Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

APKI Terus Kawal Pengembangan Industri Pulp dan Kertas

Iwan Supriyatna | Suara.com

Selasa, 22 Maret 2022 | 10:02 WIB
APKI Terus Kawal Pengembangan Industri Pulp dan Kertas
APKI mengadakan agenda seminar internasional bertajuk “Promoting ESG Based Competitiveness of Pulp and Paper Industry: A Lesson Learned From International Point of View”.

Suara.com - Asosiasi Pulp (Bubur Kertas) dan Kertas Indonesia (APKI) terus berupaya mengawal pengembangan Industri Pulp dan Kertas untuk terus bisa berdaya saing dalam tingkat nasional , regional dan internasional melalui peningkatan awareness terhadap isu-isu yang tengah berkembang di dunia dan masyarakat, termasuk dalam hal memenuhi berbagai instumen dalam aspek Lingkungan, seperti Sosial dan Tata Kelola (ESG).

Dalam rangka mempersiapkan garis besar kebijakan organisasi dan penigkatan awareness terhadap isu ESG, APKI mengadakan agenda seminar internasional bertajuk “Promoting ESG Based Competitiveness of Pulp and Paper Industry: A Lesson Learned From International Point of View” dengan pembicara para ahli dari dalam dan luar negeri seperti dari Kementerian Perindustrian, Akademisi ITB, lembaga Think Tank PT. Life Cycle Indonesia, Fastmarkets RISI, AFRY yang juga didukung oleh mitra APKI yakni Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta dan Kedutaan Finlandia di Jakarta.

Seminar Internasional yang merupakan rangkaian acara - Pre Kongres APKI 2021 ini - membahas ESG dari berbagai sudut pandang, baik dari sisi kegiatan ekonomi perdagangan, ekonomi sirkular, pemanfaatan limbah, perhitungan karbon, sertifikasi lingkungan dan lainnya.

Tema ataupun topik yang diusung pada tiap sesi diskusi Seminar Internasional ini diantaranya adalah:

  1. International Trade Proposals Affecting the Industry
  2. Market Outlook for Recovered Paper and Its Management in China
  3. Assessment to advance on Carbon Emission Calculation for Pulp and Paper Industry
  4. The Role of LCA as a Beyond Compliance PROPER Criteria in Achieving ESG and Carbon Market
  5. Southeast Asian Market Outlook and Competitiveness for Paper and Packaging
  6. Challenge and Opportunity on implementing ESG to Pulp and Paper Industry: ESG in Brief and Opportunities
  7. Leading Global Pulp and Paper Companies to Manage and Develop ESG Results / Performances
  8. Feasibility of The Effective and Efficient Sludge Treatment and Management Technology in Pulp and Paper Industry

Ketua Umum APKI, Aryan Warga Dalam, mengatakan bahwa industri pulp dan kertas memiliki potensi daya saing yang kuat dan didukung dengan terus dilakukannya pengembangan teknologi seperti otomasi dan digitalisasi untuk menyongsong daya saing industri pulp dan kertas kedepannya.

“Industri Pulp dan Kertas Indonesia terus berupaya untuk terus dapat bertahan dan mengembangkan industri meskipun pada masa ini terus ditekan oleh berbagai pihak seperti tuduhan pelanggaran lingkungan oleh NGO, Hambatan Perdagangan tarif tinggi, tuduhan trade remedies dan juga hambatan non tarif, belum lagi saat ini konstelasi antar negara tengah tinggi tensinya salah satunya dengan adanya agresi militer Rusia ke Ukraina yang berpotensi memicu perang, juga mau tidak mau bisa berimbas pada industri karena menyebabkan semakin kontainer dan terhambatnya logistik dunia,” kata Aryan.

“Hasil diskusi hari ini diharapkan dapat menjadi bahan dan materi pembelajaran bagi pelaku industri pulp dan kertas Indonesia untuk mengembangkan industrinya serta menjadi dasar penyusunan kebijakan pada kepengurusan APKI mendatang” Tambah Aryan.

Seraya dengan Aryan, Direktur Eksekutif APKI, Ibu Liana Bratasida menyimpulkan agar kedepannya, Industri Pulp dan Kertas terus bisa bertumbuh dan maju menjadi juara di tingkat ASEAN, Asia dan bahkan Dunia serta terus bisa mengikuti isu-isu yang berkembang di dunia.

“Saat ini Indonesia peringkat 1 di ASEAN, peringkat 3 untuk pulp dan peringkat 4 untuk kertas dittingkat ASIA, serta peringkat 8 untuk pulp dan peringkat 6 untuk kertas ditingkat Dunia dengan kontribusi 3.84% untuk GDP non migas. Kedepannya harus optimis untuk dapat dipertahankan dan bahkan terus ditingkatkan” ujar Liana Bratasida.

“Pelaku bisnis industri pulp dan kertas memiliki komitmen yang sangat kuat terhadap keberlanjutan dengan meningkatkan kinerja mereka baik pada ESG atau langkah-langkah keberlanjutan lainnya, serta berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Namun, pada saat yang sama, Dunia Usaha dan Industri juga berharap adanya pemahaman dan persepsi yang sama tentang apa saja persyaratan atau standar ESG yang dapat disepakati. Pertemuan G20 yang akan dilakukan tahun ini akan menjadi forum yang tepat untuk membahas ESG, dan saya berharap juga melalui forum B20 yaitu perwakilan komunitas bisnis di bawah G20, akan membahas lebih lanjut bagaimana meningkatkan kinerja ESG dan mengkomunikasikannya secara global”. Tambah Liana.

Tahun 2022 ini juga menandakan usia ke 53 tahun APKI. Organisasi yang mewadahi dan merupakan forum diskusi bagi pelaku industri pulp dan kertas di Indonesia ini, pada Maret 2022 juga akan menyelenggarakan Kongres APKI 2021 bertemakan “Peluang dan Tantangan Industri Pulp dan Kertas Berbasis ESG” yang akan dilaksanakan pada Rabu-Kamis 23-24 Maret 2022 di Grand Hyatt Hotel, Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ciptakan Ketenagakerjaan yang Kondusif, Menaker Kukuhkan APKI dan AMHI

Ciptakan Ketenagakerjaan yang Kondusif, Menaker Kukuhkan APKI dan AMHI

News | Rabu, 17 Maret 2021 | 16:45 WIB

Produsen Pulp dan Kertas Ini Ungkap Targetnya di 10 Tahun Mendatang

Produsen Pulp dan Kertas Ini Ungkap Targetnya di 10 Tahun Mendatang

Bisnis | Rabu, 18 November 2020 | 08:23 WIB

Dibanjiri Produk Impor, Perusahaan Kertas Sigaret Dalam Negeri Terancam

Dibanjiri Produk Impor, Perusahaan Kertas Sigaret Dalam Negeri Terancam

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2020 | 10:56 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB