Demi Tekan Inflasi, Pemerintah Diminta Jadi Contoh Masyarakat Gunakan Produk Lokal

M Nurhadi Suara.Com
Selasa, 07 Juni 2022 | 10:50 WIB
Demi Tekan Inflasi, Pemerintah Diminta Jadi Contoh Masyarakat Gunakan Produk Lokal
Galeri souvenir di Suwatu Mill and Bay menawarkan produk lokal unik dan menarik. (Suara/Arendya)

Suara.com - Kenaikan harga sejumlah komoditas saat ini terlihat dari indeks harga konsumen (IHK), sehingga permintaan masyarakat perlu dijaga.

"Harga komoditas memang masih di atas ya. Seperti kita lihat dari inflasi saja misalnya, inflasi pada Mei 2022 yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) memang angkanya cukup besar," kata Kepala Pusat Makroekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman, Senin (6/6/2022).

Ia juga mengatakan, meski pada Mei 2022 angka inflasi atau indeks harga konsumen masih relatif lebih kecil yakni 0,40 persen, dibanding April yang mencapai 0,95 persen, namun hal itu menunjukkan bahwa untuk komoditas tertentu masih tinggi.

"Inflasinya ini menunjukkan bahwa masih terjadi inflasi meskipun angkanya turun. Artinya dari inflasi inti, volatile food, maupun administered pricesnya itu terjadi penurunan," ujar Rizal.

Secara tahunan, inflasi IHK Mei 2022 tercatat 3,55 persen year on year (yoy), lebih tinggi dari inflasi pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,47 persen (yoy).

Rizal menjelaskan, hal ini memperlihatkan harga barang dan jasa masih cukup tinggi secara tahunan. Hal itu dapat dilihat dari kenaikan beberapa harga komoditas pangan, di antaranya telur ayam, daging sapi, dan cabai merah, serta beberapa jenis beras.

"Artinya, harga barang dan jasa masih di atas besaran angka yang ditargetkan. Di mana tahun ini inflasi ditargetkan 3 persen," ujar Rizal dikutip dari Antara.

Dengan demikian, stabilisasi harga perlu dijaga melalui penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar inflasi berada pada tingkat sasaran makro ekonomi 2022 yaitu di angka 3 persen.

Menurut Rizal, terdapat beberapa skenario yang dapat dilakukan, misalnya pemerintah perlu mengidentifikasi penyebab turunnya inflasi inti di samping terjadinya naiknya inflasi kebutuhan pangan.

Baca Juga: Kaltim Inflasi 0,59 Persen, Kenaikan Tersebut Berasal dari Samarinda dan Balikpapan

"Untuk itu, permintaan masyarakat perlu dijaga dengan harga yang tidak volatile," tukas Rizal.

Hal tersebut, lanjut Rizal, juga perlu dukungan dari Bank Indonesia untuk menjaga target inflasi tahun ini tercapai dengan mengarahkan pada konsistensi kebijakan BI.

Sementara itu, seiring dengan menjaga permintaan tersebut, masyarakat juga diarahkan untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri.

Dalam hal ini, Rizal menyampaikan bahwa produk dalam negeri perlu berdaya saing dari segi harga, kualitas, maupun kuantitasnya.

"Jadi, untuk penggunaan produk dalam negeri, perlu diperhatikan juga bahwa produk dalam negeri harus mampu bersaing dengan produk impor, terutama dari sisi harga dan kualitas," tukas Rizal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI