facebook

Ramai Tagar Haruna Sumitro Out, Berapa Gaji Anggota Exco PSSI?

M Nurhadi
Ramai Tagar Haruna Sumitro Out, Berapa Gaji Anggota Exco PSSI?
Exco PSSI Haruna Soemitro menyebut Shin Tae Yong seperti pelatih Timnas Indonesia sebelumnya yang dianggal gagal karena belum memberi gelar juara.

Haruna menilai STY tak cukup bagus hingga menyinggung match fixing atau pengaturan skor yang menurutnya tidak harus diberantas.

Suara.com - Belakangan, anggota Komite Eksekutif PSSI Haruna Soemitro jadi bulan-bulanan di media sosial akibat menyebut Shin Tae-yong dianggap tidak berbeda dengan pelatih-pelatih sebelumnya.

Tidak hanya itu, Haruna juga merasa komunikasi PSSI dengan Shin tidak baik-baik saja karena juru taktik asal Korea Selatan itu tersinggung ketika dikritik dan diberikan masukan oleh petinggi PSSI.

Ia bahkan sempat menyinggung match fixing atau pengaturan skor  yang menurutnya tidak harus diberantas. Sebagaimana ucapannya dalam sebuah wawancara dengan JPNN,"Match fixing tidak harus diberantas."

Ucapannya tersebut lantas memancing amarah pecinta sepak bola Indonesia, khususnya pendukung loyal Timnas Indonesia. Mereka bahkan menyuarakan tagas #HarunaOut di media sosial.

Baca Juga: Dikecam Netizen karena Kritik Shin Tae-yong Mudah Tersinggung, Tagar Haruna Out Trending di Twitter

Komite Eksekutif PSSI atau yang dikenal pula dengan Exco PSSI kerap kali menjadi perhatian penikmat sepak bola tanah air. Bukannya prestasi, justru kinerja mereka sering disorot karena masalah-masalah yang timbul mulai dari korupsi hingga keputusan-keputusan yang dianggap kontroversi.

Meski begitu, menarik diulas, berapa gaji ketua, wakil ketua hingga anggota Exco PSSI?

Mengutip dari berbagai sumber, Ketua PSSI sejatinya tidak mendapatan gaji karena dalam aturan PSSI, yang berhak mendapatkan gaji hanyalah pegawai dan pengurus tidak menerima.

Namun demikian, beberapa tahun lalu, dalam sebuah diskusi, Mantan ketua PSSIyang kini menjabat DPD RI, La Nyala Mattalitti pernah mengatakan bahwa ketua PSSI kala itu, yakni Djohar Arifin mendapatkan gaji sebesar Rp50 juta.

“Kalau Djohar itu sebagai ketum PSSI dapat gaji. Setiap bulan dia itu digaji Rp50 juta,” ungkap La Nyala kala itu.

Baca Juga: Media Korsel Soroti Netizen Indonesia yang Bela Shin Tae-yong Usai Dikritik Haruna Soemitro

Tim Suara hingga kini sulit mencari data terkait keuangan PSSI, bahkan detail data gaji pegawai atau karyawan, pemasukan hingga pengeluaran induk sepak bola Indonesia itu sangat sulit diperoleh.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar