IMF Kembali Desak El Salvador Tak Gunakan Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran, Bisa Ganggu Stabilitas Keuangan

M Nurhadi

Rabu, 26 Januari 2022 | 11:37 WIB
IMF Kembali Desak El Salvador Tak Gunakan Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran, Bisa Ganggu Stabilitas Keuangan
Warga El Salvador tolak Bitcoin. (AFP/Marvin Recinos)

Suara.com - IMF kembali menekan Pemerintah El Salvador untuk menghentikan segera penggunaan Bitcoin (BTC) di negara itu sebagai alat pembayaran di negara mereka.

“Kami menyerukan bahwa ada risiko sangat besar yang terkait dengan penggunaan Bitcoin itu terhadap stabilitas keuangan, integritas keuangan dan perlindungan konsumen, serta kewajiban penyelamatan fiskal terkait. Kami mendesak pihak berwenang di El Salvador untuk mempersempit ruang lingkup undang-undang Bitcoin dengan menghapus status tender legal Bitcoin. Kami juga prihatin atas risiko yang terkait dengan rencana penerbitan obligasi yang didukung Bitcoin [Bitcoin Bond-Red],” sebut IMF dalam pernyataan resminya, Selasa (25/1/2022).

Meski sebelumnya IMF telah memuji langkah inklusi keuangan lewat dompet digital Chivo --aplikasi keuangan kripto El Salvador, namun nampaknya IMF mengkhawatirkan hal lain.

“Chivo dapat memainkan peran itu [inkulasi keuangan-Red]. Namun, IMF menekankan perlunya peraturan dan pengawasan ketat terhadap ekosistem baru Chivo dan Bitcoin,” sebut lembaga keuangan dunia ituvia Blockchainmedia.

Sejak akhir tahun lalu, El Salvador mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah dalam negeri selain dolar AS yang sudah lama digunakan.

Presiden Nayib Bukele juga seakan tidak lelah mempromosikan keunggulan Bitcoin lewat akun Twitter-nya dan mencuri perhatian tiap negara yang ia pimpin menambah aset Bitcoin.

Dengan kupon obligasi itu banyak pihak, baik perusahaan ataupun negara lain kelak bisa membelinya sebagai instrumen investasi.

Secara tak langsung, El Salvador akan berutang Bitcoin kepada si pemberi utang dan menjadi kewajiban negara itu untuk memberikan bunga sebagai imbalan.

Jika Bitcoin Bond itu terwujud, praktis El Salvador berpotensi akan menjadi negara pertama di dunia yang menjadikan Bitcoin sebagai cadangan devisa. Dalam hal ini perlu perluasan undang-undang lagi, agar bank sentral bisa menjadikannya aset tambahan.

baca juga

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konflik Rusia dan Ukraina Diperkirakan Memicu Kenaikan Harga Energi, Berdampak Pada Indonesia?

Konflik Rusia dan Ukraina Diperkirakan Memicu Kenaikan Harga Energi, Berdampak Pada Indonesia?

Bisnis | Rabu, 26 Januari 2022 | 07:36 WIB

Wah! Wali Kota New York Ternyata Digaji Bitcoin, Ini Besarannya

Wah! Wali Kota New York Ternyata Digaji Bitcoin, Ini Besarannya

Surakarta | Selasa, 25 Januari 2022 | 14:30 WIB

Harga Bitcoin Lagi Ambyar, El Salvador Malah Tambah Aset BTC

Harga Bitcoin Lagi Ambyar, El Salvador Malah Tambah Aset BTC

Bisnis | Selasa, 25 Januari 2022 | 11:51 WIB

Harga Bitcoin Cs Anjlok Setelah Dilarang di Banyak Negara

Harga Bitcoin Cs Anjlok Setelah Dilarang di Banyak Negara

Bisnis | Senin, 24 Januari 2022 | 08:39 WIB

Google Akan Tambah Penyimpan Bitcoin untuk Fitur Belanjanya

Google Akan Tambah Penyimpan Bitcoin untuk Fitur Belanjanya

Batam | Minggu, 23 Januari 2022 | 07:00 WIB

Harga Bitcoin dan Harga Ethereum Masih Belum Naik Saat NFT Booming

Harga Bitcoin dan Harga Ethereum Masih Belum Naik Saat NFT Booming

Surakarta | Jum'at, 21 Januari 2022 | 12:50 WIB

Terkini

Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Bencana

Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Bencana

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:05 WIB

Celah Kode Makin Menumpuk, AWS Andalkan AI untuk Temukan hingga Perbaiki Kerentanan

Celah Kode Makin Menumpuk, AWS Andalkan AI untuk Temukan hingga Perbaiki Kerentanan

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 11:04 WIB

Upah Minimum 2027 Diusulkan Naik 7,59,5 Persen, Ini Dasar Perhitungannya

Upah Minimum 2027 Diusulkan Naik 7,59,5 Persen, Ini Dasar Perhitungannya

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:02 WIB

Muncul Nama Ajaib di Balik Rotasi Pejabat Pajak Era Purbaya, Siapa Dia?

Muncul Nama Ajaib di Balik Rotasi Pejabat Pajak Era Purbaya, Siapa Dia?

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 11:01 WIB

Persib Bandung Curi Kemenangan, Kim Gi-dong Soroti Penampilan Pemain SMA FC Seoul

Persib Bandung Curi Kemenangan, Kim Gi-dong Soroti Penampilan Pemain SMA FC Seoul

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 11:01 WIB

Daftar Zodiak yang Susah Didapatkan tapi Beruntung Jika Dimiliki, Aslinya Bucin Banget!

Daftar Zodiak yang Susah Didapatkan tapi Beruntung Jika Dimiliki, Aslinya Bucin Banget!

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 11:00 WIB

Series Dendam: Perjalanan Cinta Laura Memburu Dalang Kematian Keluarga

Series Dendam: Perjalanan Cinta Laura Memburu Dalang Kematian Keluarga

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 11:00 WIB

Web Series Horor Komedi Penghuni Rumah Warisan, Strategi SMARTFREN Perkenalkan Unlimited 5G

Web Series Horor Komedi Penghuni Rumah Warisan, Strategi SMARTFREN Perkenalkan Unlimited 5G

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 10:58 WIB

Tak Cukup Terintegrasi, Mengapa Pendanaan Lintas Wilayah Penting untuk Transportasi Jabodetabek?

Tak Cukup Terintegrasi, Mengapa Pendanaan Lintas Wilayah Penting untuk Transportasi Jabodetabek?

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:57 WIB

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:56 WIB

×