- Militer Iran pada Rabu (11/3/2026) mengancam harga minyak dunia mencapai 200 dolar AS per barel.
- Serangan sebelumnya oleh Israel dan AS terhadap Iran telah menyebabkan harga minyak menyentuh 118 dolar AS per barel.
- Iran mengancam akan menyerang bank-bank Timur Tengah yang berbisnis dengan Amerika Serikat dan Israel sebagai balasan serangan.
Suara.com - Militer Iran pada Rabu (11/3/2026) memperingatakan dunia untuk bersiap menghadapi kenyataan baru, harga minyak yang mencapai 200 dolar AS per barel. Ancaman ini disampaikan ketika tiga kapal tanker, termasuk milik Thailand, diserang di Selat Hormuz.
Harga minyak dunia sempat menyentuh 118 dolar AS per barrel pada awal pekan ini setelah Israel mengebom depot minyak Iran pada akhir pekan kemarin. Harga minyak yang melonjak tajam, tertinggi sejak 2022, membuat bursa-bursa saham dunia tumbang, termasuk di Asia.
Beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Thailand, Filipina dan Vietnam mulai melakukan penghematan energi ketat dengan memerintahkan para pegawai negeri untuk bekerja dari rumah.
Tetapi di tengah pekan harga minyak kembali turun setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump berhasil meyakinkan pasar bahwa perang dengan Iran akan segera berakhir, setelah AS dan Israel memulai serangan ke Iran pada 28 Februari lalu.
"Bersiap-siaplah menghadapi harga minyak 200 dolar AS per barrel, karena harga minyak bergantung pada keamanan kawasan yang sudah kalian ganggu," kata Ebrahim Zolfaqari, juru bicara militer Iran.
Dalam beberapa hari terakhir Iran juga semakin menggencarkan serangan terhadap infrastruktur minyak negara-negara tetangganya seperti Arab Saudi, Qatar dan Emirat Arab untuk mengganggu pasokan energi global.
Selain itu Zolfaqari juga mengungkapkan bahwa Iran kini akan mengincar bank-bank di Timur Tengah, setelah AS dan Israel mengebom beberapa kantor perbankan di Teheran pada Selasa malam (10/3/2026).
Zolfaqari mengancam bahwa militer Iran akan menyasar kantor-kantor bank yang berbisnis dengan Amerika Serikat dan Israel. Ia memperingatakan penduduk di Timur Tengah untuk berada minimal 1 km dari kantor-kantor perbankan.
Baca Juga: Laporan Media Asing Ungkap Jumlah Korban Ledakan di Bandara Internasional Dubai