Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.916,070
LQ45 584,483
Srikehati 289,903
JII 349,817
USD/IDR 17.994

Bisnis Calo Akpol Terus Tipu Masyarakat, Begini Cara Kerja Komplotan Pelaku

M Nurhadi

Senin, 20 Desember 2021 | 11:54 WIB
Bisnis Calo Akpol Terus Tipu Masyarakat, Begini Cara Kerja Komplotan Pelaku
ilustrasi-Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Eko Budi Sampurno memantau proses seleksi calon taruna Akademi Kepolisian tahun anggaran 2021, Selasa 8 Juni 2021 / [pojokcelebes.com]

Suara.com - Pada Minggu (19/12/2021) kemarin, kepolisian mengamankan seorang pemuda bernama Imam Wahyudi yang diduga menjadi pelaku penipuan calo masuk Akademi Kepolisian (Akpol). 

Penangkapan ini disampaikan Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi, penangkapan ini didasari laporan dari korban bernama Syaiful Bahri.

Kronologi bermula saat Efendi Setiawan mempertemukan Imam Wahyudi dengan korban Syaiful Bahri di sebuah kafe dengan maksud memuluskan anak Syaiful Bahri bernama Abdul Mutholib untuk masuk ke Akademi Kepolisian (Akpol).

"Dalam pertemuan itu Imam Wahyudi menyanggupi dan meminta uang sebesar Rp600 juta kepada Syaiful Bahri agar anaknya bisa masuk Akpol," katanya, Minggu (19/12/2021).

Tidak lama kemudian, korban Syaiful Bahri langsung mengirim uang sebesar R 600 juta kepada Imam Wahyudi secara terpisah.

Uang sebesar Rp 400 juta ke rekening Bank Mandiri milik Imam dan Rp 200 juta ke rekening Bank BRI milik Sukardi.

"Setelah uang sebesar Rp 600 juta itu diberikan ternyata Abdul Mutholib tidak bisa masuk Akpol sedangkan Imam Wahyudi sudah kabur. Lalu korban membuat laporan ke kita," ujar dia.

Usai menerima laporan, personel Subdit 5 Renakta Dit Reskrimum Polda Sumut segera melakukan penyelidikan dan memeriksa para saksi.

"Atas perbuatannya tersangka Imam Wahyudi ditahan dan terancam hukuman di atas lima tahun kurungan penjara. Penyidik juga masih melanjutkan pendalaman beberapa orang terkait kasus itu," ucap Hadi.

baca juga

Di hadapan polisi, Imam Wahyudi mengaku menerima uang Rp600 juta dari korban dan sudah dibagi-bagikan kepada sejumlah orang, diantaranya Efendi Setiawan Rp139 juta, Nasrul sebesar Rp40 juta, Deny Reza sebesar Rp20 juta dan Sukardi sebesar Rp1 juta.

Ia melanjutkan, polisi berharap masyarakat tidak mudah percaya dengan iming-iming memuluskan lolos ke Akpol tanpa melalui seleksi secara resmi.

"Kami menghimbau kepada masyarakat bahwa rekrutmen Anggota Polri itu menerapkan prinsip BETAH ( Bersih, Transfaran, Akuntabel dan Humanis ), jadi siapapun bisa mendaftar dan masuk tanpa bayar sepeser pun," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Bongkar Penipuan Masuk Akpol di Sumut, Korban Diminta Rp 600 Juta

Polisi Bongkar Penipuan Masuk Akpol di Sumut, Korban Diminta Rp 600 Juta

Sumut | Minggu, 19 Desember 2021 | 20:16 WIB

Calo Pekerja Migran Berkeliaran Cari Mangsa di Cianjur

Calo Pekerja Migran Berkeliaran Cari Mangsa di Cianjur

Jabar | Kamis, 16 Desember 2021 | 05:30 WIB

Bupati Akui Banyak Calo Pekerja Migran Indonesia di Cianjur

Bupati Akui Banyak Calo Pekerja Migran Indonesia di Cianjur

Bogor | Senin, 13 Desember 2021 | 12:16 WIB

Calo PNS Tipu 14 Korban dan Raup Ratusan Juta di Sumut Ditangkap

Calo PNS Tipu 14 Korban dan Raup Ratusan Juta di Sumut Ditangkap

Sumut | Rabu, 17 November 2021 | 12:11 WIB

Warga Surabaya dan Jember Tertipu Iming-iming Masuk Akpol Jalur Khusus, Rp2 Miliar Amblas

Warga Surabaya dan Jember Tertipu Iming-iming Masuk Akpol Jalur Khusus, Rp2 Miliar Amblas

Jatim | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 19:35 WIB

Belasan Warga Ditipu Calo, Diimingi Kerja di RSUD dan Samsat Malingping

Belasan Warga Ditipu Calo, Diimingi Kerja di RSUD dan Samsat Malingping

Banten | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 15:15 WIB

Terkini

Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?

Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:25 WIB

Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:20 WIB

Transaksi Kripto Naik di Mei 2026

Transaksi Kripto Naik di Mei 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:19 WIB

Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG

Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:13 WIB

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09 WIB

PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput

PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:08 WIB

Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera

Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:02 WIB

Bulog Tegaskan Kualitas Beras Tetap Terjaga hingga Penjuru Timur Indonesia

Bulog Tegaskan Kualitas Beras Tetap Terjaga hingga Penjuru Timur Indonesia

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:53 WIB

Purbaya Kasih Bukti Ekonomi RI Tetap Kuat di Pertengahan Tahun 2026

Purbaya Kasih Bukti Ekonomi RI Tetap Kuat di Pertengahan Tahun 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:59 WIB

Kementerian ESDM Terus Tunda Pengesahan RKAB Batubara, Pemadaman Listrik Masih Mengintai

Kementerian ESDM Terus Tunda Pengesahan RKAB Batubara, Pemadaman Listrik Masih Mengintai

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:40 WIB

×