Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bisnis Calo Akpol Terus Tipu Masyarakat, Begini Cara Kerja Komplotan Pelaku

M Nurhadi

Senin, 20 Desember 2021 | 11:54 WIB
Bisnis Calo Akpol Terus Tipu Masyarakat, Begini Cara Kerja Komplotan Pelaku
ilustrasi-Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Eko Budi Sampurno memantau proses seleksi calon taruna Akademi Kepolisian tahun anggaran 2021, Selasa 8 Juni 2021 / [pojokcelebes.com]

Suara.com - Pada Minggu (19/12/2021) kemarin, kepolisian mengamankan seorang pemuda bernama Imam Wahyudi yang diduga menjadi pelaku penipuan calo masuk Akademi Kepolisian (Akpol). 

Penangkapan ini disampaikan Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi, penangkapan ini didasari laporan dari korban bernama Syaiful Bahri.

Kronologi bermula saat Efendi Setiawan mempertemukan Imam Wahyudi dengan korban Syaiful Bahri di sebuah kafe dengan maksud memuluskan anak Syaiful Bahri bernama Abdul Mutholib untuk masuk ke Akademi Kepolisian (Akpol).

"Dalam pertemuan itu Imam Wahyudi menyanggupi dan meminta uang sebesar Rp600 juta kepada Syaiful Bahri agar anaknya bisa masuk Akpol," katanya, Minggu (19/12/2021).

Tidak lama kemudian, korban Syaiful Bahri langsung mengirim uang sebesar R 600 juta kepada Imam Wahyudi secara terpisah.

Uang sebesar Rp 400 juta ke rekening Bank Mandiri milik Imam dan Rp 200 juta ke rekening Bank BRI milik Sukardi.

"Setelah uang sebesar Rp 600 juta itu diberikan ternyata Abdul Mutholib tidak bisa masuk Akpol sedangkan Imam Wahyudi sudah kabur. Lalu korban membuat laporan ke kita," ujar dia.

Usai menerima laporan, personel Subdit 5 Renakta Dit Reskrimum Polda Sumut segera melakukan penyelidikan dan memeriksa para saksi.

"Atas perbuatannya tersangka Imam Wahyudi ditahan dan terancam hukuman di atas lima tahun kurungan penjara. Penyidik juga masih melanjutkan pendalaman beberapa orang terkait kasus itu," ucap Hadi.

baca juga

Di hadapan polisi, Imam Wahyudi mengaku menerima uang Rp600 juta dari korban dan sudah dibagi-bagikan kepada sejumlah orang, diantaranya Efendi Setiawan Rp139 juta, Nasrul sebesar Rp40 juta, Deny Reza sebesar Rp20 juta dan Sukardi sebesar Rp1 juta.

Ia melanjutkan, polisi berharap masyarakat tidak mudah percaya dengan iming-iming memuluskan lolos ke Akpol tanpa melalui seleksi secara resmi.

"Kami menghimbau kepada masyarakat bahwa rekrutmen Anggota Polri itu menerapkan prinsip BETAH ( Bersih, Transfaran, Akuntabel dan Humanis ), jadi siapapun bisa mendaftar dan masuk tanpa bayar sepeser pun," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Bongkar Penipuan Masuk Akpol di Sumut, Korban Diminta Rp 600 Juta

Polisi Bongkar Penipuan Masuk Akpol di Sumut, Korban Diminta Rp 600 Juta

Sumut | Minggu, 19 Desember 2021 | 20:16 WIB

Calo Pekerja Migran Berkeliaran Cari Mangsa di Cianjur

Calo Pekerja Migran Berkeliaran Cari Mangsa di Cianjur

Jabar | Kamis, 16 Desember 2021 | 05:30 WIB

Bupati Akui Banyak Calo Pekerja Migran Indonesia di Cianjur

Bupati Akui Banyak Calo Pekerja Migran Indonesia di Cianjur

Bogor | Senin, 13 Desember 2021 | 12:16 WIB

Calo PNS Tipu 14 Korban dan Raup Ratusan Juta di Sumut Ditangkap

Calo PNS Tipu 14 Korban dan Raup Ratusan Juta di Sumut Ditangkap

Sumut | Rabu, 17 November 2021 | 12:11 WIB

Warga Surabaya dan Jember Tertipu Iming-iming Masuk Akpol Jalur Khusus, Rp2 Miliar Amblas

Warga Surabaya dan Jember Tertipu Iming-iming Masuk Akpol Jalur Khusus, Rp2 Miliar Amblas

Jatim | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 19:35 WIB

Belasan Warga Ditipu Calo, Diimingi Kerja di RSUD dan Samsat Malingping

Belasan Warga Ditipu Calo, Diimingi Kerja di RSUD dan Samsat Malingping

Banten | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 15:15 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×