Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Hacker Kembali Beraksi, Curi Aset Senilai Rp1 Triliun Dari Bursa Kripto

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 15 Desember 2021 | 13:27 WIB
Hacker Kembali Beraksi, Curi Aset Senilai Rp1 Triliun Dari Bursa Kripto
Ilustrasi Cyber Hacker. (Unsplash//Clint Patterson)

Suara.com - Bursa kripto AscendEX belum lama ini mengkonfirmasi aset kripto yang ada pada mereka dicuri oleh sekelompok pihak tak bertanggung jawab dengan transfer keluar dari hot wallet bursa itu tanpa izin.

Meski belum dijelaskan total kerugiannya, perkiraan awal menunjukkan kerugian yang terjadi bernilai US$80 juta setara Rp1,1 triliun.

Kronologi pencurian aset ini bermula saat Minggu (12/12/2021) lalu, AscendEX mendeteksi sejumlah token berbasis Ethereum, Binance Smart Chain (BSC) serta Polygon ditransfer keluar dari hot wallet.

Perusahaan itu lantas segera melakukan penyelidikan dan cold wallet tidak terdampak. Mereka juga menegaskan, pelanggan yang terdampak menjadi korban akan sepenuhnya diganti oleh AscendEX.

Usai adanya laporan ini, PeckShield memperkirakan kerugian dana mencapai sekitar US$78 juta. US$60 juta dari token berbasis Ethereum, US$9,2 juta dari BSC dan US$8,5 juta dari Polygon.

Dalam laporan terkait,  PeckShield turut menyertakan data token-token yang terlibat dalam peretasan ini, diantaranyaUSD Coin (USDC), Tether (USDT) dan Shiba Inu (SHIB).

Dari data yang sama, setidaknya 77 token ERC-20 yang disedot, diantaranya adalah Fantom (FTM) sebesar US$2,5 juta, Polygon (MATIC) sebesar US$691 ribu, Chainlink (LINK) sebesar US$354 ribu, Wrapped Bitcoin (WBTC) senilai US$293 ribu, SHIB senilai US$145 ribu, Axie Infinity Shard (AXS) senilai US$70 ribu dan lainnya.

Mengutip dari Blockchainmedia, aksi kriminal siber oleh hacker ini jadi serangan terbesar kedua yang dialami bursa kripto sentralistik sejak awal bulan Desember.

Mengutip dari CryptoPotato, pada pekan lalu BitMart jadi sasaran hacker usai data keamanan mereka bocor dengan total kerugian US$200 juta.

Bitmart menangguhkan penarikan sementara dan juga berjanji untuk mengganti rugi dana pengguna dari simpanan Bitmart sendiri.

“Fungsi deposit dan penarikan semua token akan dibuka tahap demi tahap seiring proses pemulihan ujicoba keamanan dan pengembangan rantai publik. Tidak perlu khawatir, kami bergerak maju dan keamanan akan selalu menjadi prioritas utama,” jelas CEO Bitmart, Sheldon Xia.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bitcoin Bikin Kejahatan Siber Semakin Marak

Bitcoin Bikin Kejahatan Siber Semakin Marak

Tekno | Senin, 13 Desember 2021 | 16:31 WIB

Rupiah Digital Diklaim Bisa Melawan Gelombang Kripto di Indonesia

Rupiah Digital Diklaim Bisa Melawan Gelombang Kripto di Indonesia

Bisnis | Senin, 13 Desember 2021 | 11:35 WIB

WhatsApp Rilis Fitur Pembayaran Berbasis Mata Uang Kripto

WhatsApp Rilis Fitur Pembayaran Berbasis Mata Uang Kripto

Tekno | Minggu, 12 Desember 2021 | 20:50 WIB

Komunitas Kripto di Jogja Menggeliat Tapi Terganjal Regulasi yang Tumpang Tindih

Komunitas Kripto di Jogja Menggeliat Tapi Terganjal Regulasi yang Tumpang Tindih

Jogja | Minggu, 12 Desember 2021 | 19:42 WIB

Wamendag Dukung Platform Karya Anak Bangsa Masuk ke Dunia Metaverse

Wamendag Dukung Platform Karya Anak Bangsa Masuk ke Dunia Metaverse

Press Release | Sabtu, 11 Desember 2021 | 10:40 WIB

Makin Berani, Kripto Meme FLOKI Jor-joran Pasang Iklan di Israel

Makin Berani, Kripto Meme FLOKI Jor-joran Pasang Iklan di Israel

Bisnis | Jum'at, 10 Desember 2021 | 15:00 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB