Ekonom Senior Faisal Basri Sebut Kebijakan Kenaikan Cukai Tembakau Kurang Efektif Jika Harga Rokok Masih Murah

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Rabu, 01 Juni 2022 | 18:51 WIB
Ekonom Senior Faisal Basri Sebut Kebijakan Kenaikan Cukai Tembakau Kurang Efektif Jika Harga Rokok Masih Murah
Pengamat politik Faisal Basri [YouTube]

Suara.com - Ekonom Senior Faisal Basri menilai kebijakan pemerintah soal kenaikan cukai hasil tembakau atau cukai rokok akan sia-sia, jika tidak diikuti kenaikan harga rokok.

Ia menjelaskan, masyarakat akan tetap mengonsumsi rokok selagi masih ada rokok murah yang tetap beredar.

"Pertama, kenaikan cukai rokok tidak diikuti oleh kenaikan harga eceran per batang. Bisa jadi cukai dinaikkan terus sehingga efeknya bisa ditekan oleh pabrik rokok dengan cara dia mengurangi profit dia. Dia bersedia menanggung sebagian dari kenaikan cukai karena harga jual tidak dinaikan," ujar Faisal dalam Webinar Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2022, Rabu (1/6/2022).

Oleh karena itu, Faisal meminta pemerintah tegas dalam kebijakan pengendalian rokok ini dengan juga mengatur harga eceran rokok lebih tinggi.

"Mohon harga eceran harga jual dinaikkan secara signifikan supaya efeknyna betul-betul bisa optimal," ucap dia.

Selanjutnya, Faisal juga melihat, simplifikasi golongan perushaan rokok yang masih terlalu banyak yaitu sebanyak delapan. Imbasnya, banyak perusahaan rokok yang merasakan kenaikan cukai mencari siasat untuk menekan kerugian.

Misalnya, perusahaan rokok bisa bersiasat dengan mengurangi jumlah batang dalam satu bungkus rokok, awalnya 20 batang setelah kenaikan cukai rokok menjadi 16 batang.

"Menurut saya golongan ini simplifikasinya tiga saja, jadi karena di sebagian besar rokok sigaret kretek mesin. Yaudah sigaret mesinya jadikan satu keolmpok saja. Kecuali yang UMKM. Tapi UMKM porsinya sedikit sekali," imbuh dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani resmi menaikkan tarif cukai rokok sebesar 12 persen mulai awal tahun ini.

baca juga

Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM) menjadi golongan dengan kenaikan cukai rokok tertinggi.

Sigaret putih mesin golongan I, misalnya, mengalami kenaikan 13,9% dengan minimal harga jual eceran atau per batang sebesar Rp2.005 dan per bungkus atau 20 batang Rp40.100.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kinerja Emiten Rokok Golongan 1 Anjlok Gara-gara Selisih Tarif Cukai

Kinerja Emiten Rokok Golongan 1 Anjlok Gara-gara Selisih Tarif Cukai

Bisnis | Selasa, 17 Mei 2022 | 20:58 WIB

Banyak Dijual Murah, Kemenkeu Pantau Harga-harga Rokok

Banyak Dijual Murah, Kemenkeu Pantau Harga-harga Rokok

Bisnis | Senin, 11 April 2022 | 20:07 WIB

Blak-blakan! Faisal Basri: Saya Rasa Sebentar Lagi Pemerintah Akan Menyerah

Blak-blakan! Faisal Basri: Saya Rasa Sebentar Lagi Pemerintah Akan Menyerah

News | Minggu, 10 April 2022 | 08:10 WIB

Terkini

Butuh Menang Besar, Rizky Ridho Minta Timnas Indonesia Tetap Tenang Hadapi Bangladesh

Butuh Menang Besar, Rizky Ridho Minta Timnas Indonesia Tetap Tenang Hadapi Bangladesh

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Jangan Dibiarkan, Ini 7 Cara Mengatasi Kulit Wajah Memerah dan Terbakar Matahari

Jangan Dibiarkan, Ini 7 Cara Mengatasi Kulit Wajah Memerah dan Terbakar Matahari

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:01 WIB

2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim

2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim

Kaltim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Drakor New Recruit 5 Resmi Diproduksi Usai Musim ke-4 Raih Rating Tertinggi

Drakor New Recruit 5 Resmi Diproduksi Usai Musim ke-4 Raih Rating Tertinggi

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Nongkrong Cuma Ngopi tapi Bayar Ratusan Ribu? Waspada Jebakan Teman yang Doyan Gaslighting!

Nongkrong Cuma Ngopi tapi Bayar Ratusan Ribu? Waspada Jebakan Teman yang Doyan Gaslighting!

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:59 WIB

ISESS Ingatkan Kapolri Baru: Tantangan Terbesar Mengubah Kultur, Bukan Mengganti Struktur

ISESS Ingatkan Kapolri Baru: Tantangan Terbesar Mengubah Kultur, Bukan Mengganti Struktur

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:58 WIB

Produksi Jagung Jateng Sudah Capai 2,68 juta ton, Kukuhkan Sebagai Lumbung Pangan Nasional

Produksi Jagung Jateng Sudah Capai 2,68 juta ton, Kukuhkan Sebagai Lumbung Pangan Nasional

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Gubernur Bobby Apresiasi Kafilah Sumut Tembus Lima Besar MTQ Nasional

Gubernur Bobby Apresiasi Kafilah Sumut Tembus Lima Besar MTQ Nasional

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Reshuffle Menteri Keuangan: Ketika Ambisi Politik Membebani APBN

Reshuffle Menteri Keuangan: Ketika Ambisi Politik Membebani APBN

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Buku Bisnis hingga Harry Potter, Intip 5 Bacaan Indra Priawan

Buku Bisnis hingga Harry Potter, Intip 5 Bacaan Indra Priawan

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:50 WIB

×