Peta Investor SDG Indonesia Soroti Area Investasi untuk Tujuan SDG

Iwan Supriyatna

Jum'at, 18 Maret 2022 | 09:54 WIB
Peta Investor SDG Indonesia Soroti Area Investasi untuk Tujuan SDG
Peta Investor SDG Indonesia (SDG Investor Map Indonesia) diluncurkan hari ini di acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia dan UNDP Indonesia.

Suara.com - Peta Investor SDG Indonesia (SDG Investor Map Indonesia) diluncurkan di acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia dan UNDP Indonesia.

Sektor swasta dapat menggunakan peta tersebut untuk mengeksplorasi 18 tema investasi dan model bisnis yang teridentifikasi di enam sektor penggerak SDG yang selaras dengan kebijakan pemerintah tentang SDG yang memiliki potensi dampak pembangunan yang mendalam.

Acara ini juga secara resmi memperkenalkan Standar Dampak SDG (SDG Impact Standard), satu-satunya standar manajemen di pasar yang memungkinkan organisasi untuk mempertimbangkan semua 17 SDG secara holistik.

Peta ini dibuat bersama oleh UNDP Indonesia dan SDG Impact, dengan dukungan Bappenas, Kementerian Investasi/BKPM, dan Temasek Trust sebagai mitra kolaboratif.

Indonesia adalah negara ASEAN pertama yang meluncurkan Peta Investor SDG. Secara keseluruhan terdapat 19 negara yang telah melengkapi Peta Investor SDG dan ditampilkan di Platform Investor SDG global.

Enam sektor yang diidentifikasi dalam Peta Indonesia adalah Pendidikan, Kesehatan, Pertanian, Energi Terbarukan, Keuangan dan Infrastruktur. Tema investasi dan model bisnis yang teridentifikasi telah memberikan hasil yang positif, meletakkan dasar untuk peningkatan skala lebih lanjut.

Empat dari lima model bisnis yang diidentifikasi telah mengumpulkan dana lebih dari 1 juta dollar AS. Peta ini juga mengeksplorasi digitalisasi, iklim, gender, dan marginalisasi sebagai tema-tema mendasar di seluruh sektor.

Informasi yang disediakan dalam peta ini juga akan memberi masukan terhadap strategi “Build Forward Better” pasca-COVID-19, dimana pemerintah telah berkomitmen untuk menutup kesenjangan pembiayaan SDG dengan mendorong investor sektor swasta dan aktor non-pemerintah lainnya untuk berpartisipasi dalam investasi untuk SDG.

Hal ini juga sejalan dengan agenda G20 Pemerintah tentang pembiayaan berkelanjutan, yang antara lain tercermin dalam kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Pembiayaan Berkelanjutan (Sustainable Finance Working Group), Kelompok Kerja Infrastruktur (Infrastructure Working Group), Kelompok Kerja Pembangunan (Development Working Group) dan Kelompok Kerja Keberlanjutan Iklim (Climate Sustainability Working Group).

baca juga

Inisiatif ini akan meningkatkan aliran dana ke sektor-sektor pendukung SDG melalui modal komersial dan pembiayan campuran (blended finance) untuk mengurangi dampak negatif pandemi.

Selain penggunaan peta tersebut, UNDP menyerukan kepada perusahaan dan investor untuk mengadopsi Standar Dampak SDG untuk mengintegrasikan keberlanjutan dan SDG ke dalam praktik manajemen internal mereka.

Standar tersebut dapat membantu meningkatkan integritas dampak dan meningkatkan dampak positif pada manusia dan planet ini. Ada empat standar menurut kelas aset berikut: Dana Ekuitas Swasta, Obligor, Perusahaan dan Standar Dampak OECD/UNDP untuk Pembiayaan Pembangunan Berkelanjutan.

Dr. Arifin Rudiyanto, Ketua Tim Pelaksana SDG Nasional dan Pelaksana Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, mengatakan Peta Investor SDG Indonesia dapat mendukung percepatan SDG di Indonesia.

“Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menjadi pelopor dan panutan dalam pencapaian SDGs. Di tengah Pandemi COVID-19, Pemerintah Indonesia memprioritaskan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pembangunan Indonesia ke depan dengan mendesain ulang transformasi ekonomi. Peta Investor SDG Indonesia adalah salah satu upaya kolektif yang sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut. Peta tersebut dapat mendukung kolaborasi antara Pemerintah dan non-pemerintah yang dirancang untuk melayani 264 juta orang – sepertiga di antaranya adalah anak-anak – yang terdiri dari 1.300 kelompok etnis di 17.000 pulau. Peta tersebut secara memadai menangkap potensi investasi dan momentum kebijakan menggunakan intelijen pasar yang berdampak positif dan dapat berkontribusi positif terhadap SDGs.” kata Arifin ditulis Jumat (18/3/2022).

“Saat pandemi COVID-19 menunjukkan tanda-tanda mereda, pemerintah di seluruh dunia harus menggunakan kesempatan ini untuk memfokuskan kembali tujuan investasi dan pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Pemerintah Indonesia menyambut baik peluncuran Peta Investor SDG Indonesia, yang akan mendukung upaya negara untuk secara dramatis memperluas peluang investasi, terutama yang memiliki kontribusi besar terhadap pencapaian SDG di Indonesia,” kata Nurul Ichwan, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Kementerian Investasi/BKPM.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibongkar Muhammad Tri Andika, Ini Penyebab Investor Mundur dari Proyek IKN Nusantara, Pantesan

Dibongkar Muhammad Tri Andika, Ini Penyebab Investor Mundur dari Proyek IKN Nusantara, Pantesan

Kaltim | Kamis, 17 Maret 2022 | 19:22 WIB

Terungkap! Ternyata Ini Alasan Investor Hengkang dari Proyek IKN, Opung Luhut Disebut

Terungkap! Ternyata Ini Alasan Investor Hengkang dari Proyek IKN, Opung Luhut Disebut

News | Kamis, 17 Maret 2022 | 16:45 WIB

Sosiolog UI Thamrin Amal Tomagola Bongkar Siasat Luhut, Sebut Menko Marves Kewalahan Cari Investor IKN

Sosiolog UI Thamrin Amal Tomagola Bongkar Siasat Luhut, Sebut Menko Marves Kewalahan Cari Investor IKN

Kaltim | Kamis, 17 Maret 2022 | 10:41 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×