facebook

IMF Kembali Desak El Salvador Tak Gunakan Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran, Bisa Ganggu Stabilitas Keuangan

M Nurhadi
IMF Kembali Desak El Salvador Tak Gunakan Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran, Bisa Ganggu Stabilitas Keuangan
Warga El Salvador tolak Bitcoin. (AFP/Marvin Recinos)

Sejak akhir tahun lalu, El Salvador mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah dalam negeri selain dolar AS yang sudah lama digunakan.

Suara.com - IMF kembali menekan Pemerintah El Salvador untuk menghentikan segera penggunaan Bitcoin (BTC) di negara itu sebagai alat pembayaran di negara mereka.

“Kami menyerukan bahwa ada risiko sangat besar yang terkait dengan penggunaan Bitcoin itu terhadap stabilitas keuangan, integritas keuangan dan perlindungan konsumen, serta kewajiban penyelamatan fiskal terkait. Kami mendesak pihak berwenang di El Salvador untuk mempersempit ruang lingkup undang-undang Bitcoin dengan menghapus status tender legal Bitcoin. Kami juga prihatin atas risiko yang terkait dengan rencana penerbitan obligasi yang didukung Bitcoin [Bitcoin Bond-Red],” sebut IMF dalam pernyataan resminya, Selasa (25/1/2022).

Meski sebelumnya IMF telah memuji langkah inklusi keuangan lewat dompet digital Chivo --aplikasi keuangan kripto El Salvador, namun nampaknya IMF mengkhawatirkan hal lain.

“Chivo dapat memainkan peran itu [inkulasi keuangan-Red]. Namun, IMF menekankan perlunya peraturan dan pengawasan ketat terhadap ekosistem baru Chivo dan Bitcoin,” sebut lembaga keuangan dunia ituvia Blockchainmedia.

Baca Juga: Google Akan Tambah Penyimpan Bitcoin untuk Fitur Belanjanya

Sejak akhir tahun lalu, El Salvador mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah dalam negeri selain dolar AS yang sudah lama digunakan.

Presiden Nayib Bukele juga seakan tidak lelah mempromosikan keunggulan Bitcoin lewat akun Twitter-nya dan mencuri perhatian tiap negara yang ia pimpin menambah aset Bitcoin.

Dengan kupon obligasi itu banyak pihak, baik perusahaan ataupun negara lain kelak bisa membelinya sebagai instrumen investasi.

Secara tak langsung, El Salvador akan berutang Bitcoin kepada si pemberi utang dan menjadi kewajiban negara itu untuk memberikan bunga sebagai imbalan.

Jika Bitcoin Bond itu terwujud, praktis El Salvador berpotensi akan menjadi negara pertama di dunia yang menjadikan Bitcoin sebagai cadangan devisa. Dalam hal ini perlu perluasan undang-undang lagi, agar bank sentral bisa menjadikannya aset tambahan.

Baca Juga: Harga Bitcoin dan Harga Ethereum Masih Belum Naik Saat NFT Booming

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar