Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Bawang Putih 95 Persen Impor, Pedagang Pasar Khawatir

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 05 Januari 2022 | 14:44 WIB
Bawang Putih 95 Persen Impor, Pedagang Pasar Khawatir
Ilustrasi bawang putih (pixabay)

Suara.com - Pedagang pasar yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) merasa miris dengan kondisi pasokan bahan pangan di pasaran. Pasalnya, terdapat bahan pangan yang hampir 100 persen berasal dari luar negeri alias impor.

Sekretaris Jenderal DPP Ikappi, Reynaldi mengatakan, salah satu bahan pangan yang hampir keseluruhan dipasok dari negara lain yaitu bawang putih.

"Kalau kita lihat ekspor-impor di dalam negeri kita cukup mengkhawatirkan, terutama di bawang putih sudah impor hampir 95% kekhawatiran sudah berlebih, karena hampir 100% komoditi pangan kita impor," ujar Reynaldi saat dihubungi, Rabu (5/1/2022).

Menurut Reynaldi, sebenarnya Indonesia mampu untuk memproduksi bawang putih sendiri. Asalkan pemerintah mau memberikan kebijakan yang menguntungkan bagi petani-petani bawang putih.

"Padahal kita bisa, kita mampu apabila pemerintah intervensi langsung ke petani peternak untuk diberikan instrumen yang penting pengelolaan produksinya," ucap dia.

Sebelumnya, Reynaldi menyarankan pemerintah menyusun strategi pengelolaan pangan, agar harga-harga stabil meski ada hari-hari besar.

Ia menjelaskan, pemerintah bisa mengalokasikan komoditas di daerah produsen pangan ke daerah yang tinggi konsumsinya.

"Kita harus dikelola dengan baik wilayah-wilayah produksi yang tinggi di daerah mana harus subsidi subtitusi ke daerah yang konsumsinya tinggi atau Jabodetabek plus," kata dia

Dengan cara itu, jelas Reynaldi, daerah yang konsumsinya tinggi seperti Jabodetabek tidak kekurangan stok bahan pangan, yang imbasnya harga-harga bahan pangan bisa stabil, tidak ada kenaikan maupun di hari besar.

Ia mencontohkan, daerah Brebes yang melimpang produksi bawang merahnya bisa disubtitusi ke daerah Jabodetabek yang konsumsinya tinggi.

"Ini kan konsumsinya tinggi harus disuplai ke sana produksin yang surplus bawang merah di brebes subsidi aja yang tinggi ke daerah konsumsi yang tinggi Jabodetabek plus," imbuh dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dijamin Awet Berbulan-bulan, Begini Tips Simpan Bawang Putih Agar Tetap Segar

Dijamin Awet Berbulan-bulan, Begini Tips Simpan Bawang Putih Agar Tetap Segar

Lifestyle | Rabu, 29 Desember 2021 | 16:00 WIB

Indonesia Diminta Setop Impor Perahu Naga

Indonesia Diminta Setop Impor Perahu Naga

Sulsel | Rabu, 29 Desember 2021 | 05:35 WIB

Kenaikan Harga Minyak Goreng, Telur, dan Cabai Rawit Dianggap Pedagang Pasar Tak Wajar

Kenaikan Harga Minyak Goreng, Telur, dan Cabai Rawit Dianggap Pedagang Pasar Tak Wajar

Bisnis | Selasa, 28 Desember 2021 | 17:10 WIB

Terkini

Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya

Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 06:40 WIB

Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?

Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 06:05 WIB

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB