Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Telan Dana Rp33 Triliun, Proyek DME Diklaim Menteri Bahlil Serap 13 Ribu Pekerja

M Nurhadi

Kamis, 27 Januari 2022 | 08:01 WIB
Telan Dana Rp33 Triliun, Proyek DME Diklaim Menteri Bahlil Serap 13 Ribu Pekerja
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. [ANTARA/Ade Irma Junida]

Suara.com - Peletakan batu pertama proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Muara Enim, menurut Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, jadi bukti bahwa Indonesia tidak fokus menggarap investasi dari satu negara saja.

Proyek dengan nilai investasi Rp33 triliun itu merupakan investasi dari Air Products and Chemicals Inc (APCI) asal Amerika Serikat yang bekerja sama dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Pertamina (Persero).

"Investasi ini full dari Amerika, bukan dari Korea, bukan dari Jepang, bukan juga dari China. Jadi sekalian menyampaikan bahwa tidak benar kalau ada pemahaman negara ini hanya fokus investasi satu negara. Ini buktinya kita membuat perimbangan," katanya, Senin (24/1/2022) lalu.

Ia melanjutkan, proyek hilirisasi batu bara menjadi DME itu juga merupakan realisasi investasi terbesar kedua Amerika Serikat (AS) di Indonesia setelah proyek smelter Freeport.

Realisasi proyek hilirisasi batu bara menjadi DME itu mencapai Rp33 triliun, sementara realisasi investasi proyek smelter Freeport yang telah di-groundbreaking pada Oktober 2021 bernilai Rp42 triliun.

"Ini Amerika investasinya cukup gede. Ini investasi kedua setelah Freeport yang terbesar untuk tahun ini," katanya.

Lebih lanjut, Bahlil mengungkapkan proyek tersebut akan dapat menyerap 12-13 ribu tenaga kerja saat tahap konstruksi. Selain itu, akan ada peluang 11-12 ribu lapangan kerja yang dilakukan di sisi hilir.

"Ditambah lagi, begitu eksisting, produksi, lapangan pekerjaan disiapkan yang tetap 3 ribu. Itu yang langsung, kalau yang tidak langsung, kontraktor, subkontraktor, multiplier effect, itu bisa tiga sampai empat kali lipat dari yang ada," ungkapnya.

Bahlil juga memastikan lapangan pekerjaan akan tersedia seluruhnya bagi tenaga kerja Indonesia. Ia mengaku telah meminta Air Products untuk bisa memprioritaskan lapangan pekerjaan bagi rakyat Indonesia.

baca juga

"Ini lapangan pekerjaan semua dari Indonesia. Jadi Air Products sudah saya panggil, tenaga kerjanya saya bilang 95 persen dari Indonesia. Yang 5 persen ini hanya masa kontruksi. Sedangkan masa produksinya itu akan dilibatkan PTBA dan Pertamina," katanya.

Dalam kerja sama senilai 2,1 miliar dolar AS (setara Rp33 triliun) tersebut, Air Products & Chemicals Inc. nantinya bertindak sebagai investor dari sisi teknologi dan pembangunan.

Sementara PTBA selaku perusahaan tambang, akan menyuplai batu bara untuk bahan baku gasifikasi menjadi DME tersebut.

Ada pun PT Pertamina (Persero) mendapat penugasan khusus dari pemerintah sebagai offtaker produk yang akan mengganti liquefied petroleum gas (LPG).

Proses pembangunan pabrik gasifikasi batu bara itu akan dilakukan dalam 30 bulan.

"Waktunya seharusnya 36 bulan tapi kami rapat dengan Air Products, kami minta 30 bulan (rampung)," kata Bahlil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PLN Telah Lepas dari Krisis Batu Bara, Cukup untuk Pasokan Februari

PLN Telah Lepas dari Krisis Batu Bara, Cukup untuk Pasokan Februari

Bisnis | Rabu, 26 Januari 2022 | 19:41 WIB

Naik 33 Juta Ton, Indonesia Bakal Memanfaatkan 166 Juta Ton Batu Bara Domestik Tahun Ini

Naik 33 Juta Ton, Indonesia Bakal Memanfaatkan 166 Juta Ton Batu Bara Domestik Tahun Ini

News | Rabu, 26 Januari 2022 | 16:16 WIB

Akui Gaji Komisaris 10 Kali Lebih Besar dari Menteri, Bahlil Lahadalia: Kalau Ingin Kaya Raya Jadilah Pengusaha

Akui Gaji Komisaris 10 Kali Lebih Besar dari Menteri, Bahlil Lahadalia: Kalau Ingin Kaya Raya Jadilah Pengusaha

Bisnis | Rabu, 26 Januari 2022 | 09:07 WIB

Menteri Bahlil Luruskan Ucapannya soal Pengusaha Minta Pilpres Diundur

Menteri Bahlil Luruskan Ucapannya soal Pengusaha Minta Pilpres Diundur

Bisnis | Selasa, 25 Januari 2022 | 20:51 WIB

Wamenkeu Suahasil Nazara Ingatkan Pengusaha soal Hilirisasi Tambang: Kalau Bisa Kita Proses di Dalam Negeri

Wamenkeu Suahasil Nazara Ingatkan Pengusaha soal Hilirisasi Tambang: Kalau Bisa Kita Proses di Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 25 Januari 2022 | 19:31 WIB

Presiden Joko Widodo Resmikan Pembangunan Proyek Hilirisasi Batu Bara Menjadi DME

Presiden Joko Widodo Resmikan Pembangunan Proyek Hilirisasi Batu Bara Menjadi DME

Foto | Selasa, 25 Januari 2022 | 09:45 WIB

Terkini

B50 Jadi Juru Selamat, Sudah Cukup atau Ada PR Baru?

B50 Jadi Juru Selamat, Sudah Cukup atau Ada PR Baru?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 20:13 WIB

Yudha WK Putra Relawan Gibran Mendadak Viral Usai Diangkat Menjadi Komisaris Jasamarga Tollroad

Yudha WK Putra Relawan Gibran Mendadak Viral Usai Diangkat Menjadi Komisaris Jasamarga Tollroad

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:47 WIB

BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor

BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:39 WIB

BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio

BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:03 WIB

BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:43 WIB

Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target

Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:32 WIB

Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP

Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:08 WIB

Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online

Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:05 WIB

Riset: 66,8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah

Riset: 66,8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:01 WIB

Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI

Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:21 WIB

×