Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tatalogam Group Komitmen Jaga Mutu dan Standart Produk

Iwan Supriyatna

Kamis, 09 Desember 2021 | 13:32 WIB
Tatalogam Group Komitmen Jaga Mutu dan Standart Produk
Tatalogam Group.

Suara.com - Saat ini Pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan bagi perekonomian global dalam jangka pendek. Pertumbuhan ekonomi in global cenderung melambat walaupun beberapa indikator mulai menunjukkan pulihnya ekonomi.

World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan berada di angka 5,6 persen, sementara IMF memperkirakan di 5,9 persen. Proyeksi positif pertumbuhan ekonomi tersebut didasarkan menurunnya kasus Global harian covid-19, aktivitas manufaktur global terus tumbuh ekspansif, harga komoditas meningkat seiring dilihat permintaan global dan optimisme outlook ekonomi yang solid kedepannya.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melalui Deputi Didang Ekonomi Digital Ketenagakerjaan dan UMKM-nya, Dr Ir Muhammad Rudi Salahuddin MM menyebutkan, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 3,50 1% di Kuartal ketiga tahun 2021, sedikit melambat dari kuarter kedua 2021 sebesar 7,07 persen yang diakibatkan dari terbatasnya aktivitas ekonomi yang timbul akibat adanya kebijakan pemerintah untuk melakukan pembatasan kegiatan guna menekan penyebaran varian Delta covid- 19.

“Walaupun pertumbuhan ekonomi melambat tetapi indikator ekonomi sektor riil menunjukkan prospek perbaikan ekonomi. Tren pertumbuhan positif ekonomi Indonesia perlu dijaga dan ditingkatkan. Oleh karena itu, kualitas produk, baik barang dan jasa Indonesia juga harus ditingkatkan agar semakin dapat bersaing di pasar internasional. Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah salah satu cara untuk menjaga kualitas produk dalam negeri agar mampu bersaing di era perdagangan bebas ini,” terang Rudi saat membuka SNI Award 2021 menggantikan Menko Perekonomian, beberapa waktu lalu.

Komitmen ini pun ditunjukkan juga oleh perusahaan baja ringan terbesar di Indonesia, Tatalogam Group. Vice President Tatalogam Group, Stephanus Koeswandi mengungkapkan, kesadaran sebagai market leader produsen genteng metal dan baja ringan nasional, Tatalogam Group melalui anak perusahaannya yaitu PT Tatalogam Lestari dan PT Tata Metal Lestari secara konsisten menunjukkan komitmen mereka dalam penerapan SNI (Standar Nasional Indonesia), mutu dan standar produk.

Bentuk komitmen ini juga yang akhirnya mengantar perusahaan ini meraih 2 penghargaan di ajang SNI Award 2021 untuk kategori Organisasi Besar Barang Sektor Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S. Achmad dan Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian (PSPK), Zakiyah.

“Penerapan SNI pada produk – produk Tatalogam Group merupakan tanggung jawab kami kepada seluruh konsumen dan masyarakat Indonesia. Menerapkan standarisasi dan menjamin mutu serta kualitas produk merupakan komitmen yang kami terapkan dalam proses produksi secara berkelanjutan,” ujar Stephanus ditulis Kamis (9/12/2021).

“Semoga dengan SNI Award ini dapat lebih mendorong kami untuk terus maju dan tumbuh dari segala aspek bisnis dan terus fokus terhadap pengembangan sumber daya, inovasi produk, dan pelayanan terhadap konsumen dan masyarakat,” lanjut Stephanus.

Kepala Badan Standar Nasional, Kukuh S Achmad menjelaskan, SNI award merupakan penghargaan dari pemerintah Republik Indonesia bagi perusahaan, organisasi yang secara konsisten menerapkan Standar Nasional Indonesia. Dan dari penerapan SNI tersebut memberikan hasil kinerja yang sangat baik serta berkelanjutan.

baca juga

“Penerima penghargaan SNI Awards merupakan organisasi yang dinilai mampu mengelola perubahan serta bertransformasi dalam menghadapi tantangan terutama dunia bisnis yang sangat dinamis. Seperti telah kita ketahui bersama bahwa ide awal penyelenggaraannya SNI Award adalah merupakan bagian dari upaya stimulasi peningkatan penerapan SNI. Melalui SNI Award diharapkan Produsen, konsumen, dan masyarakat umum, semakin menghargai aspek mutu dan memahami perlunya berpartisipasi aktif dalam pengembangan dan penggunaan SNI sebagai referensi penyediaan dan permintaan pasar. Pada gilirannya, SNI diharapkan bisa secara signifikan memberi kontribusi dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama terkait aspek kesehatan, keamanan, dan lingkungan hidup serta memberi kontribusi dalam meningkatkan daya saing nasional,” ujar Kukuh dalam sambutannya.

Ia menambahkan, selain sebagaibentuk apresiasi kepada para pelaku usaha, SNI Award juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha maupun organisasi lainnya untuk ikut serta menstandarisasikan produknya agar dapat lebih bersaing dalam pasar global, serta mendapatkan pengakuan atas kualitas produksinya, tidak hanya dalam lingkup dalam negeri, tetapi juga dalam lingkup pengakuan dunia internasional kedepannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kawasan Ekonomi Khusus Dapat Komitmen Investasi Rp 92,9 Triliun

Kawasan Ekonomi Khusus Dapat Komitmen Investasi Rp 92,9 Triliun

Bisnis | Senin, 06 Desember 2021 | 19:05 WIB

Ada Varian Omicron, Goldman Sachs Pangkas Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi AS

Ada Varian Omicron, Goldman Sachs Pangkas Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi AS

Bisnis | Senin, 06 Desember 2021 | 08:44 WIB

Rakyat Kecil Usaha Sendiri, Politisi PKS Pertanyakan Dampak Pertumbuhan Ekonomi

Rakyat Kecil Usaha Sendiri, Politisi PKS Pertanyakan Dampak Pertumbuhan Ekonomi

News | Sabtu, 04 Desember 2021 | 16:14 WIB

Terkini

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:52 WIB

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

×