facebook

1.400 Pegawai Bukopin Resign Massal, Digitalisasi Ancam Profesi Teller dan Customer Service

Reza Gunadha | Mohammad Fadil Djailani
1.400 Pegawai Bukopin Resign Massal, Digitalisasi Ancam Profesi Teller dan Customer Service
PT Bank KB Bukopin Tbk.

"Penggunaan jasa teller sudah berkurang karena sudah ada perbankan yang menggunakan robot, begitu juga dengan CS (customer service)," katanya.

Suara.com - Sebanyak 1.400-an karyawan PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) mengundurkan diri alias resign sampai akhir 2021. Alasannya, perusahaan membuka program 'pensiun dini' yang ditawarkan kepada seluruh karyawan.

Peneliti ekonomi digital Institut for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan, arus digitalisasi yang pesat dan tak terbendung membuat sejumlah perusahaan melakukan program pensiun dini bagi para pegawainya.

"Perbankan ini arus digitalisasinya sangat kuat sekali. Ini tergambar dari penutupan sejumlah kantor cabang, begitu juga dengan jumlah ATM yang kian menurun dari 110 ribu menjadi 90 ribuan pembukaan ATM baru," kata Nailul saat dihubungi Suara.com, Jumat (18/1/2022).

Kondisi ini, kata dia, berdampak luar biasa bagi sektor lapangan pekerjaan. Gencarnya era digitalisasi, kebutuhan perusahaan untuk memanfaatkan jasa manusia kian berkurang.

Baca Juga: 1.400 Karyawan Terbaik Bank Bukopin Resign Massal, Presiden Direktur: Pelayanan Tak Terpengaruh

Imbasnya pemutusan hubungan kerja terjadi dimana-mana. "Digitalisasi ini efeknya terhadap penggunaan tenaga manusia," katanya.

Tak heran kata Nailul, era digitalisasi ini membuat sejumlah perusahaan harus melakukan penyesuaian agar tidak tertinggal.

"Ya mau tidak mau, karena sekarang ini di sektor perbankan, penggunaan jasa teller sudah berkurang karena sudah ada perbankan yang menggunakan robot, begitu juga dengan CS (customer service)," katanya.

Untuk itu, dirinya menyarankan pemerintah agar memikirkan strategi khusus dalam menyikapi distrupsi era digitalisasi bagi sektor ketenagakerjaan.

"Kalau tidak dipersiapkan dan dipikirkan, tentu SDM-SDM ini akan menjadi pengangguran," katanya.

Baca Juga: INDEF: 91 Persen Penyandang Disabilitas di Indonesia Tak Mendapat Akses Internet

President Direktur KB Bukopin Chang Su Choi mengatakan, perusahaan akan fokus pada pertumbuhan berbasis teknologi dengan mengembangkan ekosistem IT, yakni NGBS (New Generation Banking System).

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar