Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Penjelasan Asal Sumber Dana KKB Papua Hingga Punya Senjata Tembaki Warga Sipil

M Nurhadi

Selasa, 08 Maret 2022 | 15:17 WIB
Penjelasan Asal Sumber Dana KKB Papua Hingga Punya Senjata Tembaki Warga Sipil
Ilustrasi KKB Papua

Suara.com - Delapan pekerja PT Timur Telematika (PTT) diketahui tewas dalam penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Beoga, Puncak, Papua, Rabu lalu (2/3/2022). Padahal aksi penyerangan ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Lalu dari mana sumber dana KKB?

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan sumber dana KKB berasal dari empat tambang emas ilegal yang tersebar di wilayah Kabupaten Paniai, Kabupaten Intan Jaya, Timika, dan sebagian Yahukimo. Pengawasan yang lemah dari aparat disebabkan oleh letak tambang yang jauh dari keramaian. 

Celah ini kemudian diduga dimanfaatkan oleh anggota KKB untuk mengeruk keuntungan. Lemahnya pengawasan aparat juga membuat tambang-tambang ilegal menjamur di Papua. Sementara itu, beberpa kesaksian menyebut bahwa anggota KKB kerap melakukan perampasan dan penjarahan.

Aktivitas ini juga diduga menjadi sumber dana untuk melakukan aktivitas mereka selama ini. Kelompok yang sama pernah melakukan penyerangan terhadap dua guru di Distrik Beoga dan membakar tiga sekolah di wilayah tersebut, yakni SD Jambul, SMP N 1, dan SMA 1 Beoga.

Dari semua aksi yang dilakukan KKB, penyerangan delapan karyawan PT Timur Telematika hingga tewas adalah yang terburuk.

PTT merupakan mitra Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam pengerjaan proyek strategis nasional Palapa Ring di wilayah timur Indonesia, termasuk di Papua.

Perusahaan menyampaikan duka yang mendalam dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban yang telah ditinggalkan serta menaruh perhatian dan keprihatinan penuh terhadap korban dan keluarga korban, kata Direktur Utama PTT Leon Kakisina dalam siaran pers, dikutip Sabtu (5/3/2022).

"Di mana kami dalam upaya membangun dan memelihara tol langit demi menjamin pelayanan telekomunikasi yang merata di masyarakat Papua, mengalami gangguan keamanan yang menyebabkan korban jiwa dari rekan, karyawan, pekerja, dan bagian dari keluarga besar Perusahaan," ujar Leon.

PT PTT menegaskan akan memberikan upaya terbaik dalam memfasilitasi dan mendampingi keluarga sampai jenazah korban dapat dipulangkan ke kediaman masing-masing.

Perusahaan juga meminta dukungan kepada TNI, Polri, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat agar proses evakuasi delapan korban tewas dapat berjalan dengan lancar.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kembali Berulah, KKB Papua Bakar Dan Tembaki Pemukiman Warga Di Kabupaten Puncak

Kembali Berulah, KKB Papua Bakar Dan Tembaki Pemukiman Warga Di Kabupaten Puncak

News | Senin, 21 Februari 2022 | 05:48 WIB

Kapolda Papua Minta Bupati Puncak Aktif Komunikasi dengan KKB

Kapolda Papua Minta Bupati Puncak Aktif Komunikasi dengan KKB

News | Minggu, 20 Februari 2022 | 18:51 WIB

Kasus Parigi Moutong, Anggota DPR: Tidak Boleh Ada Lagi Peluru Polri Digunakan untuk Tembak Rakyat Sendiri

Kasus Parigi Moutong, Anggota DPR: Tidak Boleh Ada Lagi Peluru Polri Digunakan untuk Tembak Rakyat Sendiri

News | Minggu, 20 Februari 2022 | 15:01 WIB

Legislator DPR Desak Polda Sulteng Segera Tangkap Polisi Berpakaian Preman Penembak Demonstran Di Parigi Moutong

Legislator DPR Desak Polda Sulteng Segera Tangkap Polisi Berpakaian Preman Penembak Demonstran Di Parigi Moutong

News | Minggu, 20 Februari 2022 | 13:49 WIB

KKB Papua Kembali Berulah, Tembak Warga Sipil Di Distrik Ilaga

KKB Papua Kembali Berulah, Tembak Warga Sipil Di Distrik Ilaga

News | Minggu, 20 Februari 2022 | 12:18 WIB

Komnas HAM Meminta Polisi Transparan Dalam Penyelidikan Pelaku Penembakan Warga Tolak Tambang Emas di Parigi Moutong

Komnas HAM Meminta Polisi Transparan Dalam Penyelidikan Pelaku Penembakan Warga Tolak Tambang Emas di Parigi Moutong

News | Minggu, 20 Februari 2022 | 03:05 WIB

Terkini

Anak Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Dicekek Terus! Nyaris Ulang Krisis 1998

Anak Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Dicekek Terus! Nyaris Ulang Krisis 1998

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rupiah 'Kena Mental'! Dolar Singapura Tembus Rp14.000, Pertama Dalam Sejarah RI

Rupiah 'Kena Mental'! Dolar Singapura Tembus Rp14.000, Pertama Dalam Sejarah RI

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:20 WIB

Gawat! Mata Uang Garuda Babak Belur, Dolar AS dan Singapura Kompak Hajar Rupiah Hari Ini

Gawat! Mata Uang Garuda Babak Belur, Dolar AS dan Singapura Kompak Hajar Rupiah Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:12 WIB

Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%, Sinyal Positif Bagi Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%, Sinyal Positif Bagi Ekonomi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:28 WIB

Update Kurs Rupiah 29 Mei 2026: Rupiah Menguat ke Rp17.814 per Dolar AS, Mata Uang Asia Bangkit

Update Kurs Rupiah 29 Mei 2026: Rupiah Menguat ke Rp17.814 per Dolar AS, Mata Uang Asia Bangkit

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 10:30 WIB

Cara Mudah Beli Token Listrik Online, Praktis Pakai QRIS

Cara Mudah Beli Token Listrik Online, Praktis Pakai QRIS

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 10:26 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Cenderung Menguat Pagi Ini, Saham Prajogo Pangestu Melesat

IHSG Bergerak Dua Arah Cenderung Menguat Pagi Ini, Saham Prajogo Pangestu Melesat

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:19 WIB

Sinyal Damai AS - Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Merosot

Sinyal Damai AS - Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Merosot

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:03 WIB

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 2.774.000/Gram Jelang Akhir Pekan

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 2.774.000/Gram Jelang Akhir Pekan

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:01 WIB

Diduga Monopoli Ekosistem Digital, KPPU Panggil TikTok dan Tokopedia!

Diduga Monopoli Ekosistem Digital, KPPU Panggil TikTok dan Tokopedia!

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:55 WIB