facebook

Kemenhub Berencana Tata Kembali Pelabuhan-pelabuhan di Bangka Belitung

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Kemenhub Berencana Tata Kembali Pelabuhan-pelabuhan di Bangka Belitung
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana menata kembali pelabuhan-pelabuhan di Provinsi Bangka Belitung.

Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana menata kembali pelabuhan-pelabuhan di Provinsi Bangka Belitung. Hal ini, pelabuhan bisa lebih produktif dan diharapkan semakin memperlancar pergerakan penumpang maupun barang.

"Kami rencanakan dengan pak Gubernur Babel untuk memetakan kembali pelabuhan yang ada di Provinsi Bangka Belitung untuk dikembangkan secara lebih produktif," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangannya, Senin (4/7/2022).

Menhub mengatakan, di Pulau Bangka terdapat sejumlah pelabuhan baik untuk penumpang maupun barang, diantaranya yakni, Pelabuhan Penyeberangan Sadai, Pelabuhan Pangkal Balam, Pelabuhan Tanjung Ular dan Pelabuhan Belinyu.

Pihaknya bersama Pemda akan mengidentifikasi kembali pelabuhan mana yang akan dikembangkan, karena jika terlalu pelabuhan akan tidak ekonomis.

Baca Juga: Persinggahan Tol Laut Jokowi Ditambah

"Kalau kita bisa fokus kembangkan di satu tempat tertentu, hasilnya akan memberikan dampak yang bagus. Di sini memiliki komoditas seperti sawit, timah dan lainnya yang memiliki potensi untuk mengoptimalkan muatan kapal," imbuh dia.

Menhub mengungkapkan, salah satu upaya yang dilakukan agar pelabuhan lebih produktif yaitu akan mengkerjasamakan pengelolaan dan pengembangannya dengan pihak Swasta dan BUMD.

"Jadi pemerintah pusat memberikan kerjasama pengelolaan (KSP) kepada Pemda. Kemudian Pemda mengkerjasamakannya dengan BUMD dan swasta secara business to business (B to B)," kata dia.

Sebagai informasi, Pelabuhan Sadai terletak di Kecamatan Tukak Sadai Kab. Bangka Selatan. Pelabuhan ini menghubungkan Pulau Bangka dan Belitung. PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) melayani rute penyeberangan kapal ro-ro dari Pelabuhan Sadai ke Pelabuhan Tanjung Rhu, di Belitung maupun sebaliknya, yang dapat ditempuh kurang lebih 12 jam.

Adapun dua kapal yang melayani rute ini yaitu, KMP Gorare yang mampu mengangkut sekitar 80 orang penumpang dan 14 kendaraan, serta KMP Menumbing Raya berkapasitas 150 orang dan 20 kendaraan.

Baca Juga: Kemenhub Berencana Tambah Pelabuhan Singgah dalam Proyek Tol Laut

Sementara itu, Pelabuhan Laut Tanjung Ular yang terletak di Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat, saat ini sedang dalam masa pembangunan. Progres pembangunan pelabuhan yang memiliki dermaga 80x10 meter ini telah mencapai 94 persen dan diharapkan akhir tahun ini seluruh pekerjaan dapat diselesaikan untuk memperlancar konektivitas barang/logistik.

Sedangkan untuk Pelabuhan Belinyu, berjarak lebih kurang 90 km dari kota Pangkal Pinang. Pelabuhan ini memiliki panjang dermaga 101 m dan lebar 15 m serta memiliki terminal penumpang dengan luas 400 m2.

Komentar