Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.026,782
LQ45 714,581
Srikehati 342,341
JII 479,563
USD/IDR 16.990

Meski Pandemi, Dharma Polimetal Mampu Cetak Laba Rp 8 Miliar

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 01 Agustus 2022 | 14:55 WIB
Meski Pandemi, Dharma Polimetal Mampu Cetak Laba Rp 8 Miliar
Irianto Santoso, President Director PT Dharma Polimetal Tbk.

Suara.com - Pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal tahun 2020 memberikan tantangan pada pertumbuhan bisnis. Pandemi yang masuk ke Indonesia di bulan Maret 2020, terbukti 

Pandemi Covid-19 membuat iklim bisnis semakin menantang. Covid-19 yang masuk ke Indonesia pada Bulan Maret, membuat permintaan sektor otomotif merosot, membuat penjualan kendaraan dan komponen pendukung menurun drastis. 

Kondisi itu seperti dialami oleh PT Dharma Polimetal Tbk, perusahaan manufaktur yang memproduksi komponen sepeda motor dan mobil. Irianto Santoso, President Director PT Dharma Polimetal Tbk, dalam konferensi pers yang dilaksanakan infobrand.id mengungkapkan, di awal tahun 2020, perusahaan optimis dengan pertumbuhan sektor otomotif di Indonesia, mengingat di tahun 2019 penjualan mobil di Indonesia mencapai 1,05 juta unit.

“Di awal tahun (2020) kami optimis penjualan roda empat akan tembut 1,1-1,2 juta,” ujar Irianto. 

Tapi ternyata prediksi tersebut meleset, akibat pandemi, membuat permintaan otomotif turun drastis. Hingga akhir tahun 2020, penjualan otomotif hanya 579 ribu unit. Kondisi tersebut diakui oleh Irianto berpengaruh pada bisnis Dharma Polimetal sebagai salah satu suplier utama. 

Menghadapi situasi tersebut, perusahaan bagian dari Tri Putra Group milik TP Rachmat ini pun melakukan sejumlah strategi untuk bertahan. Di antaranya melakukan efisiensi, sekaligus meningkatnya produktivity dan standar yang lebih tinggi. 

Hasilnya, di 2020 perusahaan masih mampu mencatatkan pertumbuhan bisnis dengan laba Rp8 miliar. Diakui jumlah tersebut jauh dari capaian tahun 2019 dengan laba mencapai Rp174 miliar. 

“Padahal di awal tahun kami telah memperkirakan laba di atas Rp200 miliar. Tapi karena pandemi kami melakukan pengetatan biaya yang tidak perlu. Yang penting hidup dulu, jadi walaupun pendapatan turun, dari Rp2,7 triliun jadi Rp1,8 triliun, kami bersyukur masih tetap profit,” ungkap Irianto. 

Memasuki tahun 2021, lanjut Irianto, karena tahun 2020 telah melakukan efisiensi, di tahun berikutnya perusahaan bekerja dengan standar yang lebih tinggi. Dengan begitu diharapkan bisnis akan pulih seperti sediakala. 

Namun demikian, pertumbuhan bisnis perusahaan tetap bergantung pada penjualan kendaraan. Dimana di tahun 2021, penjualan otomotif belum benar-benar pulih, dengan penjualan mobil baru 870 ribu, dan penjualan sepeda motor 3,9 juta, pemulihannya baru sekitar 80% dibanding tahun 2019. 

Dengan persiapan yang dilakukan, menurut Irianto, perusahaan pun mampu memperoleh profit dari core bisnis mencapai Rp210 miliar. Ditambah penjualan fixed cost berupa tanah dan pabrik di Balaraja senilai Rp95 miliar, sehingga totap profit perusahaan di tahun 2021 mencapai Rp305 miliar. 

“Sudah sangat baik, dibandingkan sebelum pandemi profitnya hanya 174 miliar. Tahun ini, 2022 akan jauh lebih baik,” ujar Irianto. 

Sebagai langkah strategi menghadapi tahun 2022 yang diprediksi sebagai tahun pemulihan, perusahaan pun melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia, yang dilakukan pada Desember 2021. Dari aktvititas tersebut perusahaan menargetkan dana segar Rp350 miliar, yang sebagian besar 70% dananya akan dipakai untuk membangun pabrik baru, dan membeli mesin baru, yang dipersiapkan untuk membuat produk baru. 

Sebagai contoh, di Januari 2022, sudah mensuplai member suspension, atau tempat duduk di mobil. Itu produk yang sangat baru yang membutuhkan akurasi tinggi dan safety. Dimana produk tersebut nantinya akan memenuhi beberapa merek mobil. 

Sejauh ini, komponen yang diproduksi Dharma Polimetal melayani hampir semua merek, mulai dari Toyota, Dhaihatsu, 50% marketshare penjualan mobil di Indonesia. Ada juga Honda, Suzuki, Mitsubishi, Hyundai. Jadi hampir semua merek. Dan untuk roda dua, ada Honda, 77% market share, Kawasaki, Yamaha. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antusiasme Masyarakat  Pada Kendaraan Listrik Tinggi

Antusiasme Masyarakat Pada Kendaraan Listrik Tinggi

| Senin, 01 Agustus 2022 | 09:04 WIB

Ditemui Menko Airlangga di Jepang, Bos Mitsubishi Minta Pajak Ekspor Mobil Dikurangi

Ditemui Menko Airlangga di Jepang, Bos Mitsubishi Minta Pajak Ekspor Mobil Dikurangi

News | Selasa, 26 Juli 2022 | 16:43 WIB

Suzuki Bakal Keluarkan City Car Teranyar

Suzuki Bakal Keluarkan City Car Teranyar

| Jum'at, 22 Juli 2022 | 09:44 WIB

Terkini

Target IPO 2026 Tak Berubah Meski Awal Tahun Sepi di Pasar Modal

Target IPO 2026 Tak Berubah Meski Awal Tahun Sepi di Pasar Modal

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 14:32 WIB

BNI Ajak Nasabah Kurangi Emisi Lewat Fitur wondr earth, Hitung Jejak Karbon hingga Tanam Pohon

BNI Ajak Nasabah Kurangi Emisi Lewat Fitur wondr earth, Hitung Jejak Karbon hingga Tanam Pohon

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 14:25 WIB

Pasca - Gempa M 7,3 Sulut, PLTP Lahendong Dipastikan Tetap Stabil

Pasca - Gempa M 7,3 Sulut, PLTP Lahendong Dipastikan Tetap Stabil

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 14:22 WIB

Menaker Dorong Hubungan Industrial Naik Kelas Hadapi AI

Menaker Dorong Hubungan Industrial Naik Kelas Hadapi AI

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 14:19 WIB

IHSG Sepekan Loyo ke Level 7.026, Asing Jual Rp 33 Triliun!

IHSG Sepekan Loyo ke Level 7.026, Asing Jual Rp 33 Triliun!

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 14:04 WIB

Usai Divonis Bebas Kasus Video Profil Desa, Amsal Sitepu Ditunjuk Jadi Ketua Gekrafs Karo

Usai Divonis Bebas Kasus Video Profil Desa, Amsal Sitepu Ditunjuk Jadi Ketua Gekrafs Karo

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 13:51 WIB

Sektor Properti 2026 Ngegas! Kredit Tembus 13 Persen

Sektor Properti 2026 Ngegas! Kredit Tembus 13 Persen

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 13:46 WIB

Bos BP BUMN Cari Peruntungan Sektor Energi Lewat Kolaborasi ExxonMobil

Bos BP BUMN Cari Peruntungan Sektor Energi Lewat Kolaborasi ExxonMobil

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 12:46 WIB

Harga BBM Terancam Naik, Ekonom Minta Pemerintah Gaungkan Kembali Insentif EV

Harga BBM Terancam Naik, Ekonom Minta Pemerintah Gaungkan Kembali Insentif EV

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 12:35 WIB

Bukan Prediksi, Ini Strategi Raih Profit saat Trading Emas

Bukan Prediksi, Ini Strategi Raih Profit saat Trading Emas

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 12:26 WIB