facebook

Hari Ini Mata Uang Garuda Keok Lagi, Ditutup Nyaris Tembus Rp15.000

Agung Sandy Lesmana | Mohammad Fadil Djailani
Hari Ini Mata Uang Garuda Keok Lagi, Ditutup Nyaris Tembus Rp15.000
Hari Ini Mata Uang Garuda Keok Lagi, Ditutup Nyaris Tembus Rp15.000. (Foto: antara)

"...mata uang rupiah kembali melemah 22 point walaupun sebelumnya sempat melemah 30 point di level Rp14.993 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.971."

Suara.com - Nilai tukar rupiah ditutup mendekati Rp15.000 per dolar AS. Mata uang Garuda anjlok 22 poin menjadi Rp14.993 atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (5/7/2022) sore.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, mengatakan dolar menguat terhadap mata uang lainnya pada Selasa (5/7/2022), karena mendapatkan dukungan dari rebound kuat dalam imbal hasil Treasury 10-tahun AS didorong melewati 2,95 persen setelah dibuka kembali dari hari libur.

"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah kembali melemah 22 point walaupun sebelumnya sempat melemah 30 point di level Rp14.993 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.971," kata Ibrahim dalam analisanya, Selasa.

Dari sisi internal, mengataka Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan sinyal kebijakan baru dalam menyikapi perkembangan ekonomi global yang penuh ketidakpastian dan mempengaruhi kondisi dalam negeri.

Baca Juga: Kurs Dolar AS Turun Efek Potensi Inflasi Kian Melemah

"Hal ini ditandai dengan risiko stagflasi seiring kenaikan suku bunga dan kebijakan secara global di tengah ekonomi yang baru pulih, serta makin luasnya kebijakan proteksionisme oleh berbagai negara," kata Ibrahim.

Karena hal tersebut, BI memberikan sinyal kebijakan baru dalam beberapa bulan kedepa, guna untuk menyikapi perkembangan ekonomi global yang penuh ketidakpastian dan mempengaruhi kondisi dalam negeri.

Menurut dia ke depan, BI akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik. Serta, merumuskan dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan stabilitas makroekonomi, stabilitas keuangan, termasuk penyesuaian lebih lanjut stance kebijakan bila diperlukan, serta terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Pada sisi eksternal, neraca transaksi berjalan mencatatkan surplus pada 2021, didukung oleh perbaikan terms of trade seiring kenaikan harga komoditas, dan kembali mencatatkan surplus pada triwulan I-2022. Transaksi berjalan diperkirakan akan kembali defisit pada 2022 pada kisaran yang terkendali, sehingga mendukung ketahanan eksternal Indonesia.

Baca Juga: Nilai Tukar Dolar AS Melemah, Putusan Suku Bunga The Fed Jadi Penentu

Komentar