Kilau Emas Redup Lagi Gara-gara Prospek Suku Bunga yang Lebih Tinggi

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 29 Juni 2022 | 07:55 WIB
Kilau Emas Redup Lagi Gara-gara Prospek Suku Bunga yang Lebih Tinggi
Ilustrasi emas.

Suara.com - Harga emas bergerak melemah pada perdagangan hari Selasa, karena prospek suku bunga yang lebih tinggi menantang daya tarik logam kuning tersebut.

Mengutip CNBC, Rabu (29/6/2022) harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD1.820,31 per ounce, sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup melemah 0,2 persen menjadi USD1.821,2.

"Emas terjebak dalam kisaran dan akan terus berada dalam kisaran dalam jangka pendek. Pasar hanya akan menembus ke satu arah setelah mendapat lebih banyak data dan informasi ekonomi dari Federal Reserve," kata analis RJO Futures, Bob Haberkorn.

Meski emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi, kenaikan suku bunga meredupkan daya tarik bullion karena meningkatkan opportunity cost memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

"Ini adalah kondisi yang mengecewakan di pasar emas. Logam kuning ditarik ke dua arah karena rezim Fed yang  hawkish  berbenturan dengan kekhawatiran resesi," kata TD Securities.

Berbicara pada konferensi tahunan Bank Sentral Eropa di Portugal, Presiden Christine Lagarde mengatakan pihaknya akan bergerak secara bertahap tetapi dengan opsi untuk bertindak tegas pada setiap penurunan inflasi jangka menengah.

Chairman Fed Jerome Powell juga akan berbicara pada Rabu.
Emas sebagian besar bertahan meski terjadi penguatan dolar, yang biasanya meredupkan daya tarik logam kuning bagi pembeli luar negeri. Imbal hasil US Treasury 10-tahun juga naik.

Sementara itu, kepemilikan di ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, mencatat arus keluar selama lima sesi terakhir berturut-turut.

Amerika mengeluarkan babak baru sanksi terkait Rusia yang melarang impor emas Rusia, kata Departemen Keuangan di situs webnya.

Sementara itu harga logam lainnya perak di pasar spot merosot 1,5 persen menjadi USD20,82 per ounce. Platinum stabil di USD907,99 sementara paladium naik 0,3 persen menjadi USD1.875,71. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anjlok Rp 6.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 988.000/Gram

Anjlok Rp 6.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 988.000/Gram

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2022 | 09:19 WIB

Kilau Emas Redup di Tengah Ancaman Suku Bunga Tinggi

Kilau Emas Redup di Tengah Ancaman Suku Bunga Tinggi

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2022 | 08:01 WIB

PETI Kembali Memakan Korban, Dua Pekerja asal Sambas dan Bengkayang Tewas Setelah Tertimbun Longsor di Lokasi Tambang

PETI Kembali Memakan Korban, Dua Pekerja asal Sambas dan Bengkayang Tewas Setelah Tertimbun Longsor di Lokasi Tambang

Kalbar | Selasa, 28 Juni 2022 | 09:00 WIB

Terkini

Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT

Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:31 WIB

Pemerintah Hemat Rp 130,2 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM

Pemerintah Hemat Rp 130,2 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:28 WIB

Kemenperin: Industri Kimia dan Petrokimia Mulai Terimbas Konflik Timur Tengah

Kemenperin: Industri Kimia dan Petrokimia Mulai Terimbas Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:26 WIB

ASN WFH Tiap Jumat, Mensesneg Klaim Jadi Momentum Transformasi dan Efisiensi

ASN WFH Tiap Jumat, Mensesneg Klaim Jadi Momentum Transformasi dan Efisiensi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:25 WIB

Indeks Kepercayaan Industri Anjlok di Februari, Tapi Masih di Zona Ekspansi

Indeks Kepercayaan Industri Anjlok di Februari, Tapi Masih di Zona Ekspansi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:21 WIB

Harga BBM Pertamax Cs Dipastikan Naik, Tapi Besarannya Belum Pasti

Harga BBM Pertamax Cs Dipastikan Naik, Tapi Besarannya Belum Pasti

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:09 WIB

Pertamina dan INPEX Perkuat Kerja Sama Pengembangan LNG Abadi Masela

Pertamina dan INPEX Perkuat Kerja Sama Pengembangan LNG Abadi Masela

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:03 WIB

Dasco: Masyarakat Tak Perlu Menimbun Persediaan BBM

Dasco: Masyarakat Tak Perlu Menimbun Persediaan BBM

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:52 WIB

Efisiensi! Beli BBM Pertalite Dibatasi 50 Liter per Kendaraan

Efisiensi! Beli BBM Pertalite Dibatasi 50 Liter per Kendaraan

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:52 WIB

Purbaya Pastikan APBN Aman Hadapi Harga Minyak Meski Tembus 100 Dolar AS per Barel

Purbaya Pastikan APBN Aman Hadapi Harga Minyak Meski Tembus 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:46 WIB