facebook

Indonesia Ingin Ekspor Kendaraan ke Australia, Menperin Singgung Pabrikan Mobil

M Nurhadi
Indonesia Ingin Ekspor Kendaraan ke Australia, Menperin Singgung Pabrikan Mobil
ILUSTRASI-Gaikindo mengatakan penjualan mobil Indonesia di 2021 naik 66 persen. Foto: Deretan mobil siap diekspor di IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, Senin (18/3/2019). [Antara]

Kemenperin akan terus berupaya membuka pasar ekspor kendaraan roda empat ke Australia, yang notabene tidak mudah ditembus.

Suara.com - Indonesia terus mengupayakan ekspor mobil ke Australia mulai kuartal I tahun ini. Namun demikian, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita enggan menyebutkan merek mobil yang dimaksud.

"Kita upayakan kuartal I. Belum bisa saya sebut (merk)," kata Menperin Agus Gumiwang kepada media di Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Ia menambahkan, pihaknya akan terus berupaya membuka pasar ekspor kendaraan roda empat ke Australia, yang notabene tidak mudah ditembus.

"InsyaaAllah sebentar lagi. Membuka pasar Australia tidak mudah, khususnya izin dari prinsipal. Ini sejarah," kata Menperin.

Baca Juga: Mees Hilgers dan Ragnar Oratmangoen Ragu Jadi WNI, Shin Tae-yong Turun Tangan

Salah satu yang menjadi tantangan untuk mengekspor otomotif ke Australia adalah standar karbon yang ditetapkan Negeri Kanguru itu.

"Australia memiliki standar tinggi, termasuk karbon sangat ketat," ujar Menperin dikutip ari Antara.

Untuk informasi, sejak pemberlakuan kemitraan komprehensif Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), Indonesia berpotensi meningkatkan produk ekspornya.

Alasannya karena seluruh produk ekspor RI yang masuk ke Australia akan menikmati tarif pajak 0 persen.

Produk ekspor Indonesia yang berpotensi meningkat ekspornya antara lain adalah otomotif, kayu dan turunannya termasuk kayu dan furnitur, perikanan, tekstil dan produk tekstil, sepatu, alat komunikasi dan peralatan elektronik.

Baca Juga: 5 Hewan Purba yang Masih Hidup di Indonesia

Produk otomotif menjadi salah satu yang digenjot, mengingat produsen otomotif negara tersebut tumbang.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar