Suara.com - Pensiun dini kini menjadi isu yang santer berkembang di kalangan generasi muda. Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan online lewat HP pun kini makin mudah dilakukan.
Kamu tak perlu datang ke kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan tidak perlu menunggu berusia 56 tahun untuk mencairkannya. Sistem BPJS Ketenagakerjaan juga tak lagi dikonsep untuk memberikan jaminan hari tua (JHT) dalam usia tertentu. Sebaliknya JHT kini bisa dicairkan di usia berapapun.
Peraturan terbaru yang tertulis dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2015, saldo JHT pada BPJS Ketenagakerjaan bisa dicairkan secara berkala mulai 10%, 30%, hingga 100% kapan saja, termasuk ketika pekerja mengajukan pengunduran diri atau pemutusan hubungan kerja (PHK). JHT dalam program BPJS Ketenagakerjaan ini diperoleh pekerja dari potongan pendapatan setiap bulan.
Cara klaim BPJS Ketenagakerjaan pun bisa dilakukan secara online. Melansir akun Instagram @bpjs.ketenagakerjaan, berikut cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online lewat HP
1. Buka website dengan alamat antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id atau melalui aplikasi BPJSTKU. Aplikasi dapat diunduh melalui Playstore atau Appstore pada ponsel pintarmu.
2. Pastikan syarat dan ketentuan telah disiapkan kemudian klik Berikutnya.
3. Isi data pekerja, pekerja tambahan, sebab klaim dan dokumen pendukung, serta konfirmasi data pengajuan.
4. Pastikan semua dokumen yang diunggah adalah dokumen yang benar. Dokumen tersebut akan segera diverifikasi dan dikonfirmasi oleh petugas.
5. Status pengajuan klaim selanjutnya akan diinformasikan kepada peserta melalui kontak yang telah dicantumkan sebelumnya, baik email, WhatsApp, maupun nomor HP.
6. Terakhir, selama masa tunggu pencairan dana, peserta dapat melakukan pelacakan atau tracing klaim di alamat https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/tracking
Sebelum melakukan tahapan klaim di atas, peserta BPJS Ketenagakerjaan kamu perlu mempersiapkan sejumlah berkas. Berkas-berkas yang perlu dipersiapkan adalah sebagai syarat pencairan sebagai berikut.
1. Kartu BPJS Ketenagakerjaan;
2. Kartu Tanda Penduduk (KTP);
3. Buku tabungan pada halaman pertama yang tertera nomor rekening dan masih aktif;
4. Kartu Keluarga (KK);
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Link Pencairan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan, Peserta Usia 56 Tahun Diminta Segera Cairkan
Sulsel | Sabtu, 15 Januari 2022 | 08:05 WIB
6 Cara Membuat BPJS Ketenagakerjaan, Bisa Dilakukan Pekerja Informal
Bisnis | Rabu, 12 Januari 2022 | 13:37 WIB
Kemendikbudristek Dorong Seluruh Ekosistem Pendidikan Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan
Bisnis | Rabu, 12 Januari 2022 | 12:45 WIB
Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan 10 Persen, 30 Persen dan 100 Persen
Jabar | Minggu, 09 Januari 2022 | 13:22 WIB
Permudah Pekerja Miliki Rumah, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng BPD Bali
Bisnis | Jum'at, 07 Januari 2022 | 23:54 WIB
Menteri Pertanian Ajak Seluruh Petani Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Bisnis | Kamis, 30 Desember 2021 | 10:43 WIB
Terkini
Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi
Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:51 WIB
PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026
Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:33 WIB
Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina
Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:15 WIB
Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026
Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:15 WIB
Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen
Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:00 WIB
Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026
Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:56 WIB
Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan
Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:51 WIB
Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya
Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:20 WIB
RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok
Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:13 WIB