Harga Bahan Pangan Terus Naik, Kebijakan Pengendalian dari Pemerintah Tidak Ampuh?

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Jum'at, 25 Februari 2022 | 16:39 WIB
Harga Bahan Pangan Terus Naik, Kebijakan Pengendalian dari Pemerintah Tidak Ampuh?
Kedelai impor dari Amerika yang selama ini mendominasi pasaran. Padahal, kualitas kedelai dari Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, juga bersaing. [ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.]

Suara.com - Harga beberapa bahan pangan terus merangkak naik pada awal tahun 2022. Mulai dari minyak goreng, kedelai, hingga daging sapi segar mengalami kenaikan harga.

Padahal, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah melakukan sejumlah kebijakan mulai dari harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng hingga penerapaan domestik market obligation (DMO) pada crude palm oil (CPO).

Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adinegara menilai, kebijakan pemerintah tersebut telah gagal menahan lonjakan harga beberapa bahan pangan.

Menurutnya, pemerintah terlambat mengantisipasi dampak yang muncul, setelah adanya kenaikan bahan baku. Bhima mencontohkan, pemerintah baru menerapkan kebijakan DMO pada CPO setelah minyak goreng langka di dalam negeri.

"Ketika, sudah tercium kenaikan harga CPO sudah lama dari 2021, tapi kebijakan untuk DMO ini baru dilakukan. Akhirnya, efektifitas DMO CPO butuh waktu butuh adjustmen, butuh penyesuaian," ujarnya saat dihubungi, Jumat (25/2/2022).
 
Bhima melanjutkan, pemerintah juga dinilai tidak berdaya untuk dengan tegas mengatur para importir hingga pelaku usaha lainnya.

Ia menjelaskan, ketika pemerintah menerapkan kebijakan satu harga pada minyak goreng, justru terjadi penimbunan hingga distribusi yang tidak merata.

Selain itu, pemerintah juga membiarkan adanya indikasi persaingan tidak sehat, karena saat ini pasar minyak goreng 40 persen dikuasai oleh pemain-pemain besar.  

"Kemudian beberapa kebijakan yang harusnya dilakukan dihambat oleh lobi-lobi dari para pengusaha yang memiliki kepentingan di tata kelola pangan," ucap Bhima.

Bhima menambahkan, gagalnya pemerintah dalam mengendalikan harga pangan ini juga disebabkan karena tidak mengusai suplai atau dari isi distribusi.

baca juga

Misalnya, kenaikan harga kedelai internasional sebenarnya bisa diminimalisasi, jika pemerintah memiliki gudang yang menyimpan stok kedelai. Sehingga, ketika harga naik, pemerintah bisa menjual stok kedelai yang sudah disimpan dengan harga yang lebih murah.

"Nah ini yang harus dilakukan, tapi ini menyerahkan sepenuhnya ke mekanisme pasar dan pemerintah cenderung menormalisasi keadaan, jadi karena faktor eksternal, ini bukan kesalahan pemerintah, ini menunjukkkan tata kelola pangannya liberal menyerahkan mekanismenya ke pasar," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rapor Buruk Pangadaan Bahan Pangan, Setelah Minyak Goreng Kini Kedelai Impor Mahal

Rapor Buruk Pangadaan Bahan Pangan, Setelah Minyak Goreng Kini Kedelai Impor Mahal

Surakarta | Selasa, 22 Februari 2022 | 14:26 WIB

Ekonomi Indonesia Tahun 2021 Tumbuh 3,69 Persen, Stimulus Anggaran PEN Dinilai Gagal Total

Ekonomi Indonesia Tahun 2021 Tumbuh 3,69 Persen, Stimulus Anggaran PEN Dinilai Gagal Total

Bisnis | Senin, 07 Februari 2022 | 14:48 WIB

Ekonomi Indonesia Tahun 2021 Tumbuh 3,69 Persen, Pengamat: Pemulihan Ekonomi Tak Memuaskan

Ekonomi Indonesia Tahun 2021 Tumbuh 3,69 Persen, Pengamat: Pemulihan Ekonomi Tak Memuaskan

Bisnis | Senin, 07 Februari 2022 | 14:20 WIB

Terkini

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:14 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp133.950 per Kg, Bawang Merah Naik 21 Persen

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp133.950 per Kg, Bawang Merah Naik 21 Persen

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Kronologi Demo Ricuh di Malioboro Versi Polisi, Massa Misterius Bawa Sajam dan Miras

Kronologi Demo Ricuh di Malioboro Versi Polisi, Massa Misterius Bawa Sajam dan Miras

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Karakter Shio Naga saat Hadapi Masalah Keuangan dan Tekanan Pekerjaan

Karakter Shio Naga saat Hadapi Masalah Keuangan dan Tekanan Pekerjaan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku

Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:07 WIB

Viral Diduga Oknum Bagi-bagi Teh Kemasan Isi Sabun untuk Meracuni Peserta Demo

Viral Diduga Oknum Bagi-bagi Teh Kemasan Isi Sabun untuk Meracuni Peserta Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:06 WIB

KPK Geledah Kantor Bea Cukai dan PT Djarum, Ada Kongkalikong Cukai Rokok?

KPK Geledah Kantor Bea Cukai dan PT Djarum, Ada Kongkalikong Cukai Rokok?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:04 WIB

Cara Ampuh Hilangkan Kerak Hitam Lengket di Alas Setrika dengan Bahan Rumahan

Cara Ampuh Hilangkan Kerak Hitam Lengket di Alas Setrika dengan Bahan Rumahan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:02 WIB

Enam Cerita, Satu Kematian: Menelusuri Kebenaran di Novel Girls in the Dark

Enam Cerita, Satu Kematian: Menelusuri Kebenaran di Novel Girls in the Dark

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:00 WIB

×