Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pertamina Kini Miliki Kapasitas Terpasang Panas Bumi Capai 1.877 MW, Potensi Menerangi 2,1 Juta Rumah

Bangun Santoso, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 07 Februari 2022 | 09:25 WIB
Pertamina Kini Miliki Kapasitas Terpasang Panas Bumi Capai 1.877 MW, Potensi Menerangi 2,1 Juta Rumah
ILUSTRASI: Project Lumut Balai 1 [Dok PGE-Pertamina]

Suara.com - PT Pertamina Persero melalui anak usahanya PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) mencatat hingga saat ini wilayah kerja panas bumi perseroan telah memiliki kapasitas terpasang panas bumi sebesar 1.877 MW, yang terdiri dari 672 MW yang dioperasikan sendiri oleh PGE dan 1.205 melalui Kontrak Operasi Bersama.

"Kapasitas terpasang tersebut berpotensi menerangi sekitar 2,1 juta rumah," kata Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy Ahmad Yuniarto dalam keterangan persnya, Senin (7/2/2022).

Konversi energi hijau tersebut memiliki potensi pengurangan emisi karbon sekitar 9,7 juta ton CO2e per tahun.

Yuniarto menjelaskan, PGE sendiri terus mendorong lini bisnisnya secara konsisten mengedepankan aspek keberlanjutan (sustainability) lingkungan dan berkontribusi pada pertumbuhan perekonomian nasional dan daerah serta pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik.

“Bisnis panas bumi merupakan bisnis yang memiliki orientasi jangka panjang dengan menghasilkan energi terbarukan yang ramah lingkungan,” katanya.

Karena itu, seiring dengan perubahan iklim global, pilihan untuk menggunakan energi bersih yang terbarukan menjadi suatu prioritas dan dalam menjaga keberlanjutannya sangat perlu untuk menerapkan prinsip atau kerangka kerja (framework) ESG.

Di level pemerintahan, sebagai bagian dari masyarakat dunia, Indonesia saat ini juga tengah bekerja keras menurunkan emisi gas kaca (GRK). Tahun lalu, Pemerintah Indonesia merevisi target pengurangan emisi gas rumah kaca-dengan upaya sendiri-yang tercantum dalam Nationally Determined Contribution (NDC) dari 26 persen menjadi 29 persen pada 2030, salah satu tumpuannya adalah di sektor energi melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT) termasuk di dalamnya panas bumi.

Selain itu, pengembangan keanekaragaman hayati (biodiversity) yang berkearifan lokal juga menjadi fokus PGE di setiap area operasinya, salah satu pengembangan biodiversity yang telah menjadi benchmark nasional adalah Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) di Area Kamojang, Garut, Jawa Barat.

Selain itu PGE juga melakukan konservasi bunga krisan dan kera yaki di Area Lahendong, Sulawesi Utara, dan budidaya kambing saburai di Area Ulubelu, Lampung.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan menjadi tema yang memperkuat komitmen perusahaan pada lingkungan dan masyarakat sekitar sekaligus sebagai bentuk dukungan dalam pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia” tambah Ahmad.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapal Tanker Pertamina Tabrakan Dengan Kapal Feri KMP Bahteramas Rute Kendari - Langara

Kapal Tanker Pertamina Tabrakan Dengan Kapal Feri KMP Bahteramas Rute Kendari - Langara

Sulsel | Minggu, 06 Februari 2022 | 13:46 WIB

Fabio Quartararo dan Marc Marquez Siap Ramaikan Tes MotoGP Mandalika Bulan Ini, Prokes Diperketat, Begini Persiapannya

Fabio Quartararo dan Marc Marquez Siap Ramaikan Tes MotoGP Mandalika Bulan Ini, Prokes Diperketat, Begini Persiapannya

Sport | Minggu, 06 Februari 2022 | 12:35 WIB

Subholding Gas Pertamina Sukses Selesaikan Proyek Pipa Minyak Kilang Rokan

Subholding Gas Pertamina Sukses Selesaikan Proyek Pipa Minyak Kilang Rokan

Bisnis | Minggu, 06 Februari 2022 | 11:37 WIB

Sebuah Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Tangsel, Pengemudi Terluka Ringan

Sebuah Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Tangsel, Pengemudi Terluka Ringan

Jakarta | Sabtu, 05 Februari 2022 | 16:11 WIB

Komunitas Mercy dan Ayla Tak Keberatan Harga Pertamax Naik

Komunitas Mercy dan Ayla Tak Keberatan Harga Pertamax Naik

Otomotif | Jum'at, 04 Februari 2022 | 22:36 WIB

Seru, 72 Unit Honda ADV 150 Terjun di Acara MotoGP Mandalika

Seru, 72 Unit Honda ADV 150 Terjun di Acara MotoGP Mandalika

Otomotif | Jum'at, 04 Februari 2022 | 17:50 WIB

Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Hubungkan Tes Antigen dengan Aplikasi PeduliLindungi

Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Hubungkan Tes Antigen dengan Aplikasi PeduliLindungi

Jawa Tengah | Jum'at, 04 Februari 2022 | 17:29 WIB

Terkini

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB