facebook

Profil Vale Indonesia, Pemasok 5% Nikel Dunia yang Garap Proyek Tambang Baru

M Nurhadi
Profil Vale Indonesia, Pemasok 5% Nikel Dunia yang Garap Proyek Tambang Baru
Karyawan PT Vale Indonesia Tbk. [vale.com]

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) berencana memulai tiga proyek untuk memenuhi kebutuhan nikel nasional. Proyek ini berlokasi di Pulau Sulawesi.

Suara.com - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) berencana memulai tiga proyek baru pembangunan smelter untuk memenuhi kebutuhan bijih nikel nasional. Profil Vale Indonesia sebagai perusahaan tambang nasional juga cukup memiliki reputasi dalam industri nikel.

Sebelumnya Vale juga telah mengoperasikan satu smelter berkapasitas 75.000 metrik ton nikel di kawasan Sorowaku, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. 

Tiga smelter baru ini adalah proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) di Pomalaa Sulawesi Tenggara untuk menghasilkan Produk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dengan potensi produksi mencapai 120.000 metrik ton nikel per tahun.

Kedua fasilitas pengolahan nikel di Sulawesi Tengah yang terdiri dari delapan lini Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) dengan target kapasitas produksi 73.000 metrik ton nikel per tahun, serta pabrik baru di Sulawesi Selatan berkapasitas 60.000 ton dalam MHP. 

Baca Juga: Sedikitnya 30 Tentara Nigeria Tewas Diserbu Kelompok Bersenjata

Mengutip laman resmi PT Vale Indonesia Tbk saat ini perusahaan memiliki wilayah konsesi di Sulawesi dengan luas 118,017 hektare meliputi Sulawesi Selatan (70.566 hektare), Sulawesi Tengah (22.699 hektare) dan Sulawesi Tenggara (24.752 hektare).

PT Vale Indonesia menambang nikel laterit untuk menghasilkan produk akhir berupa nikel dalam matte. Rata-rata volume produksi nikel per tahun mencapai 75.000 metrik ton. Dalam memproduksi nikel di Blok Sorowako, Vale menggunakan teknologi pyrometalurgi atau meleburkan bijih nikel laterit.

Perseroan juga melanjutkan rencana pembangunan pabrik pengolahan nikel beserta fasilitas pendukungnya di Sambalagi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah dan di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Proyek di Bahodopi direncanakan untuk membangun pabrik pengolahan untuk memproses bijih saprolit dan menghasilkan feronikel yang merupakan bahan utama dalam pembuatan baja nirkarat.

Untuk Pomalaa, proyek yang saat ini dikembangkan adalah untuk memproses bijih nikel limonit dengan menggunakan teknologi HPAL untuk menghasilkan produk yang dapat diolah menjadi bahan utama baterai mobil listrik.

Baca Juga: Kelompok Bersenjata Serang Tambang, 30 Tentara Nigeria Tewas

Saat ini, Vale memasok sekitar 5% dari kebutuhan nikel dunia. Sudah 50 tahun beroperasi, Vale juga berkomitmen untuk menerapkan prinsip berkelanjutan dalam aktivitas penambangannya.  

Komentar