksi di dalam portofolionya sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Lebih lanjut, Perusahaan berencana menggunakan sekitar 11,50 persen dari dana IPO untuk membiayai pengembangan kerjasama operasi (KSO) export yard, logistik, dan rumah potong hewan di Australia bersama mitra.

Sekitar 19 persen akan digunakan untuk membiayai pembangunan fasilitas peternakan terintegrasi dan perkebunan jagung di Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Sekitar 19 persen akan digunakan untuk pemberian modal kepada entitas usaha, sedangkan sisanya sekitar 50,50 persen akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Dalam hajatan IPO nanti yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Surya Fajar Sekuritas, dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia. 

Baca Juga: Investor Korsel Mulai Hati-hati Dampak Varian Omicron, Apa Kabar Indonesia?

Sementara itu, penjamin emisi efek adalah PT Samuel Sekuritas Indonesia, PT Valbury Sekuritas Indonesia, dan PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk.
 

Komentar