Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Ribuan Penerbangan Dibatalkan Gara-gara Omicron, Cek Tiket Pesawat Kamu

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 27 Desember 2021 | 08:52 WIB
Ribuan Penerbangan Dibatalkan Gara-gara Omicron, Cek Tiket Pesawat Kamu
Ilustrasi pesawat mendarat (Pixabay/dirkvermeylen)

Suara.com - Sebagian besar warga Amerika Serikat (AS) sepertinya tidak akan merasakan liburan saat natal dan tahun baru. Pasalnya, banyak maskapai penerbangan di AS membatalkan penerbangan secara massal.

Pembatalan penerbangan ini bukan tanpa alasan. Penyebaran kasus omicron di AS yang sangat tinggi ini jadi alasan utama tidak adanya penerbangan saat liburan natal.

Seperti dikutip dari CNN Business, lebih dari 1.200 penerbangan AS dibatalkan dan lebih dari 5.000 ditunda Minggu, menurut FlightAware. Secara global, ada lebih dari 2.000 pembatalan.

Kendala operasional di maskapai penerbangan akan datang karena jutaan orang masih terbang meskipun ada peningkatan kasus virus corona. TSA mengatakan pihaknya menyaring 2,19 juta penumpang di bandara di seluruh negeri pada hari Kamis, angka tertinggi sejak kenaikan dalam perjalanan liburan dimulai seminggu yang lalu.

Pada hari Kamis, United Airlines ( UAL ) mengatakan harus membatalkan beberapa penerbangan karena varian Omicron.

Lonjakan nasional dalam kasus Omicron minggu ini berdampak langsung pada kru penerbangan kami dan orang-orang yang menjalankan operasi kami, kata memo United yang diperoleh CNN.

United membatalkan 201 penerbangan pada hari Jumat, mewakili 10% dari total jadwalnya dan 238 penerbangan pada hari Sabtu, mewakili 12% dari total perbangannya menurut situs pelacakan penerbangan FlightAware .

United telah memberitahu pelanggan yang terkena dampak sebelum mereka datang ke bandara menurut pernyataan perusahaan.

"Kami mohon maaf atas gangguan ini dan sedang bekerja keras untuk memesan ulang sebanyak mungkin orang dan membawa mereka dalam perjalanan untuk liburan."

Kamis malam, Delta Air Lines ( DAL ) juga membatalkan penerbangan. Maskapai ini membatalkan 173 penerbangan Malam Natal, menurut FlightAware. Delta mengatakan pembatalan itu karena beberapa masalah termasuk varian Omicron.

"Kami meminta maaf kepada pelanggan kami atas keterlambatan rencana perjalanan liburan mereka. Orang-orang Delta bekerja keras untuk membawa mereka ke tempat yang mereka butuhkan secepat dan seaman mungkin pada penerbangan berikutnya yang tersedia," kata Delta dalam sebuah pernyataan.

Selain itu, JetBlue juga membatalkan 80 penerbangan, atau sekitar 7% dari total penerbangan  keseluruhan, pada hari sebelum Natal.

Alaska Airlines mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka membatalkan 17 penerbangan karena Omicron pada hari Kamis. Maskapai juga ini membatalkan 11 penerbangan pada hari Jumat.

China Eastern membatalkan 960 penerbangan pada hari Sabtu dan Minggu, dan Air China membatalkan 465, menurut FlightAware. Shenzhen Airlines, Lion Air dan Wings Air juga membatalkan puluhan penerbangan,

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Liburan Natal Di AS Kacau, Ratusan Penerbangan Batal Gegara Omicron

Liburan Natal Di AS Kacau, Ratusan Penerbangan Batal Gegara Omicron

News | Senin, 27 Desember 2021 | 08:42 WIB

Menko Luhut Minta Masyarakat Jika Ingin Berlibur Tetap di Indonesia Jangan ke Luar Negeri

Menko Luhut Minta Masyarakat Jika Ingin Berlibur Tetap di Indonesia Jangan ke Luar Negeri

Bekaci | Senin, 27 Desember 2021 | 08:28 WIB

Kasus Omicron Indonesia Terus Bertambah, Luhut: Liburannya Di Dalam Negeri Saja

Kasus Omicron Indonesia Terus Bertambah, Luhut: Liburannya Di Dalam Negeri Saja

News | Senin, 27 Desember 2021 | 08:25 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB