Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Warning Dari Sri Mulyani, Pertumbuhan Ekonomi Bakal Melemah Pada 2022-2023

Erick Tanjung, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 08 Agustus 2022 | 17:16 WIB
Warning Dari Sri Mulyani, Pertumbuhan Ekonomi Bakal Melemah Pada 2022-2023
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. [Tangkapan layar]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini akan bergerak melemah. Hal tersebut dikatakan Sri saat konferensi pers usai rapat sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/8/2022).

"Dalam sidang kabinet tadi disampaikan bahwa dunia tahun 2022 diproyeksikan akan mengalami pelemahan pertumbuhan ekonomi sementara inflasinya meningkat tinggi," kata Sri Mulyani.

Dikatakan Sri Mulyani laporan IMF terkait proyeksi ekonomi global terbaru harus memangkas pertumbuhan ekonomi global dari 3,6 persen ke 3,2 persen untuk tahun ini dan tahun depan akan lebih lemah lagi dari 3,6 persen ke 2,9 persen.

"Ini artinya bahwa lingkungan global kita akan menjadi melemah sementara tekanan inflasi justru meningkat," ujarnya.

Sementara dari sisi inflasi, IMF memperkirakan tahun ini akan naik ke 6,6 persen untuk negara maju dan 9,5 persen untuk negara-negara berkembang.

"Nah dengan adanya kenaikan inflasi yang sangat tinggi di negara maju, terjadi reaksi dari sisi kebijakan moneter dan likuiditas yang diperketat dan ini memacu apa yang disebut capital outflow dan volatilitas di sektor keuangan," katanya.

Untuk itu kata dia pemerintah akan terus mengelola kebijakan yang sebaik mungkin dalam setiap merespons dinamika global.

"Di dalam negeri kami bersama pak Gubernur Bank Indonesia di dalam terus meramu kebijakan fiskal dan moneter secara fleksibel. Namun juga pada saat yang sama efektif dan kredibel karena ini adalah suatu persoalan yang kombinasi dari baik kebijakan fiskal maupun moneter, bekerja sama dengan kebijakan struktural," paparnya.

Sementara untuk ekonomi Indonesia tahun 2022 ini, Sri Mulyani menambahkan bahwa saat ini kondisinya sangat cukup baik, dimana pada kuartal II 2022 berhasil tumbuh 5,44 persen.

baca juga

"Dan ini adalah pertumbuhan yang sangat impresif tinggi karena tahun lalu Kuartal kedua itu pertumbuhannya cukup tinggi yaitu 7,1 persen. Jadi baselinenya sudah tinggi tahun lalu Kuartal kedua dan tahun ini tetap bisa tumbuh di atas 5 persen bahkan di atas perkiraan optimis kami yaitu 5,2 persen ternyata realisasinya 5,44 persen," paparnya.

Selain itu pertumbuhan yang cukup kuat di dalam negeri ini juga harus di jaga terus terutama dari faktor-faktor yang mendukungnya dari sisi domestik karena lingkungan globalnya akan tidak pasti.

"Seperti kita ketahui, faktor dalam negerinya adalah konsumsi dan investasi serta belanja pemerintah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Ekonomi Jateng yang Tumbuh 5,66 Persen, Ganjar Klaim Hasil Kerja Kolektif

Soal Ekonomi Jateng yang Tumbuh 5,66 Persen, Ganjar Klaim Hasil Kerja Kolektif

Jawa Tengah | Senin, 08 Agustus 2022 | 16:12 WIB

Kontribusi BUMN Pimpinan Erick Thohir di Tengah Pandemi dan Krisis Global

Kontribusi BUMN Pimpinan Erick Thohir di Tengah Pandemi dan Krisis Global

Tantrum | Senin, 08 Agustus 2022 | 11:39 WIB

Lampaui Nasional, Ini Resep Ganjar Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Jateng

Lampaui Nasional, Ini Resep Ganjar Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Jateng

Bisnis | Senin, 08 Agustus 2022 | 11:08 WIB

Terkini

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:51 WIB

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:20 WIB

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:04 WIB

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:56 WIB

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:54 WIB

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:18 WIB

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:10 WIB

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:06 WIB