Pika Pupuk Kaltim Luncurkan Gerakan Sapu Bersih Sampah

Iwan Supriyatna

Selasa, 15 Februari 2022 | 09:33 WIB
Pika Pupuk Kaltim Luncurkan Gerakan Sapu Bersih Sampah
Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2022, Persatuan Istri Karyawan PT Pupuk Kalimantan Timur (PIKA PKT) luncurkan gerakan 'Sapu Bersih Sampah’.

Suara.com - Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2022, Persatuan Istri Karyawan PT Pupuk Kalimantan Timur (PIKA PKT) luncurkan gerakan 'Sapu Bersih Sampah’ melalui pengumpulan sampah rumah tangga hingga lingkungan tempat tinggal oleh para anggota, untuk dipilah dan diolah kembali menjadi barang bernilai guna.

Gerakan ini sebagai bentuk langkah aktif PIKA PKT mendorong terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat, dengan membangun kesadaran bersama untuk lebih peduli terhadap sampah.

Ketua Umum PIKA PKT Kuntari Rahmad Pribadi, mengungkapkan kegiatan ini sekaligus wujud dukungan PIKA PKT terhadap komitmen PKT yang secara konsisten menerapkan Environmental, Social and Governance (ESG) dalam praktik bisnisnya, dengan mengajak seluruh istri karyawan turut andil menekan persoalan sampah dimulai dari lingkungan tempat tinggal.

Kegiatan ini diharap menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk dapat mengelola sampah secara maksimal, serta mengantisipasi penumpukan yang dapat menyebabkan pencemaran terhadap tanah, air maupun udara.

Gerakan ini melibatkan anggota PIKA PKT di seluruh Indonesia, baik yang berada di Bontang maupun luar Bontang dengan waktu pengumpulan sampah mulai 14-16 Februari 2022. Jenis sampah yang dikumpulkan terdiri dari sampah organik dan anorganik, sampah elektronik hingga kertas dan masker bekas.

“Setelah rentang waktu tersebut, gerakan ini didorong untuk terus dibudayakan seluruh insan PKT dalam mewujudkan lingkungan bersih dan sehat, sekaligus mendukung program kerja perusahaan yang berkelanjutan," kata Kuntari ditulis Selasa (15/2/2022).

Guna mendukung gerakan tersebut, telah dibangun Bank Sampah PKT sebagai momentum awal membina kesadaran kolektif anggota PIKA PKT beserta keluarga, untuk mulai memilah dan mendaur ulang sampah guna membangun lingkungan yang lebih baik, disamping memperoleh manfaat secara ekonomi dengan mengolah sampah menjadi barang bernilai guna.

Bagi anggota PIKA PKT yang berdomisili di Kota Bontang, seluruh sampah yang terkumpul selama rentang waktu kegiatan, akan dipilah dan dikelola di Bank Sampah PKT. Sedangkan bagi anggota yang berada di luar Bontang, dapat mengumpulkan di bank sampah dekat rumah tinggal masing-masing.

Tiap satu kilogram (Kg) sampah yang terkumpul akan mendapat reward, berupa buku tabungan yang hasilnya bisa diambil ataupun didonasikan. Reward sengaja diberikan untuk memotivasi anggota PIKA PKT terus aktif terlibat dalam gerakan ini, sehingga bisa memacu semangat masyarakat di lingkungan tempat tinggal untuk berbuat serupa.

baca juga

"Adanya edukasi melalui gerakan ini, diharap turut meningkatkan kesadaran dan kepedulian anggota PIKA PKT terhadap lingkungan dengan memahami pentingnya pemilahan sampah serta dampak yang ditimbulkan jika melakukan pembiaran," tambah Kuntari.

Dirinya pun optimis kegiatan ini mampu memberikan dampak siginifikan dalam membangun kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, dengan menekan jumlah sampah yang diproduksi setiap harinya.

Hal ini melihat capaian sebelumnya pada program serupa dalam peringatan World Cleanup Day (WDC) 2020, dimana PIKA PKT mampu mengumpulkan 255,5 Kg sampah rumah tangga berbagai jenis, untuk diolah kembali menjadi barang bernilai guna.

Aksi tersebut melibatkan sekira 500 anggota PIKA PKT, sebagai bentuk solidaritas dan kontribusi dalam menekan jumlah sampah plastik maupun kaca seperti botol bekas.

“Aksi sosial itu ditindaklanjuti anggota PIKA PKT dengan terus memilah sampah rumah tangga yang masih bernilai guna, untuk dikumpulkan dan diolah sesuai prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) bekerjasama dengan Komunitas Peduli Sampah Kota Bontang,” lanjut Kuntari.

Dirinya menegaskan PIKA PKT akan terus berperan aktif dalam menekan jumlah sampah di Indonesia, dimulai dari rumah tangga sebagai lingkungan terkecil.

Gerakan sapu bersih sampah ini juga dijadikan agenda rutin PIKA PKT, agar kesadaran seluruh anggota terhadap kebersihan lingkungan semakin terbentuk secara berkesinambungan.

Begitu pula manfaatnya bagi PKT, gerakan ini dapat meningkatkan performa perusahaan terkait kinerja lingkungan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan, khususnya dalam mempertahankan Proper Nasional Peringkat Emas yang telah berhasil diraih PKT sebanyak lima kali berturut dari KLHK.

"Gerakan ini juga diharapkan mampu membangkitkan optimisme anggota PIKA PKT beserta keluarga, dengan meningkatkan kesadaran untuk bekerjasama dalam mengelola sampah secara optimal dalam mewujudkan lingkungan PKT yang bersih dan sehat," pungkas Kuntari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sampah Plastik Masih Jadi Masalah, Begini Cara Ajak Anak SMA Terlibat di Isu Lingkungan

Sampah Plastik Masih Jadi Masalah, Begini Cara Ajak Anak SMA Terlibat di Isu Lingkungan

Lifestyle | Senin, 14 Februari 2022 | 17:45 WIB

Buanglah Mantan Pada Tempatnya, Perusahaan Ini Tawarkan Jasa Cetak Gratis Nama Eks Pasangan ke Tempat Sampah

Buanglah Mantan Pada Tempatnya, Perusahaan Ini Tawarkan Jasa Cetak Gratis Nama Eks Pasangan ke Tempat Sampah

News | Senin, 14 Februari 2022 | 16:02 WIB

Miris, Emak-emak Buang Sampah Sekarung Besar ke Laut Pakai Gerobak, Warganet Jengkel hingga Tuai Perdebatan

Miris, Emak-emak Buang Sampah Sekarung Besar ke Laut Pakai Gerobak, Warganet Jengkel hingga Tuai Perdebatan

Hits | Senin, 14 Februari 2022 | 13:54 WIB

Terkini

Retinoid dan Retinol Bedanya Apa? Ini Panduan Memilih yang Tepat Bagi Pemula

Retinoid dan Retinol Bedanya Apa? Ini Panduan Memilih yang Tepat Bagi Pemula

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 09:38 WIB

Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB

Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 09:37 WIB

Hadir di Deklarasi yang Diikuti Mahasiswa Bodong di HI, Raffi Ahmad Buka Suara dan Minta Maaf

Hadir di Deklarasi yang Diikuti Mahasiswa Bodong di HI, Raffi Ahmad Buka Suara dan Minta Maaf

News | Minggu, 01 November 2026 | 09:35 WIB

Tayang 26 November, Iron Girls 3 Kembali dengan Tantangan Olahraga Baru

Tayang 26 November, Iron Girls 3 Kembali dengan Tantangan Olahraga Baru

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:30 WIB

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 09:21 WIB

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:00 WIB

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Otomotif | Minggu, 01 November 2026 | 08:59 WIB

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 08:56 WIB

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:54 WIB

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:39 WIB

×