Takut Asetnya Disita, Miliarder Rusia Pindahkan Kapal Pesiar Mewahnya ke Negara Lain

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 01 Maret 2022 | 08:05 WIB
Takut Asetnya Disita, Miliarder Rusia Pindahkan Kapal Pesiar Mewahnya ke Negara Lain
Kapal-kapal mewah terlihat dalam Monaco Yacht Show, pameran kapal pesiar paling bergengsi di dunia, di pelabuhan Monaco, September 2021. [Dok.Antara]

Suara.com - Superyachts atau kapal pesiar mewah milik miliarder Rusia yang memiliki hubungan dengan Presiden Vladimir Putin ramai-ramai sedang bergerak meninggalkan negara yang kontra dengan Rusia.

Pasalnya, Amerika Serikat dan sekutunya tengah mempersiapkan sanksi lebih lanjut atas properti milik tapian Rusia setelah negara itu menginvasi ke Ukraina.

Data yang ditinjau oleh CNBC dari Marine Traffic menunjukkan bahwa setidaknya empat kapal pesiar besar milik para pemimpin bisnis Rusia telah bergerak menuju Montenegro dan Maladewa sejak beragam sanksi diumumkan dalam beberapa hari terakhir oleh para pemimpin dari seluruh dunia.

Properti para eksekutif Rusia yang ditargetkan kemungkinan akan terkena pukulan lagi, karena pemerintahan Biden baru-baru ini mengumumkan pembentukan gugus tugas yang akan membidik aset mereka yang menguntungkan, termasuk kapal pesiar dan rumah mewah.

Prancis menyusun daftar properti yang dimiliki oleh oligarki Rusia, termasuk mobil dan kapal pesiar, yang dapat disita di bawah sanksi Uni Eropa.

“Minggu mendatang, kami akan meluncurkan gugus tugas Transatlantik multilateral untuk mengidentifikasi, memburu, dan membekukan aset perusahaan dan oligarki Rusia yang terkena sanksi," tulis tweet terbaru Gedung Putih dikutip dari CNBC, Selasa (1/3/2022).

"Kapal pesiar mereka, rumah mewah mereka, dan keuntungan haram lainnya yang dapat kami temukan dan bekukan di bawah hukum," tambah tweet tersebut.

Dengan itu, beberapa orang terkaya Rusia memindahkan kapal mereka ke lokasi lain, dengan berharap dapat menghindari asetnya itu disita.

Vagit Alekperov, yang merupakan presiden Lukoil yang berbasis di Rusia, sedang berlayar dengan kapal pesiarnya ke Montenegro, menurut Marine Traffic.

baca juga

Diperkirakan akan tiba di sana dalam beberapa hari mendatang dari Barcelona, Spanyol.

Kapal pesiar Alekperov dikenal sebagai Galactica Super Nova dan, menurut Superyacht Fan, yang melacak kedatangan dan kepergian kapal jenis ini.

Kapal ini memiliki kolam renang berlantai kaca 6 meter dengan air terjun. Dan helipad sentuh-dan-pergi, lift, dan klub pantai yang besar. Alekperov memiliki kekayaan bersih di bawah USD25 miliar, menurut Forbes.

Setidaknya tiga yacht milik miliarder Rusia lainnya semakin dekat dengan Maladewa, negara kecil yang terletak di Samudera Hindia. Negara kepulauan itu telah menjadi hotspot bagi wisatawan dari Rusia selama bertahun-tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Invasi ke Ukraina, Kini Rusia Dikeluarkan dari Piala Dunia Dan Semua Kompetisi Internasional

Dampak Invasi ke Ukraina, Kini Rusia Dikeluarkan dari Piala Dunia Dan Semua Kompetisi Internasional

Bali | Selasa, 01 Maret 2022 | 07:53 WIB

FIFA Coret Rusia dari Piala Dunia Qatar 2022

FIFA Coret Rusia dari Piala Dunia Qatar 2022

Bola | Selasa, 01 Maret 2022 | 07:50 WIB

FIFA Beri Sanksi kepada Rusia, Dilarang Main di Kompetisi Internasional

FIFA Beri Sanksi kepada Rusia, Dilarang Main di Kompetisi Internasional

Bekaci | Selasa, 01 Maret 2022 | 07:45 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×