Program Penjualan Minyak Goreng Indonesia Dilakukan di 10 Ribu Lokasi Untuk Menurunkan Harga Pasaran

Siswanto, ABC

Kamis, 19 Mei 2022 | 15:08 WIB
Program Penjualan Minyak Goreng Indonesia Dilakukan di 10 Ribu Lokasi Untuk Menurunkan Harga Pasaran
Ilustrasi Minyak Goreng - Mekanisme Penyaluran BLT Minyak Goreng (Pixabay)

Suara.com - Menteri Perdagangan Indonesia Muhammad Lutfi mengatakan harga minyak goreng akan stabil segera setelah program distribusi minyak kebutuhan pokok masyarakat ini sudah mencapai lebih dari 10 ribu lokasi.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersinergi dengan pelaku usaha minyak goreng (migor) meluncurkan program Migor Rakyat.

Program yang diluncurkan pada Selasa (17/5) ini bertujuan agar penjualan minyak goreng curah dengan harga Rp14.000 per liter dapat tepat sasaran, yaitu untuk masyarakat berpendapatan rendah.

Menurut Mendag, program tersebut sudah mencapai 1200 lokasi pada hari Rabu dan diperkirakan akan mencapai 2500 lokasi di akhir pekan.

Sejak tanggal 28 April Indonesia menghentikan ekspor minyak sawit mentah dan  olahannya dengan harapan bahwa pasar di dalam negeri akan dibanjiri dengan minyak goreng  lokal sehingga harga akan turun.

Menurut Muhammad Lutfi, terjangkaunya harga minyak goreng di dalam negeri akan menjadi alasan utama bagi dihentikannya larangan ekspor.

"Mudah-mudahan dengan mencapai 10 ribu lokasi di seluruh Indonesia secepat-cepatnya kita akan bisa menstabilkan harga minyak dengan harga terjangkau dan tersedia di seluruh Indonesia," kata Muhammad Lutfi, sambil menambahkan bahwa banyak lokasi yang mewakili sekitar 60-70 persen dari pasar di Indonesia.

"Kita berharap akan mencapai stabilitas segera dan baru setelah itu kita membicarakan kemungkinan pencabutan larangan ekspor," katanya.

Pemerintah mengatakan larangan ekspor baru akan dicabut bila harga minyak goreng di pasaran mencapai Rp14 ribu per liter secara nasional. 

baca juga

Sampai hari Selasa, menurut data yang dikumpulkan kementerian, harga rata-rata masih Rp17.200 per liter.

Indonesia adalah negara pengekspor minyak sawit terbesar di dunia dan keputusan menghentikan ekspor sudah mengejutkan dunia yang sudah mengalami masalah kekurangan pasok minyak bunga matahari karena perang di Ukraina.

Petani sawit melakukan protes

Hari Selasa, ratusan petani sawit melakukan unjuk rasa di Jakarta mendesak agar larangan ekspor dicabut karena  pabrik pengilangan sekarang sudah penuh sehingga petani susah menjual tandan buah segar ke pabrik.

"Petani Malaysia sekarang tersenyum lebar, Petani Indonesia menderita," demikian tulisan di salah satu selebaran protes di saat ratusan petani berjalan mendampingi sebuah truk yang diisi dengan tandan sawit segar.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) mengatakan sejak larangan ekspor diberlakukan, harga tanda buah sawit sudah turun 70% di bawah harga yang terendah yang ditetapkan di masing-masing daerah.

Petani sawit perorangan tidak dilindungi oleh kesepakatan harga yang sudah dicapai antara pengilangan dengan petani yang bergabung dengan koperasi besar.

APKASINDO memperkirakan paling sedikit 25 persen pabrik pengilangan sawit sudah menghentikan pembelian tanda segar dari petani sejak larangan ekspor diberlakukan 28 April lalu yang menjadi pertanda bahwa tangki penyimpanan sudah penuh.

APKASINDO mengatakan protes yang sama juga direncanakan akan dilakukan di 22 provinsi.

Yuslan Thamrin seorang petani yang mengikuti unjuk rasa di Jakarta mengatakan bahwa perayaan Lebaran di kotanya di provinsi Aceh tahun ini kurang semarak karena turunnya penghasilan dari sawit akibat larangan ekspor.

"Dengan harga yang rendah, petani bahkan ragu-ragu untuk melakukan panen," katanya sambil menambahkan bahwa pabrik pengilangan tidak mau mengambil buah sawit segar karena tangki penyimpanan mereka di pelabuhan sudah penuh.

Seorang petani lainnya menggambarkan dilema yang dihadapi oleh petani-petani kecil seperti dirinya.

"Melakukan panenan sekarang ini tidak menguntungkan, namun membiarkan buah busuk di pohon juga akan merusak pohonnya," kata Bambang Gianto, seorang petani di Sumatera Selatan lewat telepon kepada Reuters.

Perwakilan petani itu sempat bertemu dengan  Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang berjanji untuk menyampaikan aspirasi petani tersebut kepada Presiden Jokowi.

Dalam pernyataannya, Moeldoko mengatakan larangan ekspor diberlakukan karena tingginya harga minyak goreng di dalam  negeri walau juga  'tidak berarti presiden tidak melindungi kepentingan petani sawit."

Jajak pendapat minggu ini menunjukkan dukungan terhadap Presiden Jokowi turun ke tingkat 58,1 persen, angka terendah sejak bulan Desember 2015, dengan faktor utama adalah tingginya harga minyak goreng.

Yose Rizal Damuri, direktur eksekutif lembaga pemikir CSIS mengatakan kebijakan yang dilakukan untuk menurunkan harga minyak goreng di dalam negeri adalah kebijakan yang keliru.

"Kebijakan tersebut dibuat hanya untuk menunjukkan bahwa presiden sudah melakukan sesuatu," katanya, sambil mendesak agar harga ditentukan oleh pasar dan konsumen yang mengalami kesulitan membeli dibantu dengan cara lain.

Reuters

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dorong Industri Lokal Naik Kelas, Standar Mutu dan Keberlanjutan Jadi Perhatian

Dorong Industri Lokal Naik Kelas, Standar Mutu dan Keberlanjutan Jadi Perhatian

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:40 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

300 Warga Tangerang Ditargetkan Terima Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata

300 Warga Tangerang Ditargetkan Terima Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Ribuan Massa Gelar Aksi Indonesia Sadar di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutannya

Ribuan Massa Gelar Aksi Indonesia Sadar di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutannya

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×