facebook

SMF Ajarkan Anak Sejak Dini Dalam Mengelola Sampah Plastik

Iwan Supriyatna
SMF Ajarkan Anak Sejak Dini Dalam Mengelola Sampah Plastik
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF bekerja sama dengan Yayasan Bina Bangsa Berdikari.

Persoalan saat ini yang sering dihadapi dalam rangka meningkatkan fungsi ekosistem di wilayah konservasi adalah sampah.

Suara.com - Persoalan saat ini yang sering dihadapi dalam rangka meningkatkan fungsi ekosistem di wilayah konservasi adalah sampah. Sampah merupakan persoalan klasik yang dari dulu hingga kini menjadi masalah bersama oleh seluruh dunia, khususnya di Indonesia.

Beragam cara dilakukan untuk mengelola sampah sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Hal ini salah satunya dilakukan oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF yang bekerja sama dengan Yayasan Bina Bangsa Berdikari, yaitu dengan membuat Taman Edukasi Ecobrick berupa meja, bangku, dan pagar tanaman di RPTRA Taman Sawo, Cipete Utara, Jakarta Selatan.

Ecobrick jika diartikan ke bahasa Indonesia adalah bata ramah lingkungan. Ecobrick merupakan aksi meminimalisir sampah plastik dengan media botol plastik yang diisi penuh dengan sampah anorganik hingga botol tersebut benar-benar keras dan padat.

Uniknya, Taman Edukasi Ecobrick di RPTRA Taman Sawo ini merupakan botol ecobrick hasil dari buatan adik-adik kelas 4 sampai 6 SD. Adapun sekolah yang terlibat dalam pembuatan botol Ecobrick yaitu, SDN Cipete Utara 01, SDN Cipete Utara 15, SDN Kramat Pela 01, SDN Kramat Pela 09, dan SDN Pulo 01.

Baca Juga: Investor Asing Tertarik Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik

Walaupun terlihat sederhana, sebuah botol plastik ukuran 600 ml dapat diisi sekitar 250 gr sampah plastik atau setara dengan 2500 lembar plastik bungkus mie instan.

Botol-botol hasil ecobrick dapat dirangkai dengan lem dan bahkan bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuat tembok selayaknya batu bata. Metode ini juga membantu mengurangi sampah individu, rumah tangga, dan masyarakat luas tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Di Jakarta Selatan, sampah sehari-hari mencapai 1.200 sampai 1.300 ton per hari, sedangkan di DKI Jakarta mencapai 7.500 sampai 7.700 ton per hari. Tentunya sampah menjadi tanggung jawab bersama,” kata Wakil Walikota Jakarta Selatan, Isnawa Adji ditulis Senin (24/1/2022). 

Untuk itu, mari mulai ajarkan generasi kita selanjutnya sejak dini serta mulailah dari diri sendiri untuk mengurangi plastik, seperti dengan tidak menggunakan kantong plastik lagi ketika berbelanja sebagai upaya mengurangi sampah plastik.

Baca Juga: Buruh Angkut Sampah Cantik di Gresik Dapat Motor Baru Pasca Viral

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar