Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Kasus Covid Terus Melonjak, Kegiatan Ekonomi di China Terhenti

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Rabu, 16 Maret 2022 | 08:55 WIB
Kasus Covid Terus Melonjak, Kegiatan Ekonomi di China Terhenti
Ilustrasi bendera China. (Foto: Shutterstock)

Suara.com - Kegiatan ekonomi China terhenti setelah melonjaknya kasus Covid akhir-akhir ini. Bahkan, Pabrik-pabrik kini diperintahkan untuk menghentikan produksi.

Seperti dilansir CNBC, Pemerintah kota Dongguan di provinsi selatan Guangdong memerintahkan karyawan untuk bekerja dari rumah dan tetap berada di rumah.

Pemerintah kota, hanya mengizinkan kegiatan yang diperlukan seperti membeli bahan makanan dan melakukan tes virus.

Meskipun provinsi utara Jilin menyumbang sebagian besar kasus, lonjakan kasus telah melanda kota-kota besar seperti pusat keuangan Shanghai dan pusat manufaktur teknologi Shenzhen.

Namun, di kawasan industri yang belum terdapat kasus, kegiatan bisnis dapat mempertahankan produksi dasar di bawah langkah-langkah pengendalian virus yang ketat.

Di daerah yang melaporkan kasus lokal, perusahaan harus menghentikan produksi, kata pengumuman itu. Langkah-langkah tersebut mulai berlaku pada tanggal 15 Maret dan akan berlangsung selama sekitar satu minggu, hingga akhir hari pada tanggal 21 Maret.

Dongguan merupakan salah satu daerah yang berkontribusi terhadap PDB China pada tahun lalu, dengan nilai ekspor 1,09 triliun yuan (USD 170,31 miliar).

Dongguan melaporkan sembilan kasus Covid yang dikonfirmasi dan 46 kasus tanpa gejala pada hari Senin. Pusat teknologi terdekat di Shenzhen, juga di provinsi Guangdong, melaporkan 60 kasus baru, termasuk yang tanpa gejala.

Jumlah total kasus lokal untuk hari Senin di daratan Cina termasuk 3.507 kasus Covid baru yang dikonfirmasi dan 1.647 yang tidak menunjukkan gejala, sebagian besar di provinsi utara Jilin. Itu lebih dari dua kali lipat dari hari sebelumnya.

baca juga

Lonjakan kasus covid ini juga membuat bisnis makanan cepat saji berdampak. Rantai makanan cepat saji Yum China melaporkan bahwa penjualan telah dirugikan oleh wabah tersebut.

"Operasi kami dipengaruhi secara signifikan oleh wabah terbaru dan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang lebih ketat yang mengakibatkan pengurangan lebih lanjut dari kegiatan sosial, perjalanan dan konsumsi," kata Yum China, yang mengoperasikan Pizza Hut dan KFC di negara itu.

Penjualan toko yang sama di Yum China anjlok sekitar 40% hingga 50% dari tahun lalu selama liburan Tahun Baru Imlek pada tahun 2020 ketika Covid pertama kali melanda China.

"China akan melihat perlambatan tajam pada bulan Maret, mengingat negara itu sedang menghadapi wabah Covid-19 terburuk sejak 2020. Pada saat ini, pembuat kebijakan jelas menempatkan COVID-nol di depan pertumbuhan," imbuh Larry Hu, kepala ekonom China di Macquarie.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

The Pade Hotel & Resort Group Ekspansi Bisnis ke KEK Morotai

The Pade Hotel & Resort Group Ekspansi Bisnis ke KEK Morotai

Bisnis | Rabu, 16 Maret 2022 | 06:23 WIB

Mengejutkan! Indonesia Justru Bidik Potensi Menggiurkan Dibalik Perang Rusia-Ukraina

Mengejutkan! Indonesia Justru Bidik Potensi Menggiurkan Dibalik Perang Rusia-Ukraina

Surakarta | Rabu, 16 Maret 2022 | 07:15 WIB

Bongkar Penipuan Lintas Negara, Bareskrim Polri Tangkap 26 Orang WNA Asal China dan Taiwan di Jakarta dan Bekasi

Bongkar Penipuan Lintas Negara, Bareskrim Polri Tangkap 26 Orang WNA Asal China dan Taiwan di Jakarta dan Bekasi

Bekaci | Rabu, 16 Maret 2022 | 07:30 WIB

Terkini

Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!

Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:08 WIB

IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban

IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:37 WIB

Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya

Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:36 WIB

Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT

Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:15 WIB

DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu

DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:02 WIB

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:47 WIB

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong  Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29 WIB

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:11 WIB

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:58 WIB