alexametrics

Investor Korsel Mulai Hati-hati Dampak Varian Omicron, Apa Kabar Indonesia?

M Nurhadi
Investor Korsel Mulai Hati-hati Dampak Varian Omicron, Apa Kabar Indonesia?
Bursa Efek Indonesia (Shutterstock)

Saham Korea Selatan terpantau mengalami pelemahan untuk sesi keenam berturut-turut pada Selasa (30/11/2021) pagi.

Suara.com - Saham Korea Selatan terpantau mengalami pelemahan untuk sesi keenam berturut-turut pada Selasa (30/11/2021) pagi, terdampak sikap hati-hati dari para investor terkait perkembangan varian Omicron. Selain itu juga data China membebani momentum pemulihan ekonomi, sementara won menguat dan imbal hasil obligasi turun.

Indikator utama Bursa Efek Korea, Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) melemah 4,14 poin atau 0,14 persen, menjadi diperdagangkan di 2.905,18 poin pada pukul 01.27 GMT, menyusul penurunan 0,92 persen pada Senin (29/11/2021).

Di antara saham-saham kelas berat, raksasa teknologi Samsung Electronics menguat 0,97 persen, sementara rekannya SK Hynix dan pembuat baterai LG Chem masing-masing merosot 0,43 persen dan 1,54 persen.

Varian Omicron mendorong aksi jual luas di tengah kekhawatiran investor bahwa hal itu akan semakin mengganggu pemulihan ekonomi yang sedang berkembang, dengan banyak negara menutup perbatasan mereka untuk mencegah wabah baru.

Baca Juga: Cegah Covid-19 Varian Omicron, Ini Daftar Negara yang Warganya Dilarang Masuk Indonesa

Korea Selatan melaporkan 3.032 kasus baru virus corona untuk Senin (29/11/2021), tetapi sejauh ini tidak ada kasus Omicron yang dilaporkan.

Aktivitas di sektor jasa-jasa China terpantau tumbuh lebih lambat pada November, karena sektor tersebut terpukul dari tindakan penguncian baru ketika pihak berwenang berlomba untuk menahan wabah terbaru.

Sementara itu, data Korea Selatan menunjukkan produksi pabrik pada Oktober menyusut pada laju paling tajam dalam hampir 1,5 tahun karena kekurangan chip mobil terus membebani produksi.

Won dikutip dari Antara pada 1,188,5 per dolar di platform penyelesaian transaksi dalam negeri, 0,38 persen lebih tinggi dari penutupan hari sebelumnya.

Pada perdagangan luar negeri, won dikutip pada 1.187,9 per dolar, naik 0,2 persen dari hari sebelumnya, sementara dalam perdagangan non-deliverable forward kontrak satu bulannya dikutip pada 1,187,5.

Baca Juga: Perlukah Vaksin Covid-19 Baru untuk Varian Omicron? Ini Kata Ahli!

Di pasar uang dan utang, kontrak Desember pada obligasi pemerintah tiga tahun naik 0,04 poin menjadi 108,99. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Korea 10-tahun yang dijadikan acuan naik 0,6 basis poin menjadi 2,271 persen.

Komentar